Polisi Tetapkan 3 Petinggi Sunda Empire Tersangka
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Polisi Tetapkan 3 Petinggi Sunda Empire Tersangka

Selasa, 28 Januari 2020 | 22:04 WIB
Oleh : JAS

Bandung, Beritasatu.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat resmi menetapkan tiga petinggi Sunda Empire menjadi tersangka kasus penyebaran berita bohong.

Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Saptono Erlangga mengatakan tiga petinggi yang menjadi tersangka itu di antaranya bernama Nasri Banks sebagai perdana menteri, Raden Ratna Ningrum sebagai ratu agung, dan Ki Ageng Ranggasasana sebagai sekretaris jenderal.

"Sunda Empire ini merupakan penyebaran berita bohong yang sengaja untuk membuat keonaran di masyarakat atau dengan sengaja menyebarkan berita yang tidak pasti," kata Saptono di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (28/1/2020).

Saat pengungkapan kasus, polisi menghadirkan dua tersangka Nasri dan Ratna. Kedua tersangka yang merupakan petinggi Sunda Empire itu mengenakan baju tersangka berwarna biru.

Sedangkan untuk Ranggasasana, Saptono mengatakan bahwa tersangka tersebut sedang dalam perjalanan menuju Polda Jawa Barat.

Saptono menjelaskan pengusutan kasus tersebut diawali dari adanya laporan dari budayawan yang merupakan Ketua Majelis Adat Sunda, Ari Mulia. Kemudian polisi meminta keterangan dari sejumlah saksi anggota Sunda Empire maupun saksi ahli.

"Kemudian penyidik telah melakukan gelar perkara terkait dengan Sunda Empire, dari hasil keterangan ahli dari alat bukti penyidik berkesimpulan bahwa kasus ini memenuhi unsur pidana," kata Saptono.

Tersangka Nasri dan Ratna diketahui merupakan pasangan suami istri yang berdomisili di Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung. Sedangkan tersangka Ranggasasana merupakan warga domisili Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten.

Sementara itu Direktur Reskrimum Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Suhartiyono mengatakan ketiga tersangka tersebut terbukti memenuhi unsur pidana penyebaran berita bohong karena membuat masyarakat resah tentang kebenaran sejarah.

"Akibatnya masyarakat jadi bertanya-tanya apakah benar apa yang dikatakan Sunda Empire ini, itu kan sama saja membuat resah masyarakat," kata Hendra.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka petinggi Sunda Empire itu dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Polisi menjerat mereka dengan Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong dan menyiarkan kabar yang tidak pasti.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Antisipasi Virus Korona, RSUD Yunus Bengkulu Siapkan Ruang Isolasi Khusus

Meski demikian, tutur Ismi, potensi akan berjangkit virus korona di Bengkulu, sangat kecil kemungkinannya, karena orang asing yang keluar masuk ke sini sedikit.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Periksa Ketua KPU, KPK Dalami Mekanisme PAW Caleg PDIP

Suap diduga diberikan Harun Masiku melalui kader PDIP Saeful Bahri kepada Wahyu Setiawan.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Mahfud: Aliran Dana Teroris Masuk RI Ada yang Berbentuk Investasi

Salah satunya berupa pembangunan gedung.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Kemunculan Romantisme Kejayaan Masa Lalu Bisa Picu Konflik Sosial

Fenomena belakangan ini landasannya mirip dengan yang terjadi beberapa tahun lalu.

NASIONAL | 27 Januari 2020

Pameran Garis Mahir, Upaya Memahami Tahapan Berpikir Anak

Rumah Perubahan Rhenald Kasali berkolaborasi dengan Yayasan Tegar menggelar pameran pendidikan bertajuk Garis Mahir.

NASIONAL | 28 Januari 2020

EcoNusa: Papua dan Maluku, Garda Terakhir Hutan Indonesia Bahkan Dunia

Yayasan EcoNusa didirikan pada tahun 2017 yang diprakarsai oleh Bustar Maitar, seorang tokoh penggiat lingkungan yang lahir dan besar di Papua.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Polri Akui Tarik Penyidiknya dari KPK

Masa tugas dua penyidik KPK yang ditarik Polri telah berakhir.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Warga Resah, Revitalisasi Monas Dinilai Tidak Ramah Lingkungan

Sejumlah warga resah terhadap proyek ini yang dianggap tak ramah lingkungan.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Dirjen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot

Irjen Kemkumham, Jhoni Ginting menjadi pelaksana harian dirjen Imigrasi.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Menlu Siapkan Skenario Evakuasi WNI dari Tiongkok

Berdasarkan catatan Kemlu, saat ini sebanyak 243 WNI ada di 17 lokasi karantina virus corona di Tiongkok.

NASIONAL | 28 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS