Anggota DPRD DKI Minta PKL Baru Sabang Ditempatkan di Thamrin 10
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Anggota DPRD DKI Minta PKL Baru Sabang Ditempatkan di Thamrin 10

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:26 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / Jaja Suteja

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam program revitalisasi Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan menjadikan kawasan tersebut menjadi kawasan wisata kuliner. Direncanakan akan ada penataan pedagang kali lima (PKL) di kawasan tersebut.

Dikhawatirkan akan ada penambahan PKL baru yang akan menggusur keberadaan PKL lama yang telah puluhan berdagang di sana.

Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Zita Anzani mengatakan Pemprov DKI tidak boleh meniadakan keberadaan PKL lama yang sudah puluhan tahun berusaha di kawasan tersebut.

Ia mengusulkan lebih baik PKL baru yang akan menjadi bagian dari rencana penataan kawasan Sabang dipindahkan ke kawasan Thamrin 10, Jakarta Pusat yang merupakan kawasan kuliner yang baru diresmikan oleh Gubernur DKI Anies Baswedan.

“Di Sabang ini, kita tahu sudah lama. Bahkan salah satu, nasi padangnya saja dari tahun 1958. Mereka bayar pajak. Mereka kontribusi ke DKI dan sebagainya. Jadi saya enggak ngomong mana yang harus diprioritaskan, tapi kita tahu sejarahnya seperti itu faktanya. Jadi kalau ada PKL yg baru dateng lebih baik ditempatkan di Thamrin 10 atau kawasan lain lah. Itu bagus juga. Justru lebih rapi,” kata Zita Anjani, Kamis (16/1/2020).

Dengan begitu, lanjutnya, pengusaha dan PKL lama di kawasan itu tidak kehilangan usahanya akibat program revitalisasi tersebut. Dikhawatirkan kalau dibiarkan PKL baru ada di sana maka makin menumpuk PKL menjadi satu dengan pengusaha lainnya dan parkiran. Akhirnya, muncul preman lagi di sana.

“Jadi PKL baru boleh, tapi harus ada tempatnya. Jadi enggak boleh jalanan yang memang sudah ada usahanya, nanti tiba-tiba ada PKL. Kita bukan anti PKL, justru kita mau menghidupkan PKL, tetapi harus ditata,” ujar Zita Anjani.

Kalau PKL baru dibiarkan masuk begitu saja, ujar Zita, dikhawatirkan kondisi Sabang yang sudah ramai dan penuh dengan PKL, akan semakin sesak. “Ya sudah crowded jangan tambah crowded lagi. Nanti kenapa? Kalau sudah ada PKL crowded. Ada mobil, ada motor pasti ada preman. Nah kalau sudah ada preman, sudah enggak aman. Orang enggak bakal mau datang ke situ. Siapa yang rugi? PKL rugi, pengusaha rugi, semuanya rugi,” terang Zita Anjani.

Ditegaskannya, DPRD DKI bukan menolak penataan trotoar di Jalan Sabang. Justru mendukungnya. Hanya saja, penataannya harus dilakukan secara komprehensif dengan melihat ada wilayah yang bisa dan tidak bisa ditata.

“Penataannya boleh, tapi harus dilihat segi komprehensifnya. Ada wilayah-wilayah yang bisa kayak Thamrin 10, seperti di Jalan Jenderal Sudirman itu cakep. Tapi ada juga wilayah yang punya segi historis yang kuat, kaya Jalan Jaksa. Itu kalau mau dibikin trotoar bagaimana caranya?,” jelas Zita Anjani.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Jalan Sabang Bisa Seperti Malioboro

Revitalisasi Jalan Sabang seharusnya tidak ditunda tetapi dilakukan sambil terus berdialog dengan warga.

MEGAPOLITAN | 16 Januari 2020

Pelaku Begal di Mambo, Koja Dihadiahi Timah Panas

Firman Ariyanto, pelaku begal di Mambo, Koja terpaksa dihadiahi timah panas karena melawan ketika ditangkap.

MEGAPOLITAN | 16 Januari 2020

Polda Metro: Eks Kasat Reskrim Polres Jaksel Tidak Terbukti Memeras

Budianto memberikan klarifikasi, kalau pemerasan atau suap itu bukan dilakukan anggota polisi melainkan makelar kasus (markus) berinisial A.

MEGAPOLITAN | 16 Januari 2020

Bebaskan Korban Penculikan, Polisi Tangkap 3 Orang

Penyekapan dan penculikan ini berkaitan dengan masalah keuangan.

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020

Bima Arya: Soal Banjir, Kerja Sama Antarwilayah Kurang Maksimal

Bima Arya: Soal Banjir, Kerja Sama Antarwilayah Kurang Maksimal

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020

Jadi Korban Jambret, Perempuan di Bogor Tewas Tergeletak di Pinggir Jalan

Warga Villa Bogor Indah 3 Blok BC 1 nomor 79 Kota Bogor itu tewas setelah menjadi korban pencurian dengan kekerasan (Curas).

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020

Pengusaha Berkukuh Tolak Revitalisasi Jalan Sabang

Kawasan Jalan Sabang diproyeksikan sebagai pusat kuliner.

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020

BBWS Ciliwung Cisadane Siapkan 6 Strategi Pengendalian Banjir

Hingga saat ini, progres pembangunan sodetan Ciliwung masih 54 persen.

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020

35 Jalan Rusak Akibat Genangan dan Banjir di Jakarta

Anggota polisi ditempatkan di titik-titik jalan berlubang yang dinilai rawan kecelakaan.

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020

1.520 Hektare Sawah di Kabupaten Bogor Terdampak Bencana

Kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Cigudeg.

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS