Merokok Tingkatkan Risiko Terjangkit Covid-19
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Merokok Tingkatkan Risiko Terjangkit Covid-19

Rabu, 12 Agustus 2020 | 23:59 WIB
Oleh : Dina Manafe / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Banyak studi atau penelitian yang telah dilakukan berbagai kalangan untuk membuktikan korelasi antara kebiasaan merokok dengan potensi terjangkit Covid-19. Studi-studi tersebut menunjukkan bahwa potensi perokok terjangkit Covid-19 bisa dua sampai tiga kali lebih tinggi dari yang bukan perokok.

Hal tersebut disebabkan oleh jumlah reseptor ACE 2 atau tempat duduknya virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 di saluran pernapasan para perokok lebih banyak dari non-perokok.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto, dalam dialog “Apakah Merokok Meningkatkan Risiko Tertular Covid-19” Satgas Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Rabu (12/8/2020).

Menurut Agus, penyebab selanjutnya adalah asap rokok yang dihasilkan oleh perokok dapat menurunkan imunitas tubuh, terutama pada imunitas saluran pernapasan. Padahal diketahui bahwa sistem imunitas penting sekali dalam berperan menghambat terjadinya infeksi virus dan bakteri.

Ini dikarenakan bahan-bahan yang ada di dalam asap rokok itu terbukti mengganggu proses migrasi berbagai sel-sel imunitas tubuh saat melawan infeksi itu sudah ada risetnya di beberapa jurnal sebelumnya.

“Bahwa ketika seorang perokok, kemudian terjadi infeksi maka migrasi daripada sel-sel imunitas itu akan menurun dan fungsinya juga menurun akibatnya ketika terinfeksi akan terjadi kondisi yang lebih luas dan cenderung menjadi lebih berat termasuk pada Covid-19,” kata Agus.

Penyebab lainnya adalah berhubungan dengan komorbiditas. Orang-orang yang memiliki penyakit komorbid seperti jantung, hipertensi, dan diabetes diketahui berpotensi lebih besar untuk terjangkit Covid-19. Merokok dapat meningkatkan potensi komorbid yang lebih banyak sehingga potensi tertular atau terinfeksi Covid-19 lebih besar.

“Hampir penyakit-penyakit komorbid ini lebih banyak ditemukan pada seorang perokok, akibatnya tentu ketika seorang perokok memiliki komorbid akhirnya menimbulkan risiko terjangkit Covid-19. Jadi ada dampak secara tidak langsung dari rokok, komorbid kemudian Covid-19 itu sendiri,” kata Agus.

Penyebab selanjutnya yang menyebabkan perokok dapat lebih mudah terjangkit Covid-19 adalah kebiasaan para perokok dalam memegang rokok secara berulang-ulang. Kebiasaan ini menyebabkan transmisi virus ke dalam tubuh jauh lebih meningkat karena adanya inhalasi dari tangan ke saluran pernapasan.

Dari sisi mortalitas atau tingkat kematian, Agus mengatakan potensi yang dimiliki oleh seorang perokok menempati presentasi yang cukup tinggi. Potensi kematian akibat Covid-19 pada para perokok adalah sekitar 25 persen. Sedangkan mortalitas umum di dunia sekitar 5 persen.

“Jadi perokok itu memang tinggi dalam meningkatkan risiko terjangkit Covid-19 yang berat sampai meninggal,” kata Agus.

Ketua Forum Jogja Sehat Tanpa Tembakau (JSTT), Yayi Suryo Prabandari, mengatakan, edukasi di berbagai media harus ditingkatkan guna menciptakan kesadaran masyarakat akan bahaya merokok di tengah pandemi Covid-19

“Pemberian edukasi, informasi, dan komunikasi di berbagai media harus ditingkatkan dalam rangka memacu kesadaran masyarakat atas dampak merokok dan penyebabnya bahayanya dari sisi penyebaran Covid-19,” tambah Yayi.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Satgas Covid-19: Kasus Aktif di Indonesia di Bawah Rata-rata Dunia

Rata-rata kasus aktif di Indonesia secara nasional sekitar 30%, masih di bawah angka rata-rata dunia 31,5%.

KESEHATAN | 12 Agustus 2020

Dokter: Paparan Asap Rokok Turunkan Imunitas Tubuh Lawan Covid-19

Paparan asap rokok terbukti dapat menurunkan sistem imunitas khususnya kekebalan tubuh yang berfungsi melawan penularan virus corona penyebab Covid-19.

KESEHATAN | 12 Agustus 2020

Hari Ini, Jakarta Catat 529 Kasus Baru Covid-19 Diikuti Jatim 303

Dari 1.942 kasus baru, sebanyak 529 diantaranya tercatat di Jakarta.

KESEHATAN | 12 Agustus 2020

Update Covid-19: Tambah 1.942, Kasus Positif di Indonesia Jadi 130.718

Penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 1.942 ini didapat dari hasil pemeriksaan spesimen sebanyak 26.248.

KESEHATAN | 12 Agustus 2020

Wapres Tegaskan Pentingnya ASI untuk Cegah Stunting

Wapres mengatakan, inisiasi pemberian ASI sejak dini secara eksklusif hingga enam bulan pertama dapat mengurangi risiko stunting.

KESEHATAN | 12 Agustus 2020

Jangan Bangun Stigma terhadap Pasien Positif Covid-19

Diskriminasi dapat berdampak negatif terhadap kondisi kejiwaan hingga menurunkan imunitas seseorang untuk melawan virus Covid-19.

KESEHATAN | 12 Agustus 2020

Sel Punca Mesenkimal untuk Terapi Covid-19 Masuk Uji Klinis

Kementerian Kesehatan bersinergi dengan perusahaan Biofarmasi Daewoong Infion Korea tengah memersiapkan uji klinis sel punca Mesenkimal tersebut.

KESEHATAN | 11 Agustus 2020

Kulit Tangan Kering karena Hand Sanitizer, Ini Cara Mengatasinya

Jaga kelembapan tangan dengan minum air putih dan lotion yang tepat.

KESEHATAN | 11 Agustus 2020

Khofifah Sebut Peran Ibu Jauh Lebih Besar Selama Pandemi

Menurut Khofifah, pandemi virus corona (Covid-19) telah banyak mengubah sendi kehidupan, termasuk dalam keluarga.

KESEHATAN | 11 Agustus 2020

Satgas Covid-19 Minta Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning dan Hijau Jangan Dipaksakan

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan rencana pembelajaran di sekolah dengan tatap muka jangan dipaksakan.

KESEHATAN | 11 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS