Tabrak Lari Merupakan Tindak Kejahatan
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Tabrak Lari Merupakan Tindak Kejahatan

Minggu, 5 Juli 2020 | 19:34 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerhati masalah transportasi, Budiyanto mengatakan, kasus tabrak lari merupakan tindak pidana kejahatan dan dapat dijerat hukuman 3 tahun penjara atau lebih bergantung apakah korbannya mengalami luka berat atau meninggal dunia.

"Kasus tabrak lari merupakan tindak pidana kejahatan yang perlu menjadi perhatian bersama baik oleh pemangku kepentingan yang bertanggung jawab di bidang lalu lintas dan angkutan jalan, serta masyarakat secara umum," ujar Budiyanto, Minggu (5/7/2020).

Dikatakan Budiyanto, salah satu kasus tabrak lari yang belum lama terjadi adalah kecelakaan yang mengakibatkan satu pengendara sepeda motor meninggal dunia dan satu orang kritis, di Jalan KH Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu kemarin.

Pengemudi mobil Toyota Mark X berinisial RTP yang menabrak pengendara motor itu sempat melarikan diri, sebelum akhirnya berhasil diamankan polisi.

"Kasus tabrak lari yang terjadi di Indonesia cukup tinggi, khususnya di kota- kota besar, termasuk Jakarta. Pada umumnya disebabkan faktor manusia (human error) paling tinggi dan faktor- faktor lain yang menyertai seperti faktor kendaraan, jalan, dan faktor lingkungan," ungkapnya.

Budiyanto menyampaikan, sulitnya pengungkapan kasus tabrak lari selama ini kemungkinan dikarenakan karena tidak mau atau keengganan masyarakat untuk menjadi saksi, belum pahamnya masyarakat yang terlibat kecelakaan harus berbuat apa, disiplin yang rendah, kurangnya CCTV yang digunakan sebagai bukti petunjuk, dan sebagainya.

Menurut Budiyanto, tata cara berlalu lintas yang benar, kewajiban masyarakat yang terlibat kecelakaan dan ketentuan pidanannya, sudah diatur dalam peraturan Undang-undangan Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal 106 ayat (1) menyatakan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor wajib mengemudikan kendaraan dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Kemudian, Pasal 231 ayat (1), pengemudi kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan lalu lintas wajib, pertama menghentikan kendaraan, kedua memberi pertolongan kepada korban, ketiga melaporkan kepada kepolisian terdekat, dan keempat memberikan keterangan.

Sementara, ketentuan pidana diatur dalam Pasal 312 berbunyi, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan lalu lintas dan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberi pertolongan atau tidak melaporkan kepada pihak kepolisian dengan tanpa alasan, dijerat sanksi pidana penjara paling lama 3 tahun atau denda paling banyak Rp 75 juta.

"Namun, apabila korban mengalami luka berat atau meninggal dunia bisa dikenakan pasal berlapis dan seterusnya," kata Budiyanto.

Budiyanto menegaskan, tabrak lari sesuai dengan Pasal 316 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, diklasifikasikan dalam kelompok tindak pidana kejahatan.

"Sulitnya mengungkap kasus tabrak lari dilatarbelakangi oleh beberapa faktor tadi (human error, kendaraan, lingkungan). Perlu ada keikutsertaan dan pemberian pemahaman kepada masyarakat yang berkaitan dengan kejadian kecelakaan lalu lintas khususnya tabrak lari, sehingga mampu memberikan kontribusi berkaitan dengan masalah itu. Tanpa adanya kesadaran dan partisipasi, serta bantuan teknologi, sulit kiranya kasus kecelakaan lalu lintas untuk diungkap," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Stasiun di Bogor Hanya Layani Penumpang Kartu Multitrip

Stasiun Bogor dan Stasiun Cilebut akan menjadi stasiun yang khusus melayani cara pembayaran tiket dengan Kartu Multitrip (KMT) mulai Senin (13/7/2020).

MEGAPOLITAN | 5 Juli 2020

36 Orang Positif Covid-19 dari Klaster PT Unilever Bekasi

Pemkab Bekasi memastikan, tidak ada penambahan kasus baru positif Covid-19 dari klaster buruh PT Unilever Indonesia Tbk, di Kawasan Industri Jababeka Cikarang.

MEGAPOLITAN | 5 Juli 2020

New Normal Ancam Jakarta Masuki Gelombang Kedua Covid-19

DKI Jakarta menghadapi ancaman gelombang kedua Covid-19 karena masyarakat tidak siap mengaplikasikan protokol kesehatan dengan ketat di era new normal.

MEGAPOLITAN | 5 Juli 2020

Sarana dan Fasilitas Peseda Dinilai Perlu Ditambah

Regulasi yang sangat urgent berkaitan dengan aspek keamanan dan kesalamatan pengendara sepeda.

MEGAPOLITAN | 5 Juli 2020

Besok, Tol Jakarta-Cikampek Berlakukan Skema Buka Tutup

Skema buka tutup pada sebagian jalur dilakukan mulai Senin (6/7/2020) hingga Sabtu (11/7/2020) untuk lokasi pekerjaan rekonstruksi rigid pavement.

MEGAPOLITAN | 5 Juli 2020

Kasus Positif Covid-19 di Depok Capai 800 Orang

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Depok menyentuh angka 800 kasus hingga Sabtu (4/7/2020).

MEGAPOLITAN | 5 Juli 2020

Antisipasi Balap Liar, Polisi Gelar Patroli Keamanan

Polda Metro Jaya menggelar patroli pengamanan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat serta balapan liar, di Ibu Kota Jakarta.

MEGAPOLITAN | 5 Juli 2020

Kampanyekan Kesehatan, Li Foundation Bagikan Makanan Sehat di CFD Jaktim

Berlokasi di seberang jalan Raden Inten, BKT, Jakarta Timur, Li Foundation memberikan dua menu kesehatan, air kelapa muda dan pisang.

MEGAPOLITAN | 5 Juli 2020

Stafsus Presiden Inisiasi Rapid Test Massal untuk Mahasiswa

Stafsus Presiden Aminuddin Ma'ruf menginisiasi rapid test massal Covid-19 untuk mahasiswa, Minggu (5/7/2020).

MEGAPOLITAN | 5 Juli 2020

Warga DKI Cenderung Anggap Remeh Wabah Covid-19

Berdasarkan survei, warga DKI Jakarta secara umum memiliki tingkat persepsi risiko terhadap pandemi Covid-19 yang cenderung masih rendah.

MEGAPOLITAN | 5 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS