Ketua DPP PDIP Ingatkan Pemilihan Bobby di Pilwalkot Medan Adalah Keputusan Partai
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Ketua DPP PDIP Ingatkan Pemilihan Bobby di Pilwalkot Medan Adalah Keputusan Partai

Kamis, 30 Juli 2020 | 17:36 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) bidang Keanggotaan dan Organisasi, Sukur Nababan, mengingatkan kader partai di Medan, Sumatera Utara, bahwa keputusan calon kepala daerah yang diusung di Pilwalkot Medan sudah berdasarkan hasil pleno DPP PDIP yang dipimpin Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Maka siapapun yang akhirnya diusung, termasuk apabila itu adalah menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) Bobby Nasution, maka itu sudah berdasarkan aturan dan dilaksanakan sesuai etika yang ada.

Dijelaskan oleh Sukur, PDIP sudah memiliki mekanisme baku dalam segala proses. Dengan aturan yang sudah pasti, maka semua anggota harus mengikuti semua aturan itu jika masih ingin berada di PDIP.

Nah terkait dengan Pilkada 2020 di 270 wilayah, siapapun berhak untuk mendaftar sebagai bakal calon dengan proses politik sesuai aturan yang ada. Di PDIP, aturannya dimulai dari bawah, di mana pengurus cabang mengumpulkan aspirasi yang diteruskan ke pengurus tingkat provinsi. Dan proses itu tidak boleh dipotong-potong.

Kemudian bakal calon juga bisa mendaftar di pengurus tingkat provinsi, baik kader maupun nonkader. Jika kemudian si pendaftar bersedia sekalian menjadi kader, maka sekalian diuruskan kartu anggotanya. Selanjutnya, pengurus tingkat provinsi akan menyerahkan ke pengurus pusat (DPP).

"Dan oleh DPP, keputusan final diambil melalui rapat pleno DPP yang dihadiri ketua umum Partai (Megawati Soekarnoputri, red)," kata Sukur Nababan, Kamis (30/7/2020).

Dan di dalam rapat yang dipimpin oleh Megawati itulah semua aspek dan hal dibahas. Ada 27 orang pengurus tingkat DPP yang menyampaikan informasi yang diperolehnya dan sifatnya rahasia, tak boleh dikeluarkan ke publik.

"Saya tidak bisa, ini kita orang Timur, saya tidak bisa menjelaskan kenapa si A tidak kami pilih, itu kan tidak etis, buka borok orang. Tetapi yang bisa saya jelaskan kenapa orang B dipilih, kan begitu. Saya disumpah untuk tidak menyampaikan informasi itu ke mana-mana, tugas saya memastikan itu. Itu hanya konsumsi kami dan itulah nanti parameter pengambilan keputusan," bebernya.

Lebih lanjut, Sukur mengatakan harus dipahami bahwa di PDIP, setiap kader harus memahami bahwa setiap keputusan dibuat berdasarkan ideologi, serta prinsip jabatan adalah pengabdian dan bukan tujuan. Dalam berpartai di PDIP, tujuan utama itu adalah menyejahterakan rakyat serta bekerja untuk rakyat.

Terkait dengan Bobby, Sukur mengatakan sampai sekarang pun PDIP belum mengumumkan keputusan final terkait pilwalkot Medan. Namun publik bisa membuka jejak digitalnya, di mana Bobby memang mendaftar ke DPD PDIP Medan dan sekaligus diberi kartu tanda anggota.

"Dan itu semua tanpa ada jaminan dia mendapat rekomendasi. Menurut kamu, sebagai menantu Presiden, bagaimana? Tapi dia ikuti semua proses itu. Jadi, tidak ujug-ujug suruh stafnya dan dia duduk tenang-tenang, tiba-tiba PDIP memberi rekomendasi. Kalau itu kami lakukan, tak benar dan saya akan merasa dilecehkan kalau begitu modelnya," beber Sukur.

"Tetapi kalau dia ikuti semua proses itu, sebagai anak bangsa mengikuti aturan di kami, ya saya harus hormati dong. Dia menghormati partai kami, maka saya harus menghargai. Hidup itu kan harus begitu."

"Bobby menghormati partai saya, dia ikuti semua prosedural. Nah, kami tidak ada dari awal (memberi kepastian, red), semua itu disaring. Keputusan DPP sudah ada ke Bobby belum? Belum kan," kata Sukur.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bansos Covid-19 Dinilai Menguntungkan Petahana

Pembagian bansos saat pilkada bisa menguntungkan petahana.

POLITIK | 30 Juli 2020

Ketua DPP PDIP Sindir Pengurus Medan Lebih Loyal ke Akhyar daripada Partai

Sukur Nababan menyatakan bahwa konsolidasi partainya takkan terganggu hanya karena ada kader partai di Medan yang memilih lebih loyal kepada Akhyar Nasution.

POLITIK | 30 Juli 2020

Refleksi Kudatuli, PDIP: Tugas Partai Berjuang untuk Rakyat

Huru-hara politik 27 Juli 1996 masih melekat pada kader-kader PDIP.

NASIONAL | 30 Juli 2020

Demokrat Dukung Pemerintah Tangani Pandemi Covid-19

Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan bahwa dibutuhkan persatuan menyikapi krisis akibat pandemi Covid-19.

POLITIK | 29 Juli 2020

Zulkifli Hasan Bantah Vernita Syabilla Kader PAN

Zulkifli Hasan menegaskan artis Vernita Syabilla bukan kader Partai Amanat Nasional.

POLITIK | 29 Juli 2020

Formappi Kritisi Anggota DPR Dapat Uang Reses tapi Tidak Turun Dapil

Waktu reses malah lebih banyak tinggal di Jakarta. Padahal anggaran tiap kali reses sangat besar yaitu mencapai Rp 300 juta per anggota.

POLITIK | 29 Juli 2020

DWS: Mulailah Menanam demi Masa Depan Manusia

Politisi Partai Gerindra Danang Wicaksana Sulistya (DWS) mengingatkan bumi adalah rumah bersama bagi manusia

POLITIK | 26 Juli 2020

Pimpinan DPR Harus Konsisten Larang Sidang di Masa Reses

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lusius Karus meminta pimpinan DPR agar konsisten melarang sidang di masa reses.

POLITIK | 28 Juli 2020

Komjak Minta Keterangan Aspri Eks Menpora Soal Aliran Uang ke Mantan Jampidsus

Komisi Kejaksaan (Komjak) tengah mendalami pernyataan Miftahul Ulum mengenai aliran dana kepada eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman.

POLITIK | 28 Juli 2020

Defisit Diperlebar 5,2 Persen di RAPBN 2021, Ini Tanggapan PDIP

PDIP bisa memahami sikap Pemerintah yang akan menaikkan defisit anggaran dalam RAPBN) 2021 menjadi 5,2 persen dari sebelumnya 4,7 persen terhadap PDB

POLITIK | 28 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS