Apkasi-MPR Teken MoU untuk Sosialisasikan Empat Pilar
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Apkasi-MPR Teken MoU untuk Sosialisasikan Empat Pilar

Kamis, 9 Juli 2020 | 18:20 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bersama MPR RI telah menandatangani MoU untuk mensosialisasikan empat pilar MPR RI.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan Ketua Umum Apkasi Abdullah Azwar Anas di Gedung Nusantara MPR, Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Anas menyatakan, Apkasi dan jajaran pemerintah kabupaten siap bersama dengan pimpinan MPR untuk mensosialisasikan keempat pilar MPR RI khususnya ke kalangan milenial di daerah-daerah. Untuk itu, sosialisasi perlu dilakukan dengan model baru.

“Apa yang telah ditempuh oleh Ketua MPR dengan masuk ke lini-lini komunitas milenial ini merupakan terobosan. Cara-cara baru ini yang akan memandu kita untuk berubah," jelas Bupati Banyuwangi tersebut.

Apalagi, lanjut Anas, pandemi Covid-19 dan tatanan baru telah menimbulkan kembali semangat gotong royong yang merupakan salah satu nilai Pancasila dan telah menjadi bagian dari keseharian kita.

"Harapannya dengan adanya MoU dan webinar yang kita lakukan ini, kami para bupati bisa mendengar langsung bagaimana cara-cara agar empat pilar MPR RI ini sampai ke generasi-generasi baru kita, terutama kepada para generasi milenial maupun generasi Z," imbuh Anas.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengakui kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI kurang begitu populer.

“Namun, kita harus tetap semangat mencari cara-cara baru dalam memberikan pembelajaran dan pemahaman agar nilai-nilai Pancasila tertanam di setiap generasi di tengah derasnya arus informasi dan teknologi," ungkap Bamsoet.

Dirinya pun mengingatkan untuk tetap waspada terhadap ancaman seperti rusaknya gaya hidup generasi muda. Ia pun kembali mengingatkan kepada generasi muda akan pentingnya nilai-nilai, budi pekerti dan filosofi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

UUD 1945 Pasal 18 (1), lanjut Bamsoet, menyebutkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi, kabupaten dan kota, yang dalam konteks implementasinya, pemkab menjadi ujung tombak dalam mengatur dan mengelola tata pemerintahan dan tatanan kehidupan masyarakat di daerah.

"Semangat membangun daerah diselaraskan dengan semangat membangun ikatan kebangsaan dan nasionalisme. Inilah harapan dan cita-cita kita dalam berbangsa dan bernegara," katanya.

Bamsoet pun mengharapkan para bupati yang tergabung di Apkasi untuk berperan aktif menyampaikan narasi-narasi kebangsaan yang berisikan nilai-nilai luhur, baik kepada perangkat daerah maupun kepada seluruh lapisan masyarakat.

Dinamika kehidupan masyarakat di 416 kabupaten anggota Apkasi ini disebut berkaitan dengan kehidupan nasional maupun global. Karenanya, MPR konsisten membangun karakter bangsa melalui pemasyarakatan empat pilar MPR RI kepada seluruh elemen bangsa.

"Biar gampang, kita mengingat 4 pilar MPR RI ini sebagai PBNU, P merupakan singkatan untuk Pancasila, B untuk singkatan Bhineka Tunggal Ika, N untuk singkatan NKRI dan U untuk menyebutkan UUD 1945," tambah Bamsoet.

Sosialisasi empat pilar ini bertujuan untuk membangun rumah kebangsaan, mengawal ideologi Pancasila dan kedaulatan rakyat. MPR saat ini juga sudah mulai menggunakan berbagai media sosial termasuk Youtube untuk menjangkau anak muda.

Menurut Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin, kegiatan sosialisasi perlu lebih ditata dan terstruktur dengan target audiens yang jelas.

"Saya melihat materi sosialisasi empat pilar ini sangat bagus, sehingga kalau misalnya diprioritaskan kepada dunia pendidikan para siswa dan para mahasiswa. Saya yakin outputnya bisa terukur,” kata Ade.

Pada kesempatan yang sama, Ade juga membahas terkait persoalan pendidikan daring di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, masih banyak desa-desa yang tidak terjangkau sinyal provider telekomunikasi.

“Jadi warga kami yang di desa-desa ini tidak bisa ngapa-ngapain. Guru mau ke rumah-rumah juga tidak memungkinkan karena jangkauannya terlalu luas," ujar Ade.

"Mohon kiranya dibantu oleh pemerintah untuk menghimbau agar provider-provider itu di tengah Covid-19 ini mau memperhatikan kebutuhan orang-orang desa dengan membangun dan masuk ke desa-desa yang masih banyak blank spotnya," tutupnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Soal Larangan Paham Khilafah di Indonesia, Ini Penjelasan Ma'ruf Amin

Soal islami atau tidak, Ma'ruf Amin menjelaskan bahwa yang islami bukan hanya khilafah.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Masih Jet Lag, Maria Pauline Belum Diperiksa

Penyidik masih memberi kesempatan pada perempuan berusia 62 tahun ini untuk beriistirahat setelah menjalani perjalanan panjang dari Serbia.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Jubir Gugus Tugas Ungkap Penyebab Naiknya Kasus Positif Covid-19

Menurut Achmad Yurianto ketidaksiplinan mengenakan masker menjadi penyebab penambahan kasus positif Covid-19.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Polisi Hentikan Kasus THR Rektor UNJ, KPK Pasrah

KPK seakan pasrah dengan langkah Polda Metro Jaya menghentikan kasus dugaan pemberian THR yang melibatkan Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Komarudin.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Rumah Sakit di Sumut Mulai Kewalahan Tangani Pasien Covid-19

Peningkatan jumlah kasus yang melonjak ini mengakibatkan rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 menjadi penuh.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Yasonna Ungkap Ada Upaya Suap untuk Gagalkan Ekstradisi Maria Lumowa

Yasonna mengaku mendapat informasi bahwa sempat ada upaya suap terhadap otoritas Serbia agar Maria tidak dibawa ke Tanah Air.

NASIONAL | 9 Juli 2020

KPK dan Kemdes Bahas BLT Dana Desa

Pemaparan data yang lengkap terkait progres dan latar belakang penerima BLT dana desa oleh Kemdes PDTT menuai apresiasi KPK.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Jokowi Tinjau Lokasi Pengembangan Lumbung Pangan Nasional di Kabupaten Kapuas

Lokasi lumbung pangan pertama ditinjau Presiden Jokowi adalah lahan di Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Rapat dengan KPK, Mendes Beberkan Progres BLT Dana Desa

Di hadapan KPK, Mendes Abdul Halim Iskandar menyatakan penyaluran BLT dana desa sudah mencapai 97%.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Pemerintah Pastikan Kejar Aset Maria Pauline Pembobol BNI Rp 1,7 Triliun

Menkumham Yasonna Laoly mengatakan, asset recovery dilakukan setelah proses hukum terhadap Maria Pauline Lumowa berjalan di Bareskrim Polri.

NASIONAL | 9 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS