Korut Beberkan Alasan Meledakkan Kantor Penghubung antar-Korea
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Korut Beberkan Alasan Meledakkan Kantor Penghubung antar-Korea

Kamis, 18 Juni 2020 | 15:37 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Pyongyang, Beritasatu.com - Media pemerintah Korea Utara (Korut), Rabu (17/6/2020), membeberkan alasan penyerangan kantor penghubung antar-Korea, di Kaesong, yang menjadi wilayah perbatasan dengan Korea Selatan (Korsel).

"Alasan Korea Utara menyerang Kantor Penghubung antar-Korea sebagai peringatan keras bagi Korea Selatan yang secara sistematis melanggar dan menghancurkan perjanjian 2018, termasuk Deklarasi Panmunjom," demikian laporan KCNA, Rabu (17/6/2020).

Perjanjian 2018 merupakan bagian dari perundingan terkait penghentian program nuklir (denukrilisasi) Korut, yang ditandatangani Pemimpin Korut, Kim Jong-un, dan Presiden Korsel, Moon Jae-in.

Perjanjian yang ditandatangani kedua pemimpin Korea pada Juni 2018 itu, antara lain menyetujui untuk tidak melakukan aktivitas militer dan tindakan provokasi di sekitar zona demiliterisasi (DMZ).

Artikel KCNA tersebut, membandingkan Pemerintah Korsel seperti "anjing mongrel" atau "anjing kampung" yang menyombongkan diri dan menggertak agar ditakuti, lalu mengoceh kepada sekutunya dan memicu suasana konfrontatif.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa pemerintah Korut telah menyatakan akan memindahkan pasukan militer ke dua simbol kerja sama Korea, yakni kompleks industri yang tutup di Kaesong dan zona wisata Gunung Kumgang di pantai timur. Kedua kawasan itu kini tertutup.

Artikel KCNA tersebut, ditutup dengan peringatan bahwa ledakan di kantor penghubung antar-Korea adalah awal dari kehancuran total hubungan Korut-Korsel.

Ketegangan antara Korut dan Korsel meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir, sebagian dipicu oleh warga yang membelot dari Korut ke Korsel, dan dilaporkan mengirim propaganda anti-Pyongyang, antara lain melalui balon yang diterbangkan di perbatasan.

Insiden itu telah membuat Pemimpin Korut, Kim Jong-un, mengeluarkan peringatan keras kepada Korsel, kemudian adik perempuannya, Kim Yo-jong, mengancam akan menggunakan kekuatan militer terhadap Korsel, pada Minggu (14/6/2020).

Hanya berselang dua hari pascaancaman Kim Yo-jong, militer Korut menembakan bom ke kantor penghubung antar-Korea, di Kaesong, sehingga memicu ketegangan antarkedua negara semakin meningkat.



Sumber:Suara Pembaruan, KCNA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Peretas Tiongkok Diduga Targetkan Tim Kampanye Biden

Peretas yang disponsori Tiongkok diduga menargetkan tim kampanye calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden.

DUNIA | 18 Juni 2020

Pascaserangan Korut, Menteri Unifikasi Korsel Ajukan Pengunduran Diri

Menteri Unifikasi Korea Selatan, Kim Yeon-chul, mengajukan pengunduran diri pascaserangan kantor penghubung antar-Korea di Kaesong oleh militer Korea Utara.

DUNIA | 18 Juni 2020

Indonesia Terpilih sebagai Anggota Dewan Ekonomi dan Sosial PBB

Pemilihan anggota Ecosoc PBB ini diselenggarakan di Markas Besar PBB di New York, AS, pada 17 Juni 2020.

DUNIA | 18 Juni 2020

8 Perusahaan Farmasi Dunia Bersaing Temukan Vaksin Covid-19

CFRA Research, menyebut setidaknya delapan perusahaan farmasi di dunia saat ini bersaing untuk mengembangkan vaksin virus corona.

DUNIA | 18 Juni 2020

Pakar: Perintah Reformasi Kepolisian ala Trump Tidak Cukup

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Selasa (16/6), menandatangani perintah eksekutif untuk memperbaiki beberapa prosedur polisi.

DUNIA | 18 Juni 2020

Presiden Honduras Terinfeksi Covid-19

Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez menyatakan terinfeksi virus corona dengan gejala ringan.

DUNIA | 18 Juni 2020

Jajak Pendapat Pilpres AS, Elektabilitas Biden 13% di Atas Trump

Jajak pendapat (polling) terbaru menunjukkan elektabilitas calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden, lebih tinggi 13% di atas petahana Presiden AS, Donald Trump.

DUNIA | 18 Juni 2020

Sepasang Sepatu "Butut" Nike Ini Harganya Rp 2 M

Sepasang sepatu lari Nike yang sudah butut diperkirakan bakal laku hingga US$ 150.000 (Rp 2,1 miliar) dalam lelang di Sotheby's.

DUNIA | 18 Juni 2020

Terungkap, Trump Minta Bantuan Presiden Tiongkok untuk Pilpres 2020

Trump disebut mengatakan impor kedelai dan gandum Tiongkok akan berpengaruh bagi para pemilih di kalangan petani Amerika.

DUNIA | 18 Juni 2020

Eks Penasihat Tuduh Trump Bohong, dan Tak Cuma Sekali

Gedung Putih saat ini berusaha keras agar Bolton tidak menerbitkan buku tentang masa kerjanya sebagai penasihat keamanan.

DUNIA | 18 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS