Anies Baswedan: Reklamasi Ancol Berbeda dengan Reklamasi 17 Pulau
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Anies Baswedan: Reklamasi Ancol Berbeda dengan Reklamasi 17 Pulau

Sabtu, 11 Juli 2020 | 17:50 WIB
Oleh : Yustinus Paat / Jaja Suteja

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan bahwa reklamasi kawasan rekreasi Dunia Fantasi (Dufan) dan Kawasan Rekreasi Taman Impian Ancol Timur seluas 155 hektare, sama sekali berbeda dengan reklamasi 17 pulau sebelumnya. Menurut Anies Baswedan, reklamasi Ancol ini merupakan kegiatan untuk melindungi warga Jakarta dari bencana banjir.

"Dan perluasan kawasan Ancol ini bukan dari kegiatan reklamasi 17 pulau/pantai itu. Ini adalah bagian dari usaha menyelamatkan Jakarta dari bencana banjir," ujar Anies dalam Youtube yang diunggah Pemprov DKI, Sabtu (11/7/2020).

Menurut Anies Baswedan, maksud, cara, dan pemanfaatan reklamasi Ancol dan reklamasi 17 pulau sebelumnya, sangat berbeda. Menurut dia, reklamasi 17 pulau bukan merupakan proyek untuk melindungi warga Jakarta dari bencana apapun termasuk banjir.

"Di sana (reklamasi 17 pulau) ada pihak swasta berencana membuat kawasan komersial, membutuhkan lahan, lalu membuat daratan, membuat reklamasi," ungkap dia.

Selain itu, kata Anies, dalam proses reklamasi 17 pulau sebelumnya, terdapat unsur menerabas ketentuan lingkungan hidup atau analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Termasuk, kata dia, dalam reklamasi 17 pulau, terdapat unsur hilangnya hajat hidup para nelayan karena sebagian (pulau/pantai reklamasi) berhadapan dengan perkampungan nelayan, misalnya di Kamal Muara dan di Muara Angke.

"Lalu (pulau/pantai reklamasi) ini juga berhadapan dengan kawasan Cengkareng Drain dan muara Sungai Angke. Efeknya mengganggu aliran sungai ke laut lepas. Jadi bukan membantu mengendalikan banjir, tapi malah berpotensi menghasilkan banjir," terang dia.

Karena itu, kata Anies, dirinya telah menghentikan kegiatan reklamasi 17 pulau ini dengan cara mencabut 13 izin atas pulau reklamasi sehingga tidak bisa dilaksanakan. Sementara empat pulau lainnya, kata dia, sudah terlanjur jadi sehingga harus mengikuti semua ketentuan hukum dan juga ikut memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Itu janji kita dan alhamdulillah itu sudah dilaksanakan. Jadi alhamdulillah itu sudah tuntas," tutur dia.

Berbeda dengan reklamasi Ancol sekarang, kata Anies Baswedan, yang mengedepankan kepentingan publik, dengan tujuan melindungi warga DKI Jakarta dari banjir dan tidak mengganggu nelayan di Jakarta Utara. Proses reklamasi Ancol ini, kata dia juga sudah mengikuti ketentuan hukum yang berlaku.

"Nah, yang 17 pulau/pantai itu tidak sejalan dengan kepentingan umum, kemudian ada permasalahan dengan hukum, mengganggu rasa keadilan. Sementara yang di Ancol ini adalah proyek pemerintah untuk melindungi warga Jakarta dari banjir," tandas dia.

Reklamasi Ancol, lanjut Anies Baswedan, berasal dari tanah timbul di Pantai Ancol yang merupakan hasil penimbunan lumpur dari pengerukan sungai dan waduk di Jakarta. Proses penimbunan dan pengerukan sudah berlangsung selama 11 tahun.

"Jadi pengerukannya oleh pemerintah, pengelolaan lahannya oleh pemerintah, dan pemanfaatannya untuk seluruh rakyat. Apalagi program ini tidak mengganggu kegiatan nelayan, tidak menghalani aliran sungai manapun menuju laut, dan ini sudah berlangsung selama 11 tahun," pungkas Anies. 



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Anies Baswedan Tegaskan Reklamasi Ancol Tidak Langgar Janji Kampanye

Anies Baswedan menegaskan bahwa reklamasi kawasan Ancol tidak melanggar janji kampanye Anies-Sandiaga karena dilakukan untuk kepentingan warga DKI Jakarta.

MEGAPOLITAN | 11 Juli 2020

Tahun Pelajaran 2020/2021 Mulai 13 Juli, Disdik DKI Luncurkan Portal Siap Belajar Jakarta

Pandemi Covid-19 membuat kegiatan belajar dan mengajar di DKI dilakukan dengan Pembelajaran Jarak Jauh dan Disdik meluncurkan siapbelajar.jakarta.go.id.

MEGAPOLITAN | 11 Juli 2020

Editor Metro TV Alami Luka Tusuk di Leher dan Dada

Ditreskrikum Polda Metro Jaya, Polres Metro Jaksel dan Polsek Pesanggrahan untuk membentuk tim khusus untuk mengusut kasus dugaan pembunuhan editor Metro TV.

MEGAPOLITAN | 11 Juli 2020

Polisi Periksa 12 Saksi Terkait Tewasnya Editor Metro TV

Polres Metro Jakarta Selatan dibantu Polda Metro Jaya telah membentuk tim khusus untuk mengusut kasus dugaan pembunuhan editor Metro TV.

MEGAPOLITAN | 11 Juli 2020

40 Persen Kasus Covid-19 di Jakarta OTG

Temuan OTG tidak lepas dari testing masif.

MEGAPOLITAN | 11 Juli 2020


2.000 Lebih Personel Satpol PP DKI Dikerakan Awasi Aktivitas Warga

Lebih dari 2.000 personil Satpol PP sudah diterjunkan ke lokasi-lokasi aktivitas warga yang telah dibuka pada masa PSBB transisi.

MEGAPOLITAN | 11 Juli 2020

Tan Group Apresiasi Kepedulian Pemprov DKI Terhadap Para Musisi Kafe

Dinas Parekraf DKI Jakarta mengeluarkan Surat Edaran bernomor 2015/-1.858.2 yang berisi tentang pemberdayaan musisi kafe yang diedarkan pada Kamis (9/7/20).

MEGAPOLITAN | 11 Juli 2020

KAJ Buka Gereja untuk Ibadah Secara Bertahap

Penyemprotan dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok selaku tim pencegahan wabah Covid-19.

MEGAPOLITAN | 11 Juli 2020

Katedral Bogor Gelar Misa Perdana

Misa juga akan diselenggarakan secara live streaming pada pukul 08.00 melalui kanal BMV Production.

MEGAPOLITAN | 10 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS