Kontraktor Revitalisasi Monas Nilai Laporan PSI ke KPK Prematur
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Kontraktor Revitalisasi Monas Nilai Laporan PSI ke KPK Prematur

Minggu, 26 Januari 2020 | 06:46 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Kontraktor revitalisasi Monas, yakni PT Bahana Prima Nusantara menilai laporan Tim Advokasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kredibilitas perusahaannya yang dinilai tak meyakinkan, sangat prematur.

“Jadi laporan ini sangat prematur,” kata Abu Bakar J Lamatapo, pengacara PT Bahana Prima Nusantara, Minggu (26/1/2020).

Laporan PSI ke KPK dinilai prematur karena pekerjaan revitalisasi di area selatan Monas belum selesai dikerjakan oleh PT Bahana Prima Nusantara, yang menjadi kontraktor pemenang lelang dengan nilai tawaran Rp 50,5 miliar.

Menurutnya, bila pekerjaan belum selesai, laporan itu belum didukung dengan bukti yang kuat mengenai kemampuan perusahaannya menyelesaikan proyek tersebut. Lain masalah, bila pekerjaan proyek revitalisasi Monas sudah selesai, lalu ditemukan dugaan ada penyimpangan maka laporan tersebut bisa dilakukan.

“Sejauh ini pekerjaan belum tuntas. Tapi ujug-ujug melakukan laporan (ke KPK). Jadi menurut kami terlalu prematur. Terlalu serta merta, gegabah, politis, tidak ada dasar hukumnya. Itu perspektif kami,” ujar Abu Bakar J Lamatapo.

Meski demikian, ia menghargai pelaporan yang dilakukan PSI ke KPK. Karena warga negara Indonesia mempunyai hak untuk melaporkan sesuatu kepada instansi yang berwenang.

“Persoalan laporan, sebagai masyarakat, termasuk partai bisa mengadukannya. Sepanjang itu memiliki dasar hukum dan bukti yang cukup,” tegasnya.

Sebelumnya, melihat adanya kejanggalan dalam revitalisasi Monas, terutama keberadaan kantor kontraktor yang tidak jelas, Tim Advokasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melaporkan proyek ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Anggota Tim Advokasi PSI Jakarta Patriot Muslim menduga asal-usul kontraktor proyek besar tersebut tidak jelas dan meminta KPK menelusuri proyek tersebut. Selain itu, PSI melihat kawasan Monas yang asri ternoda oleh pekerjaan yang disebut sebagai revitalisasi.

Namun KPK menolak menerima pelaporan tersebut karena kurang didukung dengan bukti-bukti yang cukup. PSI diminta untuk melengkapi bukti-bukti dalam pelaporannya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kosgoro 1957 DKI Dorong Peningkatan Kualitas SDM Indonesia

Syafi Djohan didapuk sebagai Ketua Himpunan dengan dihadiri dan dilantik oleh Ketua Pengurus PDK Kosgoro 1957 DKI Jakarta, H. Slamet Riyadi.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2020

Lakpesdam dan IPNU Jaktim Buat Program Konseling Center Pelajar

Diharapkan para pelajar di Jakarta Timur mendapatkan wadah untuk menumpahkan keluh kesahnya dan bimbingan konseling.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2020

Vihara Dharma Bakti Serukan Kerukunan Umat Beragama

Kemeriahan Tahun Baru Imlek 2571 tetap dijadikan momentum bagi pengurus Vihara Dharma Bakti untuk menyerukan pentingnya kerukunan antar umat beragama

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2020

Bogor Hujan, Masyarakat Tionghoa Sebut Berkah Imlek

Ada keyakinan bila hujan di hari Imlek akan membawa keberkahan

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2020

Polisi Lacak Aksi Pria Tak Bermoral di Jalan Gatot Subroto

Polisi masih melacak pria yang memamerkan alat kelaminnya dari dalam mobil melalui pelat nomor kendaraan yang sempat terekam kamera.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2020

Begal Warteg, Polisi Minta Pelaku yang Bawa Celurit Menyerahkan Diri

Polisi meminta pelaku begal yang membawa clurit, Syadam Baskoro menyerahkan diri. Jika tidak akan terus dikejar hingga tertangkap.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2020

Lagi, Polisi Bekuk 1 Pelaku Begal Warteg

Sudah ada dua orang dari tiga pelaku begal warteg yang ditangkap. Sebelumnya, polisi berhasil menangkap pelaku bernama Heru Wahono, di Sumsel Sabtu dinihari.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2020

Semarak Barongsai Ramaikan Tempat Rekreasi dan Hiburan di Jakut

Dufan masih menjadi unit rekreasi paling banyak dikunjungi dengan 10.078 pengunjung.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2020

TMC Jabodetabek Hanya untuk Mengurangi Curah Hujan

Operasi TMC sudah berhasil mereduksi 44 persen curah hujan di Jabodetabek.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2020

Ribuan Personel Gabungan Amankan Perayaan Imlek di Jakarta

Ribuan personel melakukan pengamanan di sejumlah objek seperti Vihara, Klenteng, tempat wisata, dan lainnya.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS