Satgas Covid-19 Imbau Tak Gunakan Masker Scuba dan Buff
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Satgas Covid-19 Imbau Tak Gunakan Masker Scuba dan Buff

Selasa, 15 September 2020 | 21:26 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan masker berjenis scuba dan buff karena tipis dan satu lapis. Sehingga masker tersebut tidak bisa menyaring partikel virus.

“Masker scuba atau buff hanya satu lapis saja dan terlalu tipis sehingga kemungkinan untuk tembus tidak bisa menyaring lebih besar," kata Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Karena berbahan tipis, pemerintah tidak menyarankan penggunaan masker scuba maupun buff di tempat-tempat umum di masa pandemi.

Menurutnya, masker kain yang bagus untuk digunakan masyarakat adalah masker kain berbahan katun dan tiga lapis. Sebab, masker kain tiga lapis memiliki kemampuan filtrasi atau penyaringan partikel virus lebih baik dibandingkan masker scuba atau buff.

"Masker kain yang bagus adalah berbahan dan berlapis tiga. Mengapa hal itu penting, karena kemampuan filtrasi atau penyaringan partikel virus itu akan lebih baik dengan jumlah lapisan yang lebih banyak dalam hal ini tiga lapisan berbahan katun," terang Wiku Adisasmito.

Lebih lanjut, Wiku meminta masyarakat menggunakan masker yang baik dan berkualitas untuk melindungi area hidung, mulut, dan dagu.

"Maka dari itu disarankan untuk menggunakan masker yang berkualitas untuk bisa menjaga. Selain itu master skuba sering mudah untuk ditarik ke bawah di dagu, sehingga fungsi masker jadi tidak ada. Maka dari itu gunakanlah masker dengan cara yang tepat untuk bisa melindungi menutup area batang hidung minum sampai dengan mulut dan dagu dengan rapat," jelas Wiku Adisasmito.

Sebelumnya, PT KAI Commuter Indonesia melarang penumpang menggunakan masker scuba atau buff saat naik kereta rel listrik (KRL). Sebab masker scuba atau buff tak efektif tangkal debu, virus dan bakteri.

Hal tersebut diumumkan dalam Instagram @Commuterline. Dalam postingan @Commuterline, diberitahu persentase efektivitas jenis-jenis penangkal debu, virus, dan bakteri.

Masker N95 efektif menangkap sampai 100 persen virus. Sementara masker bedah 80 persen sampai 95 persen. Lainnya masker FFPI menangkap 95 persen virus. Masker kain tiga lapis menangkal sampai 70 persen.

Sementar masker scuba atau buff hanya menangkal virus masuk ke mulut dan hidung hanya lima persen, bahkan tidak bisa.

"Hindari pemakaian masker scuba atau buff yang hanya 5% efektif dalam mencegah resiko terpaparnya akan debu, virus, dan bakteri," tulis @Commuterline.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Adiksi Internet Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Penggunaan internet berlebih justru dapat memperberat rasa cemas, depresi, dan mendorong perilaku kompulsi yang akhirnya semakin memperparah adiksi.

KESEHATAN | 15 September 2020

Aroma Minyak Esensial Bantu Relaksasi Diri

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan masyarakat dalam memilih produk minyak esensial atau essential oil.

KESEHATAN | 15 September 2020

Ini 3 Target Kerja Luhut Pandjaitan

Luhut bekerja sama dengan Kepala BNPB Doni Monardo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

KESEHATAN | 15 September 2020

Jokowi Minta Pembatasan Sosial Berskala Mikro di 8 Provinsi

PSBM berlaku apabila ada klaster atau sekumpulan kasus positif yang teridentifikasi pada wilayah-wilayah yang lebih kecil dari kabupaten atau kota.

KESEHATAN | 15 September 2020

Kebiasaan Merokok Malah Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Dari jumlah batang, 50,2% responden mengaku konsumsi mereka tetap dan sebanyak 15,2% dari mereka konsumsinya meningkat selama pandemi.

KESEHATAN | 15 September 2020

Dampak Covid-19 Perburuk Risiko Pengidap Hipertensi

Makan-makanan dengan menu gizi yang seimbang, olahraga teratur dan tepat merupakan cara yang bisa memperbaiki imun.

KESEHATAN | 12 September 2020

Biaya Rapid Test di 8 Bandara Angkasa Pura I Turun Jadi Rp 85.000

Rapid test masih menjadi salah satu syarat kelengkapan dokumen untuk melakukan perjalanan udara.

KESEHATAN | 15 September 2020

Kelola Stres Selama Pandemi dengan Relaksasi Diri

Banyak masyarakat yang menggunakan aroma dari minyak esensial atau essential oil sebagai salah satu pilihan relaksasi diri di tengah pandemi.

KESEHATAN | 15 September 2020

Ketua MPR Pastikan Vaksin Covid-19 Sudah Diproduksi Massal Akhir Tahun

Ketua MPR Bambang Soesatyo mendorong pemerintah segera menyiapkan skema vaksinasi massal penangkal virus Covid-19.

KESEHATAN | 15 September 2020

Selasa, Seluruh Provinsi Terdapat Warga Tertular Covid-19

Seluruhnya atau di 34 provinsi terdapat warga tertular penyakit yang disebabkan virus corona ini.

KESEHATAN | 15 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS