Ketua DPP PDIP Sindir Pengurus Medan Lebih Loyal ke Akhyar daripada Partai
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Ketua DPP PDIP Sindir Pengurus Medan Lebih Loyal ke Akhyar daripada Partai

Kamis, 30 Juli 2020 | 16:58 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) bidang Keanggotaan dan Organisasi, Sukur Nababan, menyatakan bahwa konsolidasi partainya takkan terganggu hanya karena ada kader partai di Medan yang memilih lebih loyal kepada Akhyar Nasution dibanding kepada partai sendiri hanya karena dipicu Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) 2020.

Hal itu disampaikan Sukur ketika ditanya soal kabar bahwa sejumlah pengurus cabang PDIP di Medan memilih keluar karena ikut Akhyar Nasution maju di Pilwalkot Medan diusung Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Akhyar sendiri adalah kader PDIP yang merupakan petahana, dan bersaing dengan Bobby Nasution, menantu Presiden Joko Widodo yang juga maju pilwalkot dan berpeluang besar diajukan PDIP.

Menurut Sukur, masuk menjadi kader PDIP dan mendapat jabatan di struktural partai adalah sebuah kehormatan. Sama sekali tak mudah untuk bisa menjadi pengurus partai di PDIP. Bila ada kemudian kader yang tak bisa menghargai hal tersebut, maka adalah haknya untuk keluar dari partai.

"Kalau mau menghalalkan segala cara itu hak dia. Mau lebih loyal kepada Akhyar, daripada ke PDI Perjuangan dan aturannya, itu kan hak. Bahwa itu adalah lebih loyal ke Akhyar daripada ke partai, padahal yang membesarkan mereka partai. Jadi, haknya itu," ujar Sukur Nababan, Kamis (30/7/2020).

Yang jelas, Sukur mengatakan bahwa sejarah telah membuktikan bahwa konsolidasi partai tidak akan terganggu dengan keputusan individu yang memilih lebih loyal kepada individu lain.

"Banyak kader PDI Perjuangan yang ingin menjadi pengurus. Jadi yang keluar itu nggak akan mengganggu konsolidasi," imbuh Sukur.

Dia hanya mengingatkan kepada seluruh kader, bahwa berpartai adalah pengabdian, dan bukan loyalitas kepada orang per orang, namun kepada komitmen dan aturan bersama yang telah disepakati di partai.

"Jadi bukan loyal ke orang per orang," pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Refleksi Kudatuli, PDIP: Tugas Partai Berjuang untuk Rakyat

Huru-hara politik 27 Juli 1996 masih melekat pada kader-kader PDIP.

NASIONAL | 30 Juli 2020

Demokrat Dukung Pemerintah Tangani Pandemi Covid-19

Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan bahwa dibutuhkan persatuan menyikapi krisis akibat pandemi Covid-19.

POLITIK | 29 Juli 2020

Zulkifli Hasan Bantah Vernita Syabilla Kader PAN

Zulkifli Hasan menegaskan artis Vernita Syabilla bukan kader Partai Amanat Nasional.

POLITIK | 29 Juli 2020

Formappi Kritisi Anggota DPR Dapat Uang Reses tapi Tidak Turun Dapil

Waktu reses malah lebih banyak tinggal di Jakarta. Padahal anggaran tiap kali reses sangat besar yaitu mencapai Rp 300 juta per anggota.

POLITIK | 29 Juli 2020

DWS: Mulailah Menanam demi Masa Depan Manusia

Politisi Partai Gerindra Danang Wicaksana Sulistya (DWS) mengingatkan bumi adalah rumah bersama bagi manusia

POLITIK | 26 Juli 2020

Pimpinan DPR Harus Konsisten Larang Sidang di Masa Reses

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lusius Karus meminta pimpinan DPR agar konsisten melarang sidang di masa reses.

POLITIK | 28 Juli 2020

Komjak Minta Keterangan Aspri Eks Menpora Soal Aliran Uang ke Mantan Jampidsus

Komisi Kejaksaan (Komjak) tengah mendalami pernyataan Miftahul Ulum mengenai aliran dana kepada eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman.

POLITIK | 28 Juli 2020

Defisit Diperlebar 5,2 Persen di RAPBN 2021, Ini Tanggapan PDIP

PDIP bisa memahami sikap Pemerintah yang akan menaikkan defisit anggaran dalam RAPBN) 2021 menjadi 5,2 persen dari sebelumnya 4,7 persen terhadap PDB

POLITIK | 28 Juli 2020

Pemerintah Diimbau Beri Kuota Internet untuk Anak Sekolah

Pemerintah diminta memberikan kuota internet gratis kepada anak sekolah agar proses pembelajaran jarak jauh bisa terjamin.

POLITIK | 28 Juli 2020

DPR Akan Gelar Rapim Bahas Djoko Tjandra

Pimpinan DPR RI akan segera menggelar Rapim untuk membahas penyelesaian polemik antara Komisi III DPR dengan Wakil Ketua DPR terkait Djoko Tjandra.

POLITIK | 28 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS