Perum Jasa Tirta II Siap Penuhi Pasokan Air Baku PDAM Bekasi
INDEX

BISNIS-27 506.098 (-2.99)   |   COMPOSITE 5701.03 (-21.78)   |   DBX 1035.29 (4.23)   |   I-GRADE 166.318 (-0.13)   |   IDX30 494.279 (-1.96)   |   IDX80 129.716 (-0.63)   |   IDXBUMN20 362.653 (1.11)   |   IDXG30 134.441 (-1.2)   |   IDXHIDIV20 440.988 (-0.91)   |   IDXQ30 143.821 (-0.06)   |   IDXSMC-COM 242.747 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 296.284 (-2.64)   |   IDXV30 122.829 (0.78)   |   INFOBANK15 978.195 (1.48)   |   Investor33 426.909 (-3.32)   |   ISSI 166.986 (-1.24)   |   JII 611.564 (-6.71)   |   JII70 209.726 (-1.98)   |   KOMPAS100 1161.89 (-6.87)   |   LQ45 907.882 (-4.42)   |   MBX 1586.58 (-7.86)   |   MNC36 318.65 (-2.24)   |   PEFINDO25 310.515 (-0.4)   |   SMInfra18 285.156 (1.39)   |   SRI-KEHATI 364.469 (-1.96)   |  

Perum Jasa Tirta II Siap Penuhi Pasokan Air Baku PDAM Bekasi

Rabu, 8 Juli 2020 | 18:37 WIB
Oleh : Mikael Niman / JAS

Bekasi, Beritasatu.com – Perum Jasa Tirta (PJT) II Wilayah I memastikan akan memenuhi permintaan air baku bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Bekasi. Terlebih lagi, saat terjadi peningkatan pelanggan air bersih di wilayah Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi, BUMN penyediaan air baku ini siap memenuhi permintaan PDAM.

Kemampuan sumber air baku di wilayah Bekasi ada dua yakni pertama, sungai setempat yakni Kali Bekasi dan kali-kali kecil lainnya. Kedua, Saluran Tarum Barat atau yang biasa disebut Kalimalang, yang sumber airnya berasal dari waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

“Selama dua sumber air baku ini masih tercakup, kita akan suplai terus. Lalu, kemampuan dari saluran itu sendiri. Kita juga tidak mau memaksakan untuk menyuplai air baku terlalu besar di hulu supaya sampai di hilir, tetapi tidak diiringi kemampuan tanggul. Tanggul kurang bagus untuk menahan daya debit aliran yang ada, itu juga yang kita perhatikan dalam menyuplai air baku,” ujar General Manager PJT II Wilayah I, John Rico, Selasa (8/7/2020).

Kekuatan tanggul aliran sungai juga menjadi perhatian PJT II dalam menyuplai air baku ke PDAM. Tidak semata-mata hanya mempertimbangkan ketersediaan air baku saja. “Daripada jebol tanggul di hulu, air juga tidak sampai ke hilir. Kita harus memperhatikan kondisi seperti itu,” bebernya.

Meski begitu, sejauh ini PJT II tetap berusaha memberikan suplai air baku untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat melalui pengolahan dari PDAM.

Sulitnya Urus SIPSDA

Saat ini, PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi memiliki 20 intake (saluran dari Tarum Barat menuju ke instalasi pengolahan air bersih) dengan jumlah pelanggan mencapai 319.000 sambungan langganan (SL) yang berada di Kabupaten dan Kota Bekasi.

“Dari 20 intake, suplai air baku tetap jalan terus. Kita berusaha maksimal menyediakan air baku untuk keperluan masyarakat melalui PDAM. Kita juga bentuk partisipasi masyarakat untuk memantau operasi aliran air, baik PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi maupun PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi,” imbuhnya.

Menurutnya, dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang apabila terjadi peningkatan pelanggan PDAM maka diperlukan tambahan pasokan air baku yang cukup besar.

“Apabila dalam beberapa waktu ke depan ada permintaan meningkat terhadap air bersih, itu kembali lagi kepada SIPSDA (Surat Izin Pengusahaan Sumber Daya Air), berarti ada peningkatan jumlah permintaan air baku kepada kami. Diperbarui lagi SIPSDA sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Kita menyalurkan air baku berdasarkan SIPSDA yang diajukan PDAM,” imbuhnya.

Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, memuat aturan bahwa pengguna sumber daya air (misalkan PDAM) wajib memiliki izin yang dikeluarkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), dalam hal ini berupa Surat Izin Pengusahaan Sumber Daya Air (SIPSDA).

Tetapi, hingga saat ini Peraturan Pemerintah (PP) yang menjalankan Undang-Undang tersebut, belum diterbitkan. Sehingga ada masa transisi dari produk hukum turunan UU tersebut.

Belum diterbitkannya PP ini kerap menuai polemik, terutama di saat pengguna sumber daya air mengajukan SIPSDA ke Kempupera. Untuk mendapatkan SIPSDA ini, PDAM harus mengurus bolak-balik untuk melengkapi persyaratan administrasi. Bahkan, hingga berbulan-bulan SIPSDA tersebut tak kunjung selesai.

Kebutuhan air bersih bagi masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun. Di sisi lain, PDAM masih terhambat dengan aturan SIPSDA, yang tak kunjung selesai diurus hingga berbulan-bulan. Dari 20 intake PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi yang ada, hanya beberapa intake yang sudah mengantongi SIPSDA, sesuai dengan aturan UU Nomor 17/2019 tentang Sumber Daya Air, karena rumitnya mengurus izin ini.

Sementara itu, Kabag Umum Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Putu Edy Purnawijaya, menambahkan, walaupun PP belum diterbitkan tetapi sudah ada Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang mengatur tentang perizinan tersebut. Pengguna sumber daya air dapat menjadikan Permen ini sebagai acuan mengurus SIPSDA.

“Kita tetap menyediakan air baku melalui Saluran Tarum Barat. Nanti juga kita bangun SPAM Regional yang dapat melayani beberapa kabupaten/kota sekaligus. Sumber air bakunya berasal dari mata air atau sungai setempat. Bukan lagi dari Saluran Tarum Barat. Ini yang akan kita perbanyak ke depan,” ujar Putu Edy.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ikappi Catat 217 Kasus Pedagang Pasar Positif Covid-19

Ikappi mencatat penambahan kasus Covid-19 yang cukup besar di pasar tradisional DKI Jakarta.

MEGAPOLITAN | 8 Juli 2020

Gerbang Tol Sawangan 4 Bikin Macet, Wali Kota Depok Meradang

Wali Kota Depok Mohammad Idris menilai kontraktor tidak memenuhi beberapa kesepakatan yang sudah terjalin sebelumnya sebelum membuka gerbang tol Sawangan 4.

MEGAPOLITAN | 8 Juli 2020

Rusun di Kota Bogor Diubah Jadi Ruang Isolasi Covid-19

Rusun Menteng Asridi Bogor Barat dan Cibuluh diubah dan dipersiapkan untuk ruang isolasi pasien Covid-19.

MEGAPOLITAN | 8 Juli 2020

Kemhub Resmi Atur Penggunaan Sepeda Listrik, Ini Ketentuannya

Sepeda listrik dapat dioperasikan di trotoar dengan kapasitas memadai dan memperhatikan keselamatan pejalan kaki.

MEGAPOLITAN | 8 Juli 2020

Diduga Melompat, Perempuan Tewas di Hotel All Season Tanah Abang

Seorang perempuan berinisial S (32), diduga melompat dan jatuh tergeletak dengan kondisi meninggal dunia, di atap lobi Hotel All Season, Tanah Abang.

MEGAPOLITAN | 8 Juli 2020

500 Orang Ikuti Tes Cepat AGP di GOR Otista

Jika ada masyarakat yang reaktif, jangan dijauhi dan justru harus didukung agar mau berobat sehingga bisa lekas pulih.

MEGAPOLITAN | 8 Juli 2020

Polisi Selidiki Pelaku Vandalisme di JPO Gelora Bung Karno

Polisi melakukan penyelidikan terkait aksi vandalisme berupa corat-coret menggunakan cat semprot, di JPO Gelora Bung Karno.

MEGAPOLITAN | 8 Juli 2020

Budidaya Maggot, Pemkot Tangerang Jaga Kelestarian Lingkungan

Setiap hari 1 ton sampah rumah tangga atau sampah organik dari Kota Tangerang

MEGAPOLITAN | 8 Juli 2020

Remaja Tewas Dililit Ular di Serpong

Korban tewas setelah dililit ular yang disebut berukuran sebesar paha orang dewasa dengan panjang sekitar 4 meter.

MEGAPOLITAN | 8 Juli 2020

Limbah Medis di Bekasi Dibuang pada Malam Hari

Tidak ada penampungan khusus limbah medis

NASIONAL | 8 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS