Tangani Wabah Covid-19, Pemprov Bengkulu Pastikan Tak Pangkas Gaji dan Tunjangan PNS
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Tangani Wabah Covid-19, Pemprov Bengkulu Pastikan Tak Pangkas Gaji dan Tunjangan PNS

Jumat, 10 April 2020 | 14:39 WIB
Oleh : Usmin / JAS

Bengkulu, Beritasatu.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri menegaskan pemprov daerah ini tidak akan memangkas gaji dan tunjangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam menangani wabah penyebaran virus corona atau Covid-19 di daerah ini.

"Kita pastikan Pemprov Bengkulu, tidak akan memangkas gaji dan tunjangan PNS dalam membiayai penanganan Covid-19 di daerah ini, tapi kita merelokasi beberapa kegiatan yang tidak mendesak di APBD 2020. Kebijakan ini tidak akan menganggu hak ASN di kungkup Pemprov Bengkuku," kata Sekda Provinsi Bengkulu, Sabru Hamka, di Bengkulu, Jumat (10/4/2020).

Ia mengatakan, kebijakan Pemprov Bengkulu merelokasi kegiatan APBD 2020 berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp 30 miliar. Dana APBD sebanyak ini, akan digunakan Pemprov Bengkulu dalam mengatasi penanganan wabah virus korona di daerah ini.

Upaya lainnya yang dilakukan Pemprov Bengkulu dalam mendapatkan dana penanggulangan corona di daerah membuka donasi yang ditangani langsung oleh Biro Pemkesra Pemprov Bengkulu. Dana yang terkumpul dari para donasi akan dipergunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak langsung dari penyebaran wabah Covid-19 tersebut.

"Bagi warga Bengkulu baik perorangan, lembaga dan instansi swasta yang akan membantu penanganan wabah Covid-19 di Bengkulu, silakan disalurkan lewat rekening Biro Pemkesra Pemprov Bengkulu di BRI Cabang setempat. Berapapun besar sumbangan yang diberikan masyarakat akan kita salurkan ke warga kurang mampu yang terdampak wabah virus corona," ujarnya.

Hamka menambahkan, dana APBD yang berhasil dikumpulkan dari relokasi beberapa kegiatan 2020 sebesar Rp 30 miliar tersebut, akan dimanfaatkan untuk pembelian alat kesehatan, alat pelindung diri (APD) bagi petugas medis dan tenaga kesehatan yang menangani pasien terjangkit Covid-19.

Selain itu, dana tersebut akan digunakan bagi pengadaan paket sembako untuk warga kurang mampu alias miskin yang terkena dampak langsung dari wabah virus corona, seperti ojol, buruh harian, nelayan dan warga korban PHK akibat perusahaan tempat mereka bekerja tutup.

"Kita sudah menyiapkan sebanyak 40.000 paket sembako senilai Rp 24 miliar. Paket sembako ini akan dibagikan kepada warga kurang mampu di 10 kabupaten dan kota. Pembagian sembako ke warga kurang mamou ini akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan," ujarnya.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, kata Hamka sudah meminta Kepala Dinas Sosial (Dinsos) setempat, Iskandar ZO untuk mempersiapkan data penerima bantuan sembako tersebut. Dengan demikian, paket bantuan sembako ini sudah bisa disalurkan kepada warga dalam waktu dekat.

Warga yang akan menerima bantuan paket sembako ini, katanya, bukan warga miskin yang tercatat penerima bantuan pangan nontunai dan Program Keluarga Harapan (PKH), tetapi warga kurang mampu yang terdampak dari wabah virus corona, seperti terkena PHK, Ojol, buruh harian lepas dan kuli bangunan, serta nelayan miskin.

Sedangkan bagi warga penerima bantuan pangan non tunai dan PKH sudah dianggarkan dari dana APBN Kementerian Sosial (Kemsos) melalui Dinas Sosial (Dinsos) daerah ini. "Atas dasar inilah mereka tidak diberikan bantuan paket sembako dari dana APBD untuk penangulangan wabah Covid-19 di daerah ini," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lebong, Rosjonsyah mengatakan, untuk mengatasi dampak wabah virus korona di daerah ini telah menyiapkan dana APBD sebesar Rp 39 miliar. Dana ini diambil dari relokasi sejumlah kegiatan yang tidak mendesak dilaksanakan, termasuk dana perjalanan dinas bupati, wakil bupati, sekda, dan pejabat eselon II, III dan eselon IV pemkab setempat.

"Semua dana perjalanan dinas pejabat di lingkup Pemkab Lebong, kita pangkas untuk mengatasi biaya penanganan wabah virus corona di daerah ini. Soalnya, jika kita tidak menganggarkan dana Covid-19 maka dana transfer akan dipangkas pusat," ujarnya.

Dijelaskan, dana penanganan virus corona sebanyak itu, akan digunakan untuk kegiatan pencegahan Covid-19 di daerah ini, seperti pembelian masker medis dan tenaga kesehatan, masker untuk warga, APD petugas medis, obat-obatan, dan biaya kegiatan lainnya.

Selain itu, dana APBD tersebut juga akan digunakan untuk kegiatan jaring pengaman sosial berupa bantuan sembako kepada warga kurang mampu di daerah ini. "Ada sekitar 4.000 paket sembako akan kita bagikan ke warga miskin di Lebong dalam waktu dekat ini," ujarnya.

Penyaluran bantuan paket sembako ini kepada warga penerima melalui camat dan kades di daerah ini. "Sekarang Dinsos Lebong masih mendata warga yang pantas diberikan bantuan sembako korban dari dampak wabah corona di daerah ini," ujarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ephorus HKBP Ajak Umat Kristiani Refleksikan Diri Atas Covid-19

Ephorus HKBP Pendeta Darwin Lumbantobing mengajak untuk mengevaluasi dan merefleksikan diri dalam memperingati Jumat Agung di tengah masa sulit akibat Covid-19.

NASIONAL | 10 April 2020

Misbakhun Kritik Menkeu soal Stimulus Berdasar Kepatuhan Wajib Pajak

Misbakhun mengkritik Menkeu yang berencana memberikan stimulus perpajakan di masa pandemi virus "corona" (Covid-19) berdasar rekam jejak wajib pajak.

NASIONAL | 10 April 2020

Peringatan Jumat Agung Singgung Keagungan Sikap Pekerja Medis Covid-19

Pekerja medis rela merawat pasien Covid-19 meski mengetahui risiko tertular hingga meninggal.

NASIONAL | 10 April 2020

2 Lagi Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia di Kota Jayapura

Pasien laki laki usia 78 tahun yang meninggal dunia diduga tertular saat menghadiri pemakanan anaknya di Jakarta yang juga terinfeksi Covid-19 pada Maret lalu.

NASIONAL | 10 April 2020

Darurat Covid-19, Kemdikbud Gandeng TVRI Tayangkan Program Belajar dari Rumah

Untuk membantu para siswa belajar dari rumah selama masa pandemi Covid-19, Kemdikbud menggandeng TVRI menayangkan program "Belajar dari Rumah".

NASIONAL | 10 April 2020

Kapolri: Tak Boleh Ada Penutupan Jalan

Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan para Kapolda untuk melarang penutupan atau pemblokiran jalan dalam masa pandemi Covid-19.

NASIONAL | 10 April 2020

Ekonom: PSBB Takkan Efektif Jika Pemerintah Tak Potong Birokrasi Tes Corona

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) takkan banyak berguna apabila Pemerintah tak memotong rantai birokrasi dalam pengetesan Covid-19.

NASIONAL | 10 April 2020

Ini Pesan Jokowi kepada Masyarakat Indonesia Terkait Covid-19

Presiden Jokowi memberikan pesan kepada masyarakat Indonesia terkait Covid-19 melalui rekaman videonya.

NASIONAL | 10 April 2020

Instansi Pemerintah di Wilayah PSBB Diminta Laksanakan WFH Secara Penuh

Daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tetap menjalankan tugas di rumah atau work from home (WFH) secara penuh.

NASIONAL | 10 April 2020

Mencegah Penularan Covid-19, Kemag Ajak Semua Masyarakat Berdoa dari Rumah

Kementerian Agama mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan ibadah dan perayaan keagamaan dari rumah.

NASIONAL | 10 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS