INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Polisi Akan Panggil Kembali Tersangka Kasus Korupsi Kemah Pemuda

Rabu, 14 Agustus 2019 | 16:14 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, akan kembali menjadwalkan pemanggilan terhadap Ahmad Fanani, pertengahan bulan Agustus ini. Fanani adalah tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penyimpangan penggunaan anggaran kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia. Sebelumnya, Fanani tidak memenuhi dua kali panggilan penyidik.

"Iya saya akan jadwalkan lagi, mungkin setelah 17 Agustus nanti," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Iwan Kurniawan, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/8/2019).

Dikatakan Iwan, memang Fanani sudah dua kali tidak memenuhi panggilan, tetapi yang bersangkutan memberitahukan kalau berhalangan hadir kepada penyidik.

"Yang bersangkutan sebenarnya memberitahukan tidak bisa hadir, jadi arti kata masih kita kategorikan sebagai orang yang kooperatif. Dipanggil oleh penyidik tidak bisa hadir dan dia bisa memberikan alasannya. Nanti kita akan koordinasikan lagi kapan dia bisa hadir," ungkap Iwan.

Iwan menyampaikan, Fanani tidak memenuhi dua kali panggilan penyidik karena ada kegiatan penting yang tidak bisa ditinggalkan.

"Kemarin ada kegiatan yang tidak bisa dijadwal ulang oleh yang bersangkutan dan katanya (kegiatan) cukup besar dan penting, makanya tidak bisa hadir pemeriksaan," kata Iwan.

Menurut Iwan, penyidik sudah menyusun berkas perkara, dan tinggal menunggu berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka Fanani.

"Iya menunggu BAP tersangka saja. BAP tersangka selesai dan diberkas, dilimpahkan ke kejaksaan. Saksi sepertinya sudah cukup. Karena kami sudah bisa menetapkan tersangka berarti sudah ada dua alat bukti yang cukup untuk menjadikan yang bersangkutan sebagai tersangka," tandasnya.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, telah menetapkan Ahmad Fanani sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penyimpangan penggunaan anggaran kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia. Penetapan tersangka diputuskan setelah penyidik melakukan gelar perkara.

Diketahui, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, tengah menyidik kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penyimpangan penggunaan anggaran senilai Rp 1,7 miliar, terkait kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga beserta organisasi kepemudaan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polisi Selidiki Senjata Api Milik Tersangka Umar Kei

Polisi Selidiki Senjata Api Milik Tersangka Umar Kei di Senen, Jakarta Pusat.

MEGAPOLITAN | 14 Agustus 2019

Ancol Targetkan 160.000 Pengunjung di Libur Kemerdekaan

Tahun lalu jumlah pengunjung saat 17-18 Agustus hanya 134.000 pengunjung, sekarang ditargetkan mencapai 160.000 pengunjung.

MEGAPOLITAN | 14 Agustus 2019

DPRD DKI Sepakati KUPA-PPAS 2019 Rp 86,89 Triliun

Anies Baswedan menerangkan pemangkasan anggaran yang telah disetujui oleh DPRD DKI sebesar Rp 2,4 triliun, maka akan berdampak pada pengurangan Silpa 2019.

MEGAPOLITAN | 14 Agustus 2019

52 Pelajar SMA Latihan Paskibraka di Pulau Reklamasi

52 pelajar SMA se-DKI Jakarta mengikuti latihan pengibaran bendera di pinggir pantai Pulau D Reklamasi Teluk Jakarta.

MEGAPOLITAN | 14 Agustus 2019

Mengapa DPRD DKI Setujui Anggaran Formula E?

Nilai anggaran Rp 360 miliar, masih berupa uang muka saja.

MEGAPOLITAN | 14 Agustus 2019

Humas Pemkot Bekasi Tegaskan UKW Sesuai Prosedur

Pelaksanaan UKW juga bertujuan untuk menjaga harkat dan martabat kewartawanan sebagai profesi khusus penghasil karya intelektual.

MEGAPOLITAN | 14 Agustus 2019

DPRD dan Pemprov DKI Tandatangani MoU KUPA-PPAS Raperda APBD 2019

Salah satu anggaran yang disetujui dimasukkan ke dalam KUPA-PPAS untuk Rancangan APBD Perubahan DKI 2019 untuk Formula E sebesar Rp 360 miliar.

MEGAPOLITAN | 14 Agustus 2019

Kabur, Pengedar Narkoba Tewas Terjatuh dari Lantai 10 Apartemen

Tersangka tewas ketika hendak melarikan diri dan terjatuh dari lantai 10 sebuah apartemen, di Jalan Latumenten, Jakarta Barat, Selasa (13/8/2019) kemarin.

MEGAPOLITAN | 14 Agustus 2019

Polisi Gagalkan Penyelundupan Kosmetik dan Suku Cadang Senilai Rp 67 Miliar

Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan kosmemtik dan sparepart berbagai jenis kendaraan bermotor yang nilainya mencapai puluhan miliar.

MEGAPOLITAN | 14 Agustus 2019

Tangkap Umar Kei, Polisi Sita 5 Plastik Sabu dan Senpi

Polisi turut menyita senjata api jenis revolver, lima plastik klip sabu-sabu, lima handphone, dan satu powerbank.

MEGAPOLITAN | 14 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS