Dilaporkan, Hadi Pranoto Siap Ikuti Aturan Hukum

Dilaporkan, Hadi Pranoto Siap Ikuti Aturan Hukum

Selasa, 4 Agustus 2020 | 16:33 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Hadi Pranoto yang mengaku menemukan herbal untuk mengobati Covid-19, siap mengikuti aturan hukum pasca-dilaporkan Ketua Cyber Indonesia Muannas Alaidid terkait kasus dugaan pelanggaran tindak pidana ITE dan atau menyebarkan berita bohong ke Polda Metro Jaya.

"Saya ikutin saja aturan hukum yang ada di Indonesia terkait video semuanya," ujar Hadi, Selasa (4/8/2020).

Kendati demikian, Hadi mengatakan, setiap pelaporan ada konsekuensinya. Apabila laporan Muanas Alaidid membunuh karakternya, kapabilitas dan pencemaran nama baik, maka dia akan membuat laporan balik, serta meminta ganti rugi sebesar 10 miliar dolar AS.

"Dalam proses pelaporan saudara Muannas itu ya, semuanya ada konsekuensinya. Kalau itu membuat mematikan karakter saya dan kapabilitas saya, kemudian memberikan pencemaran nama baik terhadap saya, saya akan lapor balik. Saya akan meminta ganti rugi materil dan imateril kepada saudara pelapor 10 miliar US dollar (dolar AS). Itu tidak seberapa 10 miliar dollar itu dibanding hasil karya yang saya dapatkan. Jadi ya semuanya itu pasti ada konsekuensinya," ungkapnya.

Hadi menyampaikan, semua yang dilakukannya adalah untuk kepentingan bangsa dan negara, bukan pribadi. Dia pun memastikan sudah melakukan riset atas herbal racikannya yang dinilai mampu mengobati Covid-19.

"Saya melakukan riset itu akan saya persembahkan semuanya untuk kepentingan negara," katanya.

Hadi menjelaskan, herbal racikannya sama seperti jamu gendong supaya badan segar dan kuat, sehingga tidak gampang terserang flu. "Jadi herbal ini kalau kita minum bisa menguatkan badan kita, bisa membuat antibodi kita bagus kemudian kita akan terbebas dan bisa melawan Covid. Kalau kondisinya kita lemah dan loyo dan tidak punya kemampuan untuk melawan Covid ya, kita pasti akan terinfeksi oleh Covid," ucapnya.

Menyoal apakah herbalnya sudah melalui penelitian, Hadi menegaskan, sudah pasti dan ada hasilnya. "Sudah pasti. Kalau tidak ada hasil ya tidak mungkin masyarakat mau mengkonsumsi minta lagi. Kemudian ini sudah dikasih minta lagi terus," ujar Hadi.

"Mereka menyampaikan, "Pak badan saya jadi enak, badan jadi segar, saya bisa beraktivitas, saya bisa bekerja.' Nah itu kan satu hal yang baik dan saya membantu ini tujuannya untuk meringankan beban pemerintah. Pemerintah bisa kita support, kebijakan presiden kita bisa support. Kita bisa meringankan dan memberikan suatu dampak yang positif kepada masyarakat Indonesia yang saat ini terpapar Covid-19," jelasnya.

"Saya melakukan dari tahun 2000 dan sebenarnya di tahun 2019 meledaknya Covid itu kita juga samakan genetiknya Covid itu dengan herbal kita, ternyata ada senyawa yang memang bisa membunuh dan melemahkan virus Covid yang akan masuk ke dalam tubuh," tambahnya.

Hadi menuturkan, herbal buatannya berbentuk cairan berasal dari tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang dapat meningkatkan bakteri baik di dalam tubuh.

"Jadi di dalam tubuh manusia itu ada bakteri jahat, bakteri baik. Nah yang kita bunuh itu bakteri jahat dan bakteri baiknya itu kita bangkitkan lagi. Kita support lagi dengan herbal ini, sehingga dia menjadi suatu kekuatan secara alami dalam tubuh menjadi antibodi pada manusia, itu yang kita kembangkan. Jadi tidak ada sedikitpun efek samping dari herbal ini karena herbal ini semua berasal dari tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan," katanya.

Hadi mengklaim, herbalnya telah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). "Sudah kita sudah punya izin dari BPOM, makanya kita berani mengedarkan karena kita sudah punya izin dari BPOM. Kalau kita tidak punya izin BPOM tidak mungkin kami serahkan kepada masyarakat dan masyarakat kan pasti akan bertanya mana izin BPOM-nya," sebutnya.

Hadi menuturkan, pihaknya telah membagikan lebih dari 20.000 botol herbal kepada masyarakat. Dia juga akan memproduksi herbal itu lebih banyak lagi untuk dibagikan ke masyarakat kurang mampu secara gratis.

"Bukan percuma, gratis. Saya tidak pernah bilang percuma ya, saya bagikan gratis semua keilmuwan saya dan dedikasi saya ke negara dan rakyat untuk menyelamatkan saudara-saudara kita dari ancaman Covid-19," ungkap Hadi.

"Dan, satu lagi saya tidak pernah menjual belikan tetapi bagi orang yang tidak mampu. Tapi bagi orang yang mampu ya, masa orang mampu minta juga, bayar dong kasih penghargaan kepada tim riset untuk membuat lebih banyak lagi bagi masyarakat yang tidak mampu," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

India Tertarik Berinvestasi di Jawa Tengah

Sejumlah perusahaan India tertarik untuk investasi di Jawa Tengah. Hal itu diungkapkan Duta Besar India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Rancangan Perpres Tugas TNI Atasi Terorisme Tuai Sorotan

Ketua Setara Institute, Hendardi menyoroti Rancangan Peraturan Presiden (Ranperpres) terkait pelibatan TNI mengatasi aksi terorisme.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

BNN: Sabu di Karung Biji Jagung Tangerang dan Cikarang Kemungkinan Satu Produsen

BNN menyebutkan narkotika jenis sabu yang disembunyikan dalam karung biji jagung di Tangerang dan Cikarang kemungkinan satu produsen.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Kepercayaan Masyarakat, Modal Sosial Politik Erick Thohir Tangani PEN dan Covid-19

Erick Thohir diyakini mampu menyelesaikan tugas sebagai Ketua PEN serta menangani Covid-19.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Arus Balik Iduladha, Penumpang Pesawat Bandara Soetta Naik 28 Persen

PT Angkasa Pura II selaku operator Bandara Soetta mencatat kenaikan jumlah penumpang 28 persen selama arus mudik libur Iduladha 1441 H.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Hingga Awal Agustus, Realisasi Belanja Infrastruktur Kempupera Capai 44%

Hingga awal Agustus, belanja infrastruktur Kempupera mencapai 44,15 persen atau Rp 33,9 triliun.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Suami Jaksa Pinangki Dimutasi dari Bareskrim Polri

AKBP Napitupulu Yogi Yusuf dipindah dari jabatannya di Bareskrim Polri ke Biro Pengkajian dan Strategi Staf Logistik Polri.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Sekitar 50 Tenaga Medis di Sumut Terpapar Covid-19

Aris Yudhariansyah menyampaikan, jumlah tenaga medis yang terpapar Covid-19 di Sumut, sekitar 50 orang.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Pemberantasan Korupsi di Indonesia Belum Sinergis

Kontinuitas pemberantasan korupsi di antara Polisi, Kejaksaan, dan KPK harus diakui belum maksimal dan optimal.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Kejagung Telusuri Adanya Dugaan Pelanggaran Pidana Jaksa Pinangki

Kejagung masih terus mendalami kasus pertemuan antara mantan Jaksa Pinangki Sirna Malasari dengan buronan Djoko Tjandra.

NASIONAL | 4 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS