INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Tunggakan Honor Panpel Asian Games 2018 Kembali Jadi Sorotan

Kamis, 9 Juli 2020 | 21:36 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Ikatan Keluarga Panitia Pelaksana (Ikapan) Asian Games 2018 kembali menyorot dan meminta kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) yang menjadi Pengguna Anggaran (PA) mencari solusi secepatnya terkait tertundanya honorarium serta insentif bonus Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc) periode kerja Januari-Agustus 2016.

Mereka berharap masalah yang sudah diderita Panpel AG 2018 sejak empat tahun lalu bisa tuntas. Adapun tunggakan honor yang belum dibayarkan yakni Rp 12 miliar untuk sekitar 240 orang panitia periode kerja Januari hingga Agustus 2016.

Selain itu, ada bonus yang dijanjikan pemerintah untuk 700 panitia senilai dua kali gaji juga belum dibayarkan. Padahal, pekan olahraga tingkat Asia itu sudah berlalu sejak dua tahun lalu. Sejak dijanjikan pada Desember 2018, permasalahan tersebut hingga kini masih belum tuntas.

Hal itu ditekankan dalam kesimpulan saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Komisi X DPR RI dengan Ikapan Asian Games 2018. Rapat yang juga digelar secara virtual itu bertujuan untuk memperjuangkan pencairan honor dan insentif bonus yang berlarut-larut tidak kunjung selesai, di Ruang Rapat Komisi X, DPR RI, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Berlarut-larutnya masalah honorarium tersebut, dinilai mencederai semangat untuk memajukan olahraga nasional karena upaya masyarakat yang ingin membantu penyelenggaraan tidak mendapat penghargaan.

"Saya miris mendengar hal tersebut, ketika ada identitas panitia, ada wujud kerjanya di event negara tidak dibayarkan. Kami mendesak Kempora, Dirjen Anggaran, BPKP, dan Kejaksaan Agung untuk menyelesaikan secepatnya masalah honorarium dan bonus panitia pelaksana Asian Games 2018,” ujar Wakil Ketua Komisi X DPR, RI, Dede Yusuf dalam keterangan yang diterima Beritasatu.com.

Untuk itu Komisi X DPR RI akan memanggil beberapa pihak untuk mengurai persoalan tunggakan honor dan bonus Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc) yakni Menpora Zainudin Amali, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengurai persoalan tersebut.

Persoalan ini muncul saat adanya review dari BPKP pada 28 November 2019 yang mempermasalahkan dua hal. Pertama, tidak adanya dasar kebijakan pembayaran honorarium yang ditetapkan Ketua Panitia Pelaksana Inasgoc.

Kedua, tidak diterimanya keluaran (output) dari setiap uraian tugas/jabatan yang menjadi bukti kinerja masing-masing Panpel. Review BPKP itu hanya mempertimbangkan akan membayar penuh gaji tiga departemen saja, yakni General Affairs, Finance, dan Procurement. Padahal tiga departemen tersebut merupakan departemen pendukung.

Sementara, tujuh departemen yang terlibat secara teknis yakni Transportation, Accommodation, Catering, Accreditation, Media PR, Promotion, Games Look & Socialization, dan Arrival Departure justru tidak dibayarkan.

“Tujuh departemen yang di-review BPKP tidak dicantumnya besaran gajinya, alias hanya Rp 0. Padahal mereka bekerja keras dalam menyiapkan enam kegiatan besar persiapan Asian Games 2018 pada tahun 2016 tersebut. Hal ini jelas melukai profesionalisme panpel Inasgoc. Review BPKP itu juga tidak sesuai karena tidak seluruh panitia mendapatkan haknya atas gaji Panpel Inasgoc 2016. Oleh sebab itu, kami terus memperjuangkan," kata Juru Bicara Ikapan AG 2018, Johanna Ambar yang di tahun 2016 bertugas di Direktorat Akomodasi Asian Games 2018.

Sebelumnya pada rapat kerja Komisi X DPR RI dengan Menpora Zainudin Amali secara virtual pada Mei 2020 lalu, membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan kendala tersebut karena adanya permasalahan di dasar hukum yang mendasari pembentukan kepanitiaan.

Rencananya Kempora akan mencari jalan tengah. Sebab, sampai ini Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) melarang soal pengeluaran anggaran untuk pembayaran honor tahun 2016 sebagian panitia Inasgoc.

"Kami bisa saja mengeluarkan karena sebelum saya masuk menjadi menteri tuntutan pertama adalah itu. Kemudian saya konsultasi dengan BPK, apakah itu bisa dilakukan, ternyata tidak boleh. Ada kealfaan dasar hukum pada saat awal, euforia kita menjadi Asian Games itu begitu besar, sehingga kita tidak teliti tentang landasan-landasan hukum yang mendasari kepanitian itu,” jelas Menpora.

Meski demikian dirinya akan tetap mengusahakan agar hak-hak dari para panitia Asian Games 2018 bisa didapatkan. Menpora bahkan sudah melaporkan ke Menteri Keuangan dan Menteri PMK untuk turut bisa menyelesaikan permasalahan ini.

“Sebagai upaya, saya sudah menulis surat ke Menko PMK dan juga ke Kementerian Keuangan. Mohon diberi jawaban yang pasti supaya teman-teman yang sudah bekerja sebagai panitia Inasgoc yang sudah sukses itu juga mendapatkan haknya. Mudah-mudah-mudahan itu yang kita tunggu. Tentu hal ini akan kami jadikan pelajaran berharga untuk membentuk kepanitiaan Piala Dunia U-20. Kami tidak mau itu terulang lagi,” tutup dia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Menpora Tekankan Pentingnya Sport Science

Menurut Menpora Zainudin Amali dengan sport science kita bisa mengukur kemampuan, dan talenta-talenta yang ada bisa diarahkan.

OLAHRAGA | 9 Juli 2020

Jason dan Halim Lolos ke Semifinal Liga PB Djarum

Dua atlet remaja PB Djarum, Jason Christ Alexander dan Halim Hokiarto lolos ke semifinal Liga PB Djarum mewakili Grup A.

OLAHRAGA | 9 Juli 2020

4 Unggulan Pimpin Klasemen di PBSI Home Tournament

Anthony Sinisuka Ginting, Chico Aura Dwi Wardoyo, Shesar Hiren Rhustavito, dan Jonatan Christie tak terkalahkan sepanjang laga penyisihan.

OLAHRAGA | 9 Juli 2020

Fernando Alonso Kembali ke F1 Bersama Renault

Fernando Alonso akan membela Renault untuk ketiga kalinya, setelah sebelumnya juga bersama mereka pada 2008 dan 2009.

OLAHRAGA | 8 Juli 2020

Bintang Ruzana Mulai Terlihat Bersinar

Pebulutangkis muda PB Djarum, Ruzana mulai menampakkan sinarnya dengan memetik kemenangan pertama pada dua kategori yang diikuti pada Liga PB Djarum.

OLAHRAGA | 8 Juli 2020

Pemain Unggulan Masih di Atas Angin

Pemain unggulan pelatnas tunggal putra masih berada di atas angin saat babak penyisihan grup PBSI Home Tournament.

OLAHRAGA | 8 Juli 2020

Atlet Terus Berlatih, Voli DKI Ditargetkan Raih Emas di PON Papua

PBVSI DKI Jakarta menjalani tes fisik dan kesehatan selama dua minggu sekali dan ini untuk membangkitkan stamina dan daya juang demi emas PON Papua.

OLAHRAGA | 6 Juli 2020

Hamilton Terkena Penalti, Bottas juara seri pembuka F1 di Austria

Bottas mendominasi balapan sepanjang 71 putaran di Red Bull Ring dari start hingga finis.

OLAHRAGA | 6 Juli 2020

IBL Mulai Verifikasi Calon Kandidat Peserta Baru

Tim verifikasi telah melakukan rapat untuk memproses pengajuan para calon kandidat.

OLAHRAGA | 5 Juli 2020

Liga PB Djarum Digelar untuk Tingkatkan Kualitas Pebulutangkis Muda

PB Djarum menggelar Liga PB Djarum 6-11 Juli 2020 di GOR Djarum Kudus, Jawa Tengah. Liga ini dimaksud untuk meningkatkan kualitas para pebulutangkis muda.

OLAHRAGA | 5 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS