KPK Cecar Pengacara PDIP soal Aliran Suap ke Wahyu Setiawan
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

KPK Cecar Pengacara PDIP soal Aliran Suap ke Wahyu Setiawan

Selasa, 21 Januari 2020 | 23:51 WIB
Oleh : Fana Suparman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar pengacara PDI-Perjuangan (PDIP), Donny Tri Istiqomah mengenai aliran dana suap kepada mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan terkait proses PAW caleg PDIP, Harun Masiku, Selasa (21/1/2020).

Donny pada hari ini diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka kader PDIP, Saeful Bahri. Selain memeriksa Donny, untuk melengkapi berkas penyidikan Saeful, tim penyidik juga memeriksa dua tersangka lainnya kasus ini, Wahyu Setiawan dan mantan anggota Bawaslu sekaligus mantan caleg PDIP Agustiani Tio Fridelina.

"Penyidik mendalami terkait dengan pemberian uang oleh tersangka Sae (Saeful) kepada WS (Wahyu Setiawan) dan mengonfirmasi barang bukti yang telah dilakukan penyitaan secara sah oleh Penyidik," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Donny merupakan salah satu pihak yang ikut terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Rabu (8/1/2020) lalu. Namun, KPK melepaskan Donny dan saat ini masih berstatus sebagai saksi.

Dalam konstruksi perkara yang dipaparkan KPK, Donny yang juga seorang advokat merupakan pihak yang diperintahkan oleh pengurus DPP PDIP untuk mengajukan gugatan uji materi Pasal 54 Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara.

Baca juga:Diburu Polisi Hingga ke Gowa, Harun Masiku Tak Ditemukan

Pengajuan gugatan materi ini terkait dengan meninggalnya caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Nama Donny tercantum sebagai kuasa hukum PDIP dalam gugatan tersebut.

Selain itu, Donny bersama Saeful juga berperan sebagai perantara suap kepada Wahyu melalui mantan anggota Bawaslu yang juga mantan caleg PDIP, Agustiani Tio Fridelina.

Pada pertengahan Desember 2019, seorang sumber yang masih didalami penyidik KPK memberikan uang Rp 400 juta, ditujukan pada Wahyu melalui Agustiani, Doni, dan Saeful. Dari jumlah itu, Wahyu menerima uang Rp 200 juta dari Agustiani di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

Selanjutnya, pada akhir Desember 2019, Harun memberikan uang kepada Saeful sebesar Rp 850 juta melalui salah seorang staf di DPP PDIP. Saeful kemudian memberikan Rp 150 juta kepada Donny. Sementara sisanya, sebanyak Rp 700 juta yang masih berada di tangan Saeful dibagi menjadi Rp 450 juta untuk Agustiani dan Rp 250 juta untuk operasional.

Ali menyatakan dalam pemeriksaan ini, tim penyidik fokus mendalami mengenai uang Rp 400 juta dalam pecahan mata uang asing yang rencananya diserahkan Agustiani Tio Fridelina kepada Wahyu. Uang ratusan juta dan sebuah buku rekening telah disita tim penyidik saat OTT.

Baca juga:KPK Pertimbangkan Jerat Pihak yang Bantu Caleg PDIP Kabur

"Kami fokus kepada adanya pemberian uang barang bukti yang ada, jumlahnya Rp 400 juta dan bentuknya dolar Singapura serta ada dugaan uang yang diterima ke buku tabungan. Itulah pendalaman-pendalaman itu yang kita lakukan, karena kita sudah memiliki barang buktinya. Kami konfirmasi kepada saksi-saksi mengenai barang bukti itu termasuk hasil penggeledahan di beberapa tempat," kata Ali.

Ali berjanji tim penyidik bakal mengembangkan kasus ini. Termasuk mendalami penyandang dana suap sebesar Rp 400 juta yang ditujukan pada Wahyu melalui Agustiani, Doni, dan Saeful pada pertengahan Desember 2019 atau pemberian suap tahap pertama. Untuk mendalami hal ini, tim penyidik bakal memeriksa para saksi terkait.

"Ya kita lihat perkembangan yang ada. Tentunya kan nanti, kan masih panjang. Kan baru hari ini kita memulai pemeriksaan saksi. Masih beberapa saksi yang akan kita hadirkan tentunya sesuai dengan kebutuhan penyidik. Jadi ya teman-teman nanti bisa mengikutinya, karena nanti akan kita sampaikan perkembangannya," katanya.

Diketahui, KPK menetapkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan; caleg PDIP, Harun Masiku; mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan seorang swasta bernama Saeful sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR. Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta.

Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, tersangka Harun Masiku masih buron hingga kini.

Ditjen Imigrasi menyebut Harun telah meninggalkan Indonesia menuju Singapura menggunakan pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum KPK melancarkan OTT yang membekuk Wahyu dan sejumlah pihak lain pada Rabu (8/1/2020). Namun, terdapat informasi yang menyebut harun telah kembali ke Indonesia pada Selasa (7/1/2020).



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kemampuan Berbahasa Inggris Siswa di NTT Masih Pemula

Siswa yang tergolong ke dalam kategori high intermediate masih tergolong sangat rendah.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Petrokimia Gresik Gandeng Kemperin Buka Program Vokasi

Program ini merupakan kontribusi nyata Petrokimia Gresik dalam mendukung pemerintah untuk menciptakan SDM unggul.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Indonesia Ingin Lakukan Patroli Bersama di Filipina Selatan

"Mungkin ada operasi bersama, mungkin patroli bersama. Ada penyergapan bersama bisa macam-macam lah itu," kata Menko Polhukam Mahfud MD.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Diburu Polisi Hingga ke Gowa, Harun Masiku Tak Ditemukan

Harun Masiku tidak ditemukan di rumah pribadinya yang berada di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Angkasa Pura Logistik Kerja Sama dengan Pelita Air Service

Pesawat ini akan digunakan untuk mengangkut kargo dengan rute Jakarta-Balikpapan (PP) dan Jakarta-Makassar (PP) pada tahun ini.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Modus Baru, Sabu-sabu 70 Kg Ditumpuk Ikan Asin

Sabu-sabu seberat 70 kg disembunyikan dalam tumpukan ikan asin dan kopi.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Kasus Asabri, Polri Verifkasi Informasi

Tim gabungan Bareskrim Polri masih bekerja menyelidki dugaan korupsi yang terjadi pada PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Polres Bogor Bongkar Pabrik Ekstasi Jaringan Freddy Budiman

Satuan Narkoba Polres Bogor berhasil membongkar pabrik pembuatan pil ekstasi rumahan jaringan gembong narkoba Freddy Budiman di wilayah Kramat Pulo, Senen.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Simpan Sabu di Popok Bayi, 3 Bandar Narkoba Ditangkap BNN Bengkulu

BNN Bengkulu berhasil mengamankan tiga orang terduga bandar narkoba dan menyita 146,4 gram sabu.

NASIONAL | 21 Januari 2020

KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Zulkifli Hasan

KPK memastikan bakal kembali memanggil dan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

NASIONAL | 21 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS