511 Pejabat Dilantik Virtual, Ganjar Ingatkan Soal Jogo Kerjo
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

511 Pejabat Dilantik Virtual, Ganjar Ingatkan Soal Jogo Kerjo

Jumat, 7 Agustus 2020 | 19:20 WIB
Oleh : Stefy Thenu / JAS

Semarang, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melantik 511 pejabat administrator, pejabat pengawas dan pejabat fungsional di lingkungan Pemprov Jawa Tengah, Jumat (7/8/2020), di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang. Pelantikan ini menjadi yang pertama yang dilakukan secara virtual di lingkungan Pemprov Jateng.

Pengambilan sumpah/janji jabatan dilakukan secara simbolis pada empat peserta sebagai perwakilan dari agama Islam, Kristen, Katholik, dan Hindu. Sebanyak 507 peserta lainnya mengikuti prosesi pelantikan melalui aplikasi Zoom di layar yang ditempatkan di kantornya masing-masing.

Prosesi pelantikan, baik di Gedung Gradhika maupun di setiap kantor dilakukan dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan Covid-19. Di Gradhika, peserta yang hadir dibatasi hanya 19 orang, antara lain Gubernur, Wakil Gubernur Taj Yasin, Sekretaris Daerah Herru Setiadhie, Asisten 1 dan 2, serta rohaniwan.

Para peserta pelantikan mengenakan masker, sarung tangan, face shield, maupun google glass, dan duduk di kursi yang telah diatur berjarak dua meter.

Hal yang sama tampak di aula kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah, Jalan Siliwangi, Semarang. Pelantikan diikuti 20 orang di aula Kantor Dishub melalui dua layar yang telah disiapkan. Para peserta mengenakan APD dan duduk berjarak dua meter dari peserta lain

Kepada seluruh peserta pelantikan, Ganjar berpesan untuk selalu menjaga kesehatan dan saling mengontrol sehingga tidak ada lagi klaster-klaster perkantoran. Terlebih, kluster perkantoran saat ini menjadi catatan di Indonesia.

Pemprov Jateng bersama instansi terkait akan terus menangani penyebaran virus corona dan tidak akan berhenti melakukan tes kepada warga guna mencegah penularan Covid-19.

"Jogo Tonggo sudah jalan, maka sekarang kita tingkatkan Jogo Kerjo di masing-masing OPD. Kami minta para pejabat yang dilantik terus mengontrol anak buahnya. Termasuk program yang berhubungan dengan masyarakat, dunia usaha, serta keagamaan," kata Ganjar.

Ganjar menjelaskan, Jogo Kerjo di tengah pandemi tidak hanya menyangkut penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 di lingkungan perkantoran, namun juga terkait ekonomi dan sektor lainnya. Ganjar meminta semua OPD ikut membangkitkan ekonomi dengan mempercepat penyerapan anggaran sehingga perekonomian Jateng menggelinding dan pertumbuhan ekonomi kembali meningkat.

"Karena ini birokrasi dan ada pertanggungjawaban keuangan rakyat dan negara, maka saya peringatkan jaga integritas, jangan mudah tergoda hadiah-hadiah. Saya peringatkan semuanya, karena kemudahan-kemudahan ini akan mendorong orang untuk kolusi dan korupsi," katanya.

Ia menyebutkan, berbagai upaya telah dilakukan Pemprov Jateng untuk meningkatkan daya beli masyarakat di tengah pandemi. Termasuk membantu masyarakat terdampak Covid-19 dan mendorong para ASN untuk membeli produk-produk UMKM, membeli kebutuhan sehari-hari di warung-warung tetangga, serta berbelanja produk karya pekerja korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Para OPD saya dorong membeli produk UMKM untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau bingung datanya dari mana bisa meminta kepada Dinas Koperasi dan UMKM. Saya tidak hentinya mengajak ASN dan warga untuk membeli produk teman sendiri dan berbelanja di warung tetangga," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Nadiem Beberkan Hambatan Pembelajaran Jarak Jauh

Ada juga orangtua yang kesulitan memotivasi anak-anaknya untuk belajar.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Pemerintah Resmi Buka Sekolah di Zona Kuning

Pemerintah pusat telah memutuskan untuk membuka sekolah di zona kuning.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Kasus Jaksa Pinangki, Komjak Kirimkan Rekomendasi ke Presiden

Komjak tetap akan mengirimkan rekomendasi kasus Jaksa Pinangki Malasari ke Presiden Joko Widodo kendati Kejagung belum mengirimkan laporan hasil pemeriksaan.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Presiden Arahkan Pelonggaran Sekolah, tetapi Tetap Waspada

Kegiatan belajar mengajar tatap muka secara langsung tersebut diperbolehkan untuk daerah yang termasuk dalam kategori zona hijau dan zona kuning.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Terkait Skandal Joko Tjandra, ICW Dorong Kejagung Reformasi Besar-besaran

ICW mendesak Kejaksaan Agung untuk tidak hanya merotasi sejumlah pejabat, tetapi melakukan reformasi besar-besaran di lembaga itu.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Pelaku Bom Molotov ke PDIP Cianjur Sempat Terekam CCTV

Pelaku pelemparan bom molotov ke Kantor DPC PDIP Kabupaten Cianjur sempat terekam kamera CCTV.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

PDIP Cianjur Kembali Diserang Molotov, Kader Jabar Diinstruksikan Siaga I

DPP PDIP meminta seluruh kader dan simpatisan Partai khususnya di wilayah Jawa Barat, untuk siaga I atas sejumlah pelemparan bom molotov ke kantor partai.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Terpapar Covid-19, Plt Wali Kota Medan Kabarkan Kondisi Kesehatan Baik

Akhyar Nasution mengungkapkan, hari ke-14 setelah menjalani perawatan medis akibat terpapar virus corona, kondisinya masih dalam keadaan baik dan stabil.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Mendagri: Proteksi Diri dengan Masker

Tito Karnavian mengemukakan masker adalah alat proteksi diri yang baik dalam melawan wabah virus corona atau Covid-19.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

BMKG Pantau 41 Titik Panas di Sumut

BMKG memantau, ada 41 titik panas ("hotspot") yang tersebar di dalam hutan dan perbukitan pada 9 kabupaten maupun kota di Sumut.

NASIONAL | 7 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS