Lulusan SMK Banyak Menganggur, Pemerintah Tingkatkan Kompetensi Lulusan
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Lulusan SMK Banyak Menganggur, Pemerintah Tingkatkan Kompetensi Lulusan

Senin, 13 Mei 2019 | 21:07 WIB
Oleh : Dina Manafe / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Persentase lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menganggur menempati urutan teratas dalam data pengangguran di Indonesia menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Setiap tahun, SMK menghasilkan lulusan sekitar 1,4 juta orang, namun tidak semuanya masuk perguruan tinggi atau terserap dalam dunia kerja.

Karena itu, pemerintah untuk lima tahun ke depan akan fokus pada peningkatan sumber daya manusia, termasuk berupaya meningkatkan kompetensi lulusan SMK.

Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemko PMK), Agus Sartono, mengatakan, pendidikan SMK memang dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang siap bekerja. Meski tak tertutup kemungkinan bahwa lulusan SMK bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.

Peningkatan kompetensi lulusan SMK perlu dipercepat agar produktivitas dan daya saing industri tenaga kerja makin berkualitas. Saat ini, kata Agus, program SMK Industri telah melibatkan sebanyak 2.612 SMK dan 855 industri. Namun, program masih perlu diperluas (scale up) mengingat jumlah siswa yang begitu besar.

Pemerintah menargetkan program ini akan menjangkau hingga 5.000 SMK. Fokus pengembangan program ini mencakup 4 sektor yakni manufaktur, pertanian, pariwisata, dan konstruksi.

Menurut Agus, setiap tahun jumlah lulusan SMA dan SMK lebih dari 3,5 juta, sedangkan yang bisa ditampung di perguruan tinggi hanya sekitar 1,8 juta. Sisanya sekitar 1,6 jutaan masuk ke pasar tenaga kerja.

Kondisi ini telah berlangsung sejak 10 tahun terakhir. Alhasil, profil angkatan kerja di dalam negeri tidak mengalami perbaikan. Sebanyak 65 persen angkatan kerja lulusan SD/SMP dan 25 persen lulusan SMA/SMK serta 10 persen lulusan perguruan tinggi.

“Kondisi ini harus diperbaiki agar bonus demografi dapat maksimal. Caranya dengan peningkatan kapasitas perguruan tinggi, baik universitas maupun politeknik (poltek),” kata Agus dalam temu media di Kantor Kemko PMK, Jakarta, Senin (13/5/2019).

Agus menambahkan, berkaca dari negara maju seperti Jerman, pendidikan vokasi dalam hal ini politeknik menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas SDM sekaligus menjamin pertumbuhan ekonomi. Proporsi antara politeknik dengan perguruan tinggi di sana pun seimbang. Kini saatnya bagi pemerintah untuk membangun politeknik baru maupun meningkatkan kualitas dan kapasitas politeknik yang sudah ada.

Saat ini, menurut Agus, kapasitas politeknik dan sekolah vokasi sekitar 975.000 atau kurang dari 325 mahasiswa per tahunnya. Pembangunan politeknik baru sebaiknya dilakukan di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Dengan cara itu, maka masalah penyediaan lahan bisa teratasi, kemudian jaminan tempat magang siswa, mobilitas atau ketersediaan tenaga ahli dan jaminan keterserapan lulusan menjadi lebih baik,” kata Agus.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Bappenas: Pemindahan Ibu Kota Tak Akan Ganggu Lingkungan

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menegaskan pembangunan ibu kota baru tidak akan menganggu lingkungan hidup.

NASIONAL | 13 Mei 2019

KPK Yakin Ratusan Juta di Ruang Kerja Menteri Lukman Terkait Kasus Jual Beli Jabatan

KPK menegaskan keyakinannya uang ratusan juta rupiah yang disita dari ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terkait dengan dugaan suap di Kemag

NASIONAL | 13 Mei 2019

KPK Tunggu Analisis Jaksa untuk Putuskan Nasib Menpora

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menunggu analisis jaksa penuntut umum (JPU) untuk mengembangkan kasus dugaan suap dana hibah KONI dari Kempora.

NASIONAL | 13 Mei 2019

Dua Mobil Bermuatan Petasan Meledak di Sukabumi, Lima Terluka

Dua unit mobil jenis minibus bernomor polisi F 8255 SL dan F 8936 TB yang bermuatan penuh dengan petasan meledak di Jalan Stasion Timur, Sukabumi.

NASIONAL | 13 Mei 2019

Eks Bendahara Kempora Sebut Imam Nahrawi Kemungkinan Kecipratan Fee dari KONI

Di Sidang, Mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu Kementerian Pemuda dan Olahraga, Supriyono mengungkapkan, sejumlah pejabat di Kempora mendapat jatah dari KONI

NASIONAL | 13 Mei 2019

Tata Kelola Kempora Bobrok, Sekjen KONI Terpaksa Menyuap

Sekjen KONI mengklaim terpaksa menyuap karena sistem tata kelola anggaran Kempora yang buruk.

NASIONAL | 13 Mei 2019

Ini Jadwal Ganjil Genap Lebaran di Pelabuhan Merak dan Bakauheni

Aturan ganjil genap saat Lebaran hanya imbauan.

NASIONAL | 13 Mei 2019

BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem Hingga 3 Hari Mendatang

BMKG memberikan peringatan waspada akan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia hingga tiga hari ke depan.

NASIONAL | 13 Mei 2019

Jokowi: Minggu Ini Pansel KPK Terbentuk

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan Panitia Seleksi (Pansel) pimpinan KPK akan segera terbentuk

NASIONAL | 13 Mei 2019

Eks Pejabat Kempora Sebut Fee dari KONI Sejak 2017

Mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu Kementerian Pemuda dan Olahraga menyebut pemberian fee itu telah menjadi 'tradisi' yang berlangsung sejak 2017.

NASIONAL | 13 Mei 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS