INDEX

BISNIS-27 448.452 (1.72)   |   COMPOSITE 5112.19 (25.99)   |   DBX 973.986 (3.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.16)   |   IDX30 428.304 (2.02)   |   IDX80 113.764 (0.51)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.06)   |   IDXG30 119.182 (0.07)   |   IDXHIDIV20 379.228 (2.62)   |   IDXQ30 124.656 (0.91)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.57)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (0.35)   |   IDXV30 107.478 (0.46)   |   INFOBANK15 831.648 (8.54)   |   Investor33 374.125 (1.68)   |   ISSI 151.171 (0.15)   |   JII 550.867 (-1.07)   |   JII70 188.056 (-0.08)   |   KOMPAS100 1022.34 (3.5)   |   LQ45 789.815 (3.41)   |   MBX 1412.7 (7.46)   |   MNC36 280.331 (1.07)   |   PEFINDO25 282.464 (3.53)   |   SMInfra18 241.575 (0.59)   |   SRI-KEHATI 316.512 (1.87)   |  

Pengacara: Pelaku Penembakan Misterius Sering Diperlakukan Kasar oleh Orangtua

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 18:45 WIB
Oleh : Chairul Fikri / JAS

Tangerang Selatan, Beritasatu.com - Pengacara tiga pelaku penembakan misterius di Tangerang Selatan menyatakan kliennya kerap mendapat perlakuan kasar dan tindakan kekerasan dari orangtua mereka.

Pendidikan keras yang dialami pera tersangka itu yang dianggap sebagai pemicu ketiga melakukan aksi penembakan misterius kepada pengguna jalan di Tangerang dan Tangerang Selatan.

"Jadi info yang saya dengar begini. Seseorang itu nggak mungkin lahir jadi seorang penjahat, pembunuh, koruptor. Yang membentuk itu pasti ada internal dan faktor eksternal dari keluarga maupun masyarakat," ujar pengacara tiga pelaku penembakan tersebut, Alvin Lie, saat dihubungi media, Sabtu (15/8/2020).

"Kalau saya lihat si EF ini sama dua sepupunya (CLA dan CHA) ini dari kecil mengalami kekerasan dari keluarga. Jadi keluarganya dia yang sekarang broken home, bapak yang sekarang bapak tirinya, ibunya karena broken home ada stres tersendiri," tambah Alvin Lie.

Ditambahkannya, tersangka EF yang menjadi eksekutor penembakan misterius tersebut memang sejak kecil sudah menjadi anak yang tertutup lantaran kedua orangtuanya berpisah.

"Jadi, kalau EF nggak mau belajar, dicemplungin ke bak, ada bolpoin dia tusuk tangannya. Jadi EV ini dari kecil dididik 'kalau orang melanggar aturan itu harus diberikan penalti berupa kekerasan'," lanjutnya.

Alvin sendiri mengungkapkan, yang dilakukan ketiga tersangka penembakan misterius itu merupakan aksi kenalan remaja biasa. Meski perbuatan ketiganya merupakan tindakan yang tidak baik dan tidak pantas dicontoh oleh remaja lainnya.

"Jadi dia ketika tumbuh dewasa, dia lihat orang ugal-ugalan naik motor melanggar lampu merah, timbullah rasa 'loh kok kenapa ini masyarakat melanggar aturan kok tidak ada yang menghukum?' Di situlah makanya dia kenakalan remaja pakai peluru softgun, tembak-tembakan. Kita juga lihatlah, game sekarang banyak yang tembak-tembakan. Jadi dia berpikir yang melanggar aturan harus dihukum," tambahnya.

"Di sinilah kesalahan mereka, jadi itu yang melanggar lampu merah, yang tidak pakai helm, yang ditembak, bukan yang kebut-kebutan tapi yang melanggar aturan, yaitu yang melanggar lampu merah dan tidak pakai helm. Jadi EF bilang sama saya, kan saya tanya kenapa kamu ribut seperti itu? 'Iya Ko (kakak), habisnya mereka melanggar aturan, kenapa kok polisi diam saja', Walaupun alasan mereka salah. Apa pun itu, kamu tidak boleh menghakimi sendiri karena kita negara hukum," tukasnya.

Alvin sendiri mengaku ketiganya mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukannya.

"Mereka mengungkapkan kepada saya mereka minta maaf atas kesalahannya. Dan minta aksi yang mereka lakukan tidak dicontoh oleh remaja lain," paparnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Sambil Bersepeda, Presiden Bagikan Masker di Kebun Raya Bogor

Presiden Joko Widodo membagikan masker kepada masyarakat saat bersepeda di lingkungan Istana Kepresidenan serta Kebun Raya Bogor, Sabtu 915/8/2020).

MEGAPOLITAN | 15 Agustus 2020

Pesepeda Mendadak Meninggal Saat Berkeliling Kebun Raya Bogor

Febri diketahui tengah menuntun sepedanya di jalur sepeda, dari arah Tugu Kujang menuju Simpang Jalan Suryakancana, tiba-tiba terjatuh tidak sadarkan diri.

MEGAPOLITAN | 15 Agustus 2020

Berencana Bikin Rusuh di DPR, Tujuh Orang Diproses

Tujuh orang diproses hukum karena diduga telah merencanakan keonaran di Gedung DPR/MPR RI.

MEGAPOLITAN | 15 Agustus 2020

Polisi Keluarkan Sketsa Wajah Pelaku Penembakan Pengusaha Pelayaran di Kelapa Gading

Masyarakat yang mengetahui ciri-ciri pelaku silakan menghubungi hotline di 08118569696.

MEGAPOLITAN | 15 Agustus 2020

Karyawan Positif Covid-19, Giant Margocity Tutup 10 Hari

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok menutup pusat perbelanjaan Giant Margocity untuk mencegah penularan Covid-19.

MEGAPOLITAN | 15 Agustus 2020

Lalu Lintas Padat, Contraflow Diterapkan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Petugas melakukan rekayasa lalu lintas contraflow (berlawanan arus) selama sekitar tiga jam di jalan Tol Jakarta-Cikampek.

MEGAPOLITAN | 15 Agustus 2020

Pemkot Bekasi Jadikan Cagar Budaya Sebagai Destinasi Wisata

Pemkot Bekasi secara simbolis menancapkan papan nama situs tujuh sumur tua sebagai tanda cagar budaya milik Kota Bekasi.

MEGAPOLITAN | 15 Agustus 2020

Satpol PP DKI Disiagakan Awasi Protokol Kesehatan di Permukiman

Personel Satpol PP DKI Jakarta disiagakan untuk mengawasi protokol kesehatan di kawasan permukiman.

MEGAPOLITAN | 15 Agustus 2020

167.414 Kendaraan Tinggalkan Jakarta di H-3 Libur Kemerdekaan

Sebanyak 167.414 kendaraan meninggalkan Jakarta menuju arah Timur, Barat dan Selatan.

MEGAPOLITAN | 15 Agustus 2020

Dua BUMD DKI Gelar Lomba Virtual Berhadiah Jutaan Rupiah

JXB dan Sarana Jaya menggelar lomba virtual berhadiah jutaan rupiah dalam menyambut HUT ke-75 RI.

MEGAPOLITAN | 15 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS