PII Susun Basis Data Keinsinyuran Pertama di Indonesia
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

PII Susun Basis Data Keinsinyuran Pertama di Indonesia

Rabu, 11 September 2019 | 16:29 WIB
Oleh : Herman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Tahun 2019 ini menjadi tahun yang penting bagi insinyur Indonesia. Selain menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Organisasi Insinyur ASEAN ke-37 (CAFEO37) di Jakarta, tahun ini juga menjadi momentum Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Mereka memulai langkah pertama menuju era transformasi keinsinyuran, setelah disahkannya UU Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran serta Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2019 yang merupakan peraturan pelaksana dari undang-undang tersebut.

Ketua PII, Heru Dewanto menyampaikan, perubahan ke depan diyakini akan semakin cepat. Revolusi teknologi juga bergerak melesat. Tidak ada pilihan lain, Indonesia harus berlari kencang mengejar gelombang perubahan tersebut. PII juga menyadari sumber daya manusia unggul menjadi kunci penting dari perubahan tersebut, karena inovasi yang hebat tidak akan lahir dari para medioker.

“Ini bukan hal mudah, mencetak SDM unggul harus dimulai dari sebuah data base(basis data) sehingga kita tahu peta kekuatan kita, sebelum membuat sebuah peta jalan yang terintegrasi menuju tujuan bersama. Bukankah data lebih mahal daripada minyak?” kata Heru Dewanto saat membuka CAFEO37, di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Heru melaporkan, PII saat ini juga tengah membuat basis data keinsinyuran, setelah Presiden menerbitkan PP 25 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 11 Tahun 2014. Menurut Heru, inilah pintu masuk untuk menyusun basis data keinsinyuran pertama di Indonesia. Data base ini diharapkan bisa menjadi sumbangsih PII yang nantinya bisa disinergikan dengan pusat manajemen talenta yang akan dibuat pemerintah.

“Diberlakukannya undang-undang keinsinyuran tahun ini melalui peraturan pemerintah yang dikeluarkan bapak Presiden, di mana setiap insinyur yang melakukan praktek keinsinyuran harus disertifikasi dan diregistrasi," papar Heru.

"Inilah pintu masuk kami untuk menyusun data base keinsinyuran pertama di indonesia yang akan berisikan lebih dari 1 juta talenta-talenta terbaik bangsa, tentu nama bapak Ir Joko Widodo ada di dalamnya, lengkap dengan klasifikasi dan standar kompetensinya,” ujar Heru.

Tidak hanya itu, Heru mengatakan standardisasi kompetensi ini juga memungkinkan diberlakukannya standardisasi remunerasi, termasuk untuk insinyur asing yang bekerja di Indonesia.

“Terobosan undang-undang ini bukan hanya milik insinyur dan sarjana teknik saja. Kini lulusan vokasi pun bisa bergelar profesi insinyur dan menjadi bagian dari data base keinsinyuran Indonesia. Inilah semangat baru keinsinyuran, insinyur untuk semua, dan menjadi kebanggaan semua,” tuturnya.

Heru menambahkan, sertifikasi yang dijalankan PII juga sudah disetarakan di tingkat ASEAN dan Asia Pasifik. Artinya mereka yang sudah mendapatkan sertifikat insinyur profesional madya dianggap setara dengan insinyur di ASEAN dan seluruh Negara Asia Pasifik.

Penghargaan untuk Jokowi

Terkait penyelenggaraan CAFEO37 di Jakarta, menurut Heru kegiatan ini lebih dari sekadar acara seremoni tahunan. Konferensi kali ini juga menjadi etalase kebanggaan yang menampilkan pencapaian pembangunan Indonesia kepada dunia internasional.

Dalam konferensi ini, organisasi insinyur dari 10 negara ASEAN yang tergabung dalam ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO) juga bersepakat untuk memberi penghargaan The AFEO Distinguished Honorary Patron Award kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Heru menyampaikan, penghargaan ini diberikan kepada Jokowi atas prestasinya membangun infrastruktur dalam lima tahun terakhir. Bahkan pembangunan yang dilakukannya ini telah melampaui pencapaian negara-negara ASEAN lainnya.

“Pembangunan infrastruktur yang dilakukan Presiden Jokowi telah memberikan dampak yang besar bagi Indonesia dan juga masyarakatnya. Hal ini terlihat dari beberapa peningkatan indikator, antara lain antara lain easy of doing business (kemudahan berbisnis) dan juga infrastructure index (indeks infrastruktur), sehingga ikut mendorong peningkatan competitiveness index,” ujar Heru.

Mengomentari penghargaan yang diterimanya ini, Jokowi mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur yang dijalankannya selama lima tahun terakhir ini merupakan hasil hasil kerja keras dari para insinyur Indonesia. Para insinur ini, ungkap Jokowi, tidak pernah lelah bekerja di daerah terpencil, daerah pedalaman, hingga daerah perbatasan untuk membangun Indonesia. “Sepatutnya merekalah yang berhak mendapatkan penghargaan ini,” kata Jokowi.

Jokowi juga mengaku senang karena insinyur se-ASEAN kini sudah memiliki standar kompetensi yang sama. “Saya senang muncul recognition agreement di antara insinyur-insinyur di ASEAN, sehingga terdapat standar kompetensi yang sama di antara negara,” kata Jokowi.

Perjanjian tersebut, kata Jokowi, memungkinkan mobilitas para insinyur lintas negara di ASEAN lebih mudah. Jokowi juga berharap AFEO bisa memfasilitasi anggotanya untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, serta saling bersinergi satu dengan yang lainnya.

“Kerja sama antarinsinyur di ASEAN ini penting untuk terus ditingkatkan dan saya yakin setiap negara ASEAN punya kekuatan masing-masing,” ujar Jokowi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dinilai Berjasa, Jokowi Terima Penghargaan dari Organisasi Insinyur ASEAN

Jokowi mengatakan, penghargaan tersebut lebih tepat diberikan kepada para insinyur Indonesia.

NASIONAL | 11 September 2019

Kasus Mafia Migas, KPK Cegah Lukma Neska ke Luar Negeri

Pencegahan Lukma Neska ini terkait kasus dugaan suap yang menjerat mantan Managing Director PES dan mantan Direktur Utama Petral, Bambang Irianto.

NASIONAL | 11 September 2019

Utamakan Kenyamanan Pelanggan IndiHome, Telkom Jalin Kerja Sama Strategis dengan Shopee

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya PT Finnet Indonesia (Finnet) resmi mengumumkan kerja samanya dengan Shopee perusahaan

NASIONAL | 11 September 2019

Capim KPK Lili Pintauli Akui Salah Input Harta Kekayaan

Lili menjelaskan dirinya selama ini memang advokat dari kaum marginal seperti petani, nelayan dan lainnya.

NASIONAL | 11 September 2019

Capim Lili Pintauli Setujui Revisi UU KPK

Kendati begitu Lili menyatakan bahwa dia tidak menyetujui adanya dewan pengawas dalam revisi UU KPK.

NASIONAL | 11 September 2019

Romy Didakwa Terima Suap Ratusan Juta Rupiah

Jaksa menyebut Romahurmuziy beserta Menteri Agama menerima suap guna membantu proses seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

NASIONAL | 11 September 2019

Bupati Sragen Mundur dari Partai, Gerindra Santai

“Politik itu kan dinamis. Meski Mbak Yuni mundur dari Gerindra, siapa tahu nanti Gerindra malah mengusung lagi Mbak Yuni ke Pilkada 2020," kata Sriyanto.

NASIONAL | 11 September 2019

Dipertanyakan, Uang Pemprov Sumut Raib di Tempat Parkir

Pengambilan uang dalam jumlah besar itu juga tanpa ada pengawalan, kemudian pegawai bersangkutan berani meninggalkan mobil berisikan uang di tempat parkiran.

NASIONAL | 11 September 2019

KPPOD Nilai Sistem OSS Masih Terkendala di Implementasi

Fitur penentuan lokasi usaha yang belum sinkron dengan Rencana Tata Ruang Wilayah.

NASIONAL | 11 September 2019

Bangun Kembali Persekutuan Demi Terwujudnya Damai di Tanah Papua

"Perlu ada aktivitas lanjutn yang lebih menyentuh persoalan dalam masyarakat," kata Uskup Leo Laba Ladjar

NASIONAL | 11 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS