KUPP Berikan Sertifikat Operasional untuk 97 Kapal Nelayan di Banggai
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

KUPP Berikan Sertifikat Operasional untuk 97 Kapal Nelayan di Banggai

Sabtu, 22 Februari 2020 | 08:18 WIB
Oleh : JAS

Luwuk, Beritasatu.com - Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Luwuk atau KUPP Luwuk memberikan sertifikat operasional layak layar kepada 97 kapal nelayan di Kabupaten Banggai dan Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Sertifikat operasional ini merupakan prasyarat pelayaran.

Pengukuran dan penyerahan sertifikat Pas Kecil sebanyak 97 buah tersebut dilaksanakan di perusahaan pengekspor ikan yakni CV. Indotropic Fishery di Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai.

Menurut Kepala KUPP Luwuk, Suleman Langge, Sabtu (22/2/2020), pengukuran kapal dan penyerahan sertifikat Pas Kecil itu dilaksanakan berdasarkan amanat Undang-undang nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran dan PM nomor 8 tahun 2013 tentang Pengukuran Kapal.

“Dalam peraturan itu dinyatakan bahwa setiap kapal sebelum dioperasikan wajib dilakukan pengukuran untuk menentukan panjang, lebar, dalam dan tonase kapal sesuai dengan metode pengukuran,” terang Suleman.

Setelah dilakukan pengukuran oleh petugas, KUPP Luwuk kemudian menerbitkan "Pas Kecil" untuk kapal-kapal dengan tonase di bawah 7 gross tonase (GT). Suleman menjelaskan, Pas Kecil merupakan bukti keabsahan kepemilikan kapal.

“Jadi kalau di kendaraan bermotor, pas kecil ini seperti BPKB. Jadi sangat penting untuk dibuat oleh para pemilik kapal,” paparnya.

Suleman juga mengungkapkan setelah dilakukan pengukuran, kapal-kapal tersebut juga didaftarkan ke dalam data pemerintah sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga kapal yang telah memperoleh Pas Kecil berhak mengibarkan bendera Merah Putih.

“Nah persyaratan untuk memperoleh pas kecil itu, pemilik kapal diminta menyiapkan surat keterangan data ukuran dan tonase kapal, bukti kepemilikan, general arrangement, serta rekomendasi kapal penangkap ikan bagi kapal nelayan,” ungkapnya.

Mengenai pengukuran 97 kapal nelayan di bawah 7GT yang telah dilakukan KUPP Luwuk, Suleman Langge mengemukakan bahwa tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Untuk itu, Ia juga mengimbau agar seluruh pemilik kapal nelayan yang belum memiliki pas kecil untuk mengurusnya di Kantor UPP Luwuk.

“Dengan adanya pas kecil, selain sebagai bukti keabsahan kepemilikan juga menjadi modal untuk memasarkan ikan hasil tangkapan ke perusahaan pengelola ikan seperti CV Indotropic. Jadi pas kecil ini penting dimiliki pemilik kapal nelayan,” kata Suleman.

Suleman mengungkapkan dari 97 kapal nelayan yang telah tersertifikasi antara lain; 18 kapal berasal dari Kecamatan Luwuk, 12 kapal dari Kecamatan Luwuk Utara, satu dari Kecamatan Nambo, tiga kapal dari Kecamatan Batui, satu kapal dari Kecamatan Balantak dan 11 kapal dari Kecamatan Kintom, 20 kapal dari Kecamatan Bualemo, 12 kapal dari Desa Montop, Kabupaten Banggai Kepulauan, serta 13 kapal dari Kecamatan Luwuk yang beberapa hari sebelumnya telah dibagikan sertifikat atau pas kecil kapalnya.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Jokowi Hadiri Kenduri Kebangsaan di Bireuen

Jokowi lepas landas menuju Kabupaten Bireuen menggunakan helikopter Super Puma TNI AU melalui Bandara Sultan Iskandar Muda.

NASIONAL | 22 Februari 2020

Jumlah Korban Meninggal Akibat Hanyut di Sleman Jadi 7 Orang

Jumlah korban meninggal dunia akibat hanyut di Sungai Sempor, Sleman, menjadi tujuh orang. Korban ketujuh ditemukan pada hari Minggu dini hari.

NASIONAL | 22 Februari 2020

Dianugerahi Sabuk Hitam di Kejurnas, Menpora Resmi Jadi Anggota INKAI

Pemberian sabuk hitam dan kehormatan VII di Kejurnas menjadikan Menpora Zainudin Amali sebagai anggota resmi INKAI.

NASIONAL | 22 Februari 2020

Penghentian 36 Penyelidikan, Pimpinan KPK Tak Lapor ke Dewas

KPK mengaku tak melaporkan ke Dewan Pengawas (Dewas) mengenai dihentikannya 36 penyelidikan.

NASIONAL | 21 Februari 2020

Pustakawan Berperan Tingkatkan Budaya Literasi

Pustakawan memiliki peran penting dalam transfer pengetahuan untuk membentuk budaya literasi.

NASIONAL | 21 Februari 2020

5 Stafsus Wapres Ma'ruf Amin Belum Laporkan Hartanya ke KPK

Lima Stafsus Wakil Presiden Ma'ruf Amin Belum melaporkan harta kekayaannya ke KPK

NASIONAL | 21 Februari 2020

Dana Program Satlak Prima Kempora Tahun 2016 Bocor Rp 10 miliar

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan indikasi bocornya anggaran Program Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) di Kempora

NASIONAL | 21 Februari 2020

Wantimpres Bela Anies Soal Penanganan Banjir

Menurut Tahir, banyak orang yang salah menilai soal penanganan banjir di era Anies Baswedan.

NASIONAL | 21 Februari 2020

Data Sementara, 6 Siswa Hanyut Meninggal Akibat Banjir Sleman

Siswa hanyut yang menjadi korban keenam meninggal akibat banjir Sleman ditemukan pukul 19.40 WIB

NASIONAL | 21 Februari 2020

Detik-detik Ratusan Siswa Hanyut Terseret Banjir Sleman

Tidak ada tanda-tanda seperti hujan ketika ratusan siswa hanyut saat tiba-tiba banjir menerjang Sungai Sempor Sleman.

NASIONAL | 21 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS