Kekurangan Peralatan Medis Covid-19, Dokter Nigeria Umumkan Mogok Nasional
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Kekurangan Peralatan Medis Covid-19, Dokter Nigeria Umumkan Mogok Nasional

Rabu, 17 Juni 2020 | 15:17 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Abuja, Beritasatu.com - Dokter Nigeria mengumumkan pemogokan nasional karena kurangnya peralatan medis perlindungan diri untuk perawatan pasien yang terinfeksi virus corona 9Covid-19), di rumah sakit pemerintah. Aksi mogok tersebut, dimulai pada Senin (15/6/2020).

Para dokter mengeluhkan kurangnya peralatan perlindungan diri, diantaranya pakaian pelindung dan masker, sehingga membahayakan keselamatan tenaga medis yang merawat pasien yang positif terinfeksi Covid-19.

Lusinan pekerja perawatan kesehatan Nigeria telah terinfeksi, sebagian karena mereka tidak memiliki peralatan perlindungan diri standar untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19.

Nigerian Medical Association (NMA), badan yang menaungi para dokter di negara itu, mengatakan proses pengujian yang lambat dan kurangnya alat pelindung dan alat penguji yang memadai, membuat staf medis yang merawat pasien Covid-19 berada dalam bahaya.

Presiden NMA, Dr Francis Faduyile, mengatakan kepada BBC bahwa itu juga penting bagi semua pasien yang tiba di rumah sakit untuk diuji untuk menentukan status mereka terkait virus Covid-19 sebelum perawatan.

Seruan aksi mogok datang setelah beberapa dokter yang melakukan perawatan pasien Covid-19 secara intensif bahkan di klinik yang dibuka di rumah mereka, dilaporkan meninggal karena virus itu.

Epidemiolog di Pusat Afrika untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memperingatkan ancaman penyebaran Covid-19 yang dapat menjadi bencana bagi Afrika, karena kekurangan tenaga profesional perawatan kesehatan, pasokan peralatan medis, dan tes kit Covid-19.

Pakar kesehatan masyarakat telah memperingatkan bahwa Afrika bisa menjadi pusat pandemi Covid-19 berikutnya, setelah Amerika Latin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pekan lalu bahwa kasus yang dikonfirmasi di Afrika telah berlipat ganda, yakni mencapai 200.000 hanya dalam 18 hari.

"Meskipun kasus-kasus di Afrika ini kurang dari 3 persen dari total global, jelas bahwa pandemi ini semakin cepat," Dr. Matshidiso Moeti, direktur regional WHO untuk Afrika.



Sumber:BBC, Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pascaledakan Kantor Penghubung, Militer Korsel dan Korut Siaga Penuh di DMZ

Militer Korea Seltan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) dalam keadaan siaga penuh di sepanjang zona demiliterisasi (DMZ) yang menjadi perbatasan kedua negara.

DUNIA | 17 Juni 2020

Sepanjang Mei, Biden Galang Dana Kampanye US$ 81 Juta

Calon Presiden (capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden, menggalang dana sekitar US$ 81 juta (Rp 1,146 miliar) sepanjang Mei 2020.

DUNIA | 17 Juni 2020

Inggris Danai Uji Klinis Bakal Vaksin Corona

Para ilmuwan di perguruan tinggi negeri Inggris, Imperial College London, Senin (15/6), menyatakan akan memulai uji klinis pertama bakal vaksin Covid-19

DUNIA | 17 Juni 2020

WHO: Waspadai 100.000 Kasus Baru Global Per Hari

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, memperingatkan lebih dari 100.000 kasus terkonfirmasi Covid-19 telah dilaporkan.

DUNIA | 17 Juni 2020

Badan HAM PBB Gelar Debat Isu Rasisme

Badan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memutuskan untuk menggelar perdebatan mendesak terkait rasisme dan kebrutalan polisi.

DUNIA | 17 Juni 2020

Korut Ledakkan Kantor Penghubung Korsel

Korea Utara (Korut) meledakkan bom ke dekat kantor penghubung antar-Korea di perbatasan Kaesong, pada Selasa (16/6).

DUNIA | 17 Juni 2020

Ada 31 Kasus Baru, Covid-19 di Beijing Terus Bertambah

Sebanyak 19 kasus berada di distrik Fengtai barat daya, tempat sekelompok infeksi muncul pekan lalu.

DUNIA | 17 Juni 2020

20 Tentara India Tewas Dalam Pertempuran dengan Pasukan Tiongkok

Para perwira tinggi militer dua negara saat ini tengah berunding untuk meredakan situasi.

DUNIA | 17 Juni 2020

Ini Daftar 31 Calon Dubes RI yang Baru

Komisi I DPR melaksanakan pengujian atau fit and proper test terhadap sejumlah calon duta besar (Dubes) yang akan ditempatkan di luar negeri.

DUNIA | 16 Juni 2020

Sempat Bebas Covid-19, Selandia Baru Konfirmasi 2 Kasus

Selandia Baru sejauh ini mencatat hanya 22 kematian akibat virus itu dengan 1.504 kasus.

DUNIA | 16 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS