Mendikbud: Pembatalan UN untuk Keamanan dan Kesehatan Siswa
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Mendikbud: Pembatalan UN untuk Keamanan dan Kesehatan Siswa

Selasa, 24 Maret 2020 | 14:49 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan keputusan Presiden Joko Widodo membatalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) mempertimbangkan keamanan dan kesehatan dari penyebaran virus corona atau Covid-19.

"Setelah kami pertimbangkan dan juga diskusikan dengan Pak Presiden dan dengan instansi-instansi lainnya di kementerian dan di luar, kami telah memutuskan untuk membatalkan Ujian Nasional di tahun 2020 ini. Alasan nomor satu adalah prinsip dasar dari Kemdikbud yang terpenting itu adalah keamanan dan kesehatan dari siswa-siswa kita dan tentunya juga keamanan keluarga mereka, dan kakek-nenek siswa-siswa tersebut," kata Nadiem dalam rapat terbatas dengan Pembahasan Ujian Nasional melalui video conference, Selasa(24/3).

Seperti diketahui, berdasarkan data Kemdikbud, akan ada 8.330.407 atau 8,3 juta siswa peserta UN 2020 ini. Mereka berasal dari 105.000 satuan pendidikan. Dengan rincian; tingkat SMP (3.186.367), MTs (996.446), SMA (1.546.936), MA (468.441), SMK (1.547.208), Paket B (207.356), dan Paket C (377.653).

Menurut Nadiem, jumlah peserta didik mengikuti UN sangat banyak ini bisa menimbulkan risiko kesehatan. Dalam hal ini bukan hanya kepada siswa saja melainkan juga kepada keluarga siswa.

Nadiem juga menyebutkan, UN bukan menjadi syarat kelulusan ataupun seleksi bagi siswa untuk masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sementara untuk kelulusan bisa dilakukan ujian sekolah (US) atau berdasarkan nilai lima semester terakhir.

Dengan begitu, Nadiem mengatakan, setiap sekolah masih bisa melaksanakan US dengan syarat tidak diperkenankan untuk melakukan tes tatap muka yang mengumpulkan siswa di kelas. Dalam hal ini, US bisa lewat berbagai pilihan, misalnya secara online atau daring.

"Ada berbagai macam opsi sekolah bisa melaksanakan ujian sekolah, misalnya melalui online kalau mau, ataupun dengan angka dari nilai lima semester terakhir. Itu adalah opsi yang bisa ditentukan oleh masing-masing sekolah," ujarnya.

Meski begitu, Nadiem menegaskan, pihaknya tidak memaksa ujian sekolah untuk mengukur seluruh capaian kurikulum. Sebab, masih banyak sekolah yang belum mengoptimalkan pembelajaran berbasis daring.

Nadiem juga menyarankan, bagi daerah yang sudah menjalankan kebijakan belajar dari rumah, guru sebaiknya tidak hanya memberi tugas, tapi berinteraksi dan berpartisipasi membimbing siswa dan mahasiswa sehingga guru betul-betul menjalankan tugas mengajar dari rumah.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Corona Mewabah, Jahe Jadi Primadona

Ketika virus corona atau Covid-19 mewabah dan tidak sedikit menelan korban jiwa, ternyata jahe, diburu masyarakat di pasar tradisionil.

NASIONAL | 24 Maret 2020

Dinkes Bengkulu Belum Terima Alat Rapid Test Corona dari Kemkes

Dinkes Bengkulu mengaku belum menerima alat rapid test dari Kemkes sehingga belum bisa melakukan tes cepat corona atau Covid-19.

NASIONAL | 24 Maret 2020

Tangani Covid-19, Jokowi Perintahkan Gubernur Pangkas dan Alihkan Anggaran Nonprioritas

Presiden Jokowi kembali mengingatkan kepada seluruh jajarannya di Kabinet Indonesia Maju serta para kepala daerah untuk memangkas rencana belanja tak prioritas

NASIONAL | 24 Maret 2020

UN 2020 Dibatalkan, FSGI: Anggarannya Lebih Baik untuk Corona

Ini lebih bermanfaat ketimbang dana dipakai untuk pelaksanaan UN yang juga tak ada manfaatnya lagi bagi anak-anak kita.

NASIONAL | 24 Maret 2020

69 WNI di Luar Negeri Positif Covid-19

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sampai Selasa (24/3) siang, melaporkan 69 warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri terkonfirmasi positif Covid-19

NASIONAL | 24 Maret 2020

Pemkot Medan Ancam Jemput Paksa ODP dan PDP yang Membandel

pemerintah kota (Pemkot) Medan mengancam akan melakukan upaya penjemputan secara paksa.

NASIONAL | 24 Maret 2020

IGI Dukung Pemerintah Tiadakan UN 2020

Pemerintah harus mengakui bahwa guru-guru Indonesia amat sangat belum siap menjalankan pembelajaran jarak jauh dan persiapan menuju UN pun masih minim.

NASIONAL | 24 Maret 2020

MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJSK, Jokowi Siapkan Tiga Strategi

Jokowi mengatakan putusan MA yang membatalkan kenaikan iuran BPJSK telah berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, terutama pasien Covid-19.

NASIONAL | 24 Maret 2020

Korban Meninggal Corona Dapat Santunan Rp 15 Juta

Kemsos berusaha meringankan beban keluarga yang ditinggalkan dengan memberikan satunan kematian bagi ahli warisnya masing-masing Rp 15 juta.

NASIONAL | 24 Maret 2020

Setelah Lockdown, Wuhan pun Pulih

Jaringan transportasi publik di Wuhan mulai beroperasi secara bertahap.

NASIONAL | 24 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS