Ganjar Pranowo: Darurat Sipil Tidak Perlu, Kalau Masyarakat Patuhi Jaga Jarak
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Ganjar Pranowo: Darurat Sipil Tidak Perlu, Kalau Masyarakat Patuhi Jaga Jarak

Selasa, 31 Maret 2020 | 14:23 WIB
Oleh : Stefy Thenu / JAS

Semarang, Beritasatu.com-Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyatakan sampai saat ini pihaknya masih menunggu peraturan dari pemerintah pusat terkait kebijakan darurat sipil. Menurutnya, sampai saat ini Peraturan Pemerintah (PP) terkait hal itu masih digodok dan belum diputuskan. Namun menurut Ganjar Pranowo, darurat sipil tidak diperlukan jika masyarakat dengan displin menjaga jarak.

"Sekarang sedang disiapkan, kami masih menunggu PP nya dari pusat. Sebentar lagi Menko PMK akan membicarakan itu dengan kami dan kami harap ada solusi terbaik," kata Ganjar Pranowo ditemui di rumah dinasnya, Selasa (31/3/2020).

Pemerintah merencanakan melakukan pembatasan sosial berskala besar dalam menghadapi penyebaran virus corona atau covid-19. Bahkan apabila kondisi memburuk, tindakan darurat sipil akan dilakukan sebagai opsi terakhir untuk mendukung kelancaran kebijakan itu.

Menanggapi pro-kontra rencana penerapan darurat sipil dalam pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar, Ganjar Pranowo menilai itu hal yang wajar. Ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir, karena tindakan darurat sipil diambil apabila kebijakan pembatasan sosial tidak berjalan efektif.

"Ketika melihat sebuah kebijakan tidak bisa efektif untuk dilaksanakan, memang harus ada perbaikannya. Kalau dilihat grafik perkembangannya naik terus, ada satu kejadian outbreaks, ya memang harus dibuat tindakan," tegasnya.

Meski begitu, Ganjar Pranowo menerangkan bahwa inti dari peraturan itu adalah jaga jarak. Kalau masyarakat patuh dan menjalankan itu, maka opsi itu tidak perlu dilakukan.

"Apa sih prinsipnya dari aturan itu? Ya jaga jarak. Saya tambahi, setiap masyarakat yang keluar rumah harus pakai masker, dengan cara itu maka bisa melindungi," ujarnya.

Ganjar Pranowo mengatakan, jika pemerintah menetapkan pembatasan sosial berskala besar dengan darurat sipil, pihaknya sudah siap melaksanakan.

Sebagai komando tertinggi di daerah dalam menjalankan kebijakan itu, Ganjar menegaskan sudah membuat satu protokol agar peraturan itu ditaati, dengan berbagai pertimbangan, termasuk sosial dan ekonomi.

"Saya sudah perintahkan seluruh bupati/wali kota menghitung sumber daya yang ada kecamatan sampai desa. Ada berapa toko logistik, bank, rumah sakit, suplai air bersih bagaimana. Kalau nantinya ini dilakukan dan mereka harus membantu, maka semua bisa dikelola dengan baik agar semuanya lancar," tegasnya.

Bahkan, percobaan sudah dilakukan dengan model isolasi di tingkat desa. Ia juga sudah menggerakkan Satpol PP, Linmas bekerja sama dengan TNI/Polri untuk menjadi polisi corona dan berkeliling memberikan edukasi pada masyarakat untuk jaga jarak.

"Sebenarnya kami sudah melakukan satu improvisasi di daerah, tentunya dengan mengedepankan kondisi sosial, kultural dan psikologis masyarakat," tandasnya.

Dikirim dari Yahoo Mail di Android



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Langkah Karantina Wilayah, Pelabuhan Kualatungkal Jambi Ditutup

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Tanjabbar, Agus Sanusi mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan surat permohonan kepada Kementerian Perhubungan di Jakarta.

NASIONAL | 31 Maret 2020

Pemprov Jateng Sediakan Nasi Kotak Gratis untuk Sopir Ojol

Titik pengambilan di depan gerbang Kantor Pemprov Jateng. Dimulai sejak pukul 11.00 WIB, 1000 nasi kota habis dalam waktu 30 menit.

NASIONAL | 31 Maret 2020

Tiga Warga Sulteng Positif Terjangkit Covid-19

Haris mengatakan, tambahan satu warga Palu yang positif corona itu, kini dirawat di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar, Sulawesi Selatan.

NASIONAL | 31 Maret 2020

Penanganan Virus Corona, Polri Dukung Penuh Jika Darurat Sipil Diterapkan

Polri mendukung penuh setiap kebijakan pemerintah terkait penanganan virus corona. Begitu juga apabila nantinya diputuskan penerapan darurat sipil.

NASIONAL | 31 Maret 2020

Cegah Covid-19, Kabupaten Tanjabtim Mulai Lakukan Karantina Wilayah

Tiga pintu masuk ke Tanjabtim sudah mulai ditutup, mulai Senin (30/3/2020).

NASIONAL | 31 Maret 2020

Lawan Covid-19, Anggota DPRD Ajak Warga Berjemur di Matahari Pagi

Yahdi bersama tokoh masyarakat setempat saling meningatkan tentang pentingnya berjemur diri di jam 10.00 WIT.

NASIONAL | 31 Maret 2020

100 Ribu Warga Jateng Sudah Mudik

Kini mereka tersebar ke berbagai daerah di Jateng, dari Wonogiri, Jepara, Purbalingga hingga Rembang.

NASIONAL | 31 Maret 2020

Status Sumut Dinaikkan Jadi Tanggap Darurat Covid-19

Status dinaikan dengan pertimbangan meningkatnya eskalasi orang terjangkit, sehingga dibutuhkan penanganan yang yang cepat.

NASIONAL | 31 Maret 2020

Bob Hasan Tutup Usia

Bob Hasan pernah menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan Indonesia pada Kabinet Pembangunan VII.

NASIONAL | 31 Maret 2020

Imported Case, Pemerintah Pantau 3.000 WNI dari Malaysia yang Datang ke RI

Jokowi dapat laporan dalam beberapa hari ini akan ada sekitar 3.000 pekerja migran yang kembali dari Malaysia ke Indonesia setiap harinya.

NASIONAL | 31 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS