Mantan Panglima NII: Kelompok Teroris Manfaatkan Medsos Secara Masif
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Mantan Panglima NII: Kelompok Teroris Manfaatkan Medsos Secara Masif

Minggu, 7 Juni 2020 | 17:24 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / JAS

Jakarta, Beritasatu,com - Aksi penyerangan Polsek Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan (Kalsel) disebut-sebut telah menjadi inspirasi aksi terduga teroris yang ditangkap di sebuah depot pengisian air minum, Jalan Raya Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Mantan Panglima Negara Islam Indonesia (NII) Ken Setiawan, mengingatkan, pemahaman iman hijrah dan jihad versi teroris memang sangat masif dilakukan dan cenderung mendominasi di media sosial (medsos). Di sisi lain, kalangan tolerans seolah diam dan membiarkan hal itu terjadi.

"(Keberadaan) medsos sangat berpengaruh. Yang radikal tidak banyak, tapi mereka masif. Sedangkan yang toleran cenderung pasif," kata Ken Setiawan, di Jakarta, Minggu (7/6/2020).

Hal inilah yang pada akhirnya menimbulkan banyak kalangan muda bahkan remaja 16 tahun terpapar pemikiran radikal seperti dalam pengungkapan terduga teroris di sejumlah tempat.

Dijelaskan, penyimpangan makna iman hijrah dan jihad juga sebagai level tataran kelompok radikal. Mereka menafsirkan ayat-ayat sesuai kepentingan yang dikehendaki dan berupaya memengaruhi orang lain.

"Iman adalah level simpatisan atau terpapar tetapi belum bergabung, mereka meyakini atau membenarkan aksi terorisme, termasuk antipemerintah dan anti-Pancasila. Ini kelompok yang paling banyak dan berlanjut menjadi intoleransi, tidak menerima perbedaan, hanya diri dan kelompoknya saja yang dianggap benar," ungkapnya.

Walaupun hanya sebatas pemikiran, namun kelompok tersebut juga turut menyebarkan paham radikal dan terorisme, baik itu secara langsung maupun menggunakan medsos. Terrmasuk siap menyebarkan hoax, asalkan menguntungkan kelompoknya dan dan dapat menjatuhkan aparat, termasuk pemerintah.

Memasuki level selanjutnya, yakni hijrah atau pindah haluan dan pemikiran serta pindah negara. Di samping meyakini negara ini salah, tapi kelompok radikal juga hijrah bukan hanya lisan, tetapi di diaplikasikan dengan bergabung dan merekrut para simpatisan agar ikut melakukan hijrah atau pindah bersama dengannya.

"Kelompok yang sudah melakukan hijrah mereka aktif melakukan kajian dan pelatihan secara berpindah-pindah dengan alasan keamanan," ucap Ken.

Level berikutnya setelah hijrah adalah jihad yang merupakan final dari gerakan radikal. Hal tersebut dilakukan ketika tidak bisa melakukan perubahan dengan iman dan hijrah, maka terakhir dengan jihad yang mereka yakini dengan janji surga.

"Biasanya dengan amaliah bom bunuh diri atau dengan membunuh aparat, karena dinilai aparat adalah alat tagut yang akan memadamkan cahaya Allah. Itu kenapa banyak kejadian yang menjadi sasaran adalah aparat kepolisian," katanya mengingatkan.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kas Pemprov Sebesar Rp 1,9 Triliun Tertahan di Bank Banten

Kondisi inilah yang membuat Pemprov Banten sempat berencana meminjam Rp 800 miliar ke Bank Jabar dan Banten (BJB).

NASIONAL | 7 Juni 2020

TNI AD Investigasi Keberadaan Akun Palsu Prajurit

TNI AD telah bertindak mendorong proses hukum terhadap pemilik akun media sosial.

NASIONAL | 7 Juni 2020

Lewat Pedagang Ikan, Kasus Positif Covid-19 DIY Bertambah

Penambahan tiga kasus positif Covid-19 baru pada Sabtu di Yogyakarta, merupakan hasil "tracing" atau pelacakan kasus pemasok ikan.

NASIONAL | 7 Juni 2020

PPDB 2020 di Banten Gunakan Empat Jalur

Pendaftaran secara manual dimungkinkan kalau mengalami hambatan secara teknis maupun geografis.

NASIONAL | 7 Juni 2020

Prajurit Secara Humanis Ajak Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Prajurit di lapangan berinteraksi secara humanis mengajak masyarakat untuk tetap bersama-sama menjaga protokol kesehatan

NASIONAL | 7 Juni 2020

New Normal Diharapkan Dongkrak Kesejahteraan Petani

Kebijakan ini diharapkan menjadi pendongkrak kejayaan dan kesejahteraan petani kembali melalui dimulainya aktivitas hotel, restoran, katering dan perkantoran.

NASIONAL | 7 Juni 2020

Operasional Kapal, Pelni Susun Skenario New Normal

Pelni menyusun skenario penerapan tatanan new normal guna mengantisipasi kemungkinan pembukaan kembali kegiatan transportasi laut.

NASIONAL | 7 Juni 2020

Hari Ini, Jakarta Tertinggi dalam Pertambahan Kasus Positif Covid-19

Setelah beberapa hari ditempati Jatim, pada Minggu (7/6/2020), DKI Jakarta menjadi provinsi yang memiliki jumlah pertambahan kasus positif Covid-19 terbanyak.

NASIONAL | 7 Juni 2020

Tambah 591, Pasien Sembuh dari Covid-19 Torehkan Rekor

Sebanyak 591 pasien dinyatakan sembuh dari virus "corona" (Covid-19) selama data 24 jam sampai hari Minggu (7/6/2020). Ini rekor pasien sembuh selama ini.

NASIONAL | 7 Juni 2020

Update Covid-19: Bertambah 672, Kasus Positif Jadi 31.186

Menurut Achmad Yurianto, terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 672. Sehingga total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 31.186.

NASIONAL | 7 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS