Korupsi Proyek Fiktif, KPK Usut Aliran Uang ke Sejumlah Pihak di Waskita Karya
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Korupsi Proyek Fiktif, KPK Usut Aliran Uang ke Sejumlah Pihak di Waskita Karya

Selasa, 11 Agustus 2020 | 21:17 WIB
Oleh : Fana Suparman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut aliran uang dari perusahaan subkontraktor fiktif dalam kasus dugaan korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Uang haram itu diduga mengalir ke sejumlah pihak di PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka, yakni mantan Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga, Desi Arryani; Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana; Wakil Kadiv II PT Waskita Karya, Fakih Usman. Kemudian, Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman; serta Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar.

Saat kasus korupsi ini terjadi, Desi Arryani menjabat sebagai Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Jarot Subana selaku Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, sementara Fakih Usman sebagai Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Pengusutan mengenai aliran dana kepada pihak-pihak di Waskita Karya termasuk petingginya saat itu dilakukan penyidik dengan memeriksa dua orang saksi, yakni pengelola Jalan Tol Pejagan Pelelang PT Pejagan Pemalang Tol Road Yusup Adhi dan karyawan Waskita Karya Setijanto Noegroadi, Selasa (11/8/2020).

"Penyidik masih terus melakukan pengumpulan alat bukti melalui keterangan kedua saksi tersebut terkait dugaan aliran uang dari perusahaan subkontraktor fiktif yang dinikmati oleh berbagai pihak-pihak di PT Waskita Karya," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri, Selasa (11/8/2020).

Ali belum membeberkan lebih rinci pihak-pihak mana saja yang turut kecipratan uang panas dalam perkara ini. Ali juga belum mengungkap nominal uang yang mengalir pada para pihak tersebut. Dikatakan, saat ini tim penyidik masih terus mengonfirmasi mengenai hal tersebut kepada para saksi.

Pengusutan mengenai aliran dana ini juga dilakukan tim penyidik saat memeriksa General Manager Akuntansi PT Waskita Beton Precast, Dwi Anggoro Setiawan dan Kepala Seksi Administrasi Kontrak Tol Benoa 4 PT Waskita Karya, Hendra Adityawan pada Senin (10/8/2020) kemarin.

Kasus ini bermula pada 2009. Saat itu, Desi yang menjabat sebagai Kepala Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk menyepakati pengambilan dana dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk.

Dalam rangka melaksanakan keputusannya tersebut, Desi kemudian memimpin rapat koordinasi internal terkait penentuan subkontraktor, besaran dana dan lingkup pekerjaannya. Selanjutnya, kelima tersangka melengkapi dan menandatangani dokumen kontrak dan dokumen pencairan dana terkait dengan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut.

Kemudian pada tahun 2011, Desi mendapatkan promosi menjadi Direktur Operasional PT. Waskita Karya (Persero) Tbk. Fathor Rachman juga dipromosikan menjadi Kepala Divisi III/Sipil/II menggantikan Desi. Atas permintaan dan sepengetahuan dari kelima tersangka, kegiatan pengambilan dana milik PT Waskita Karya melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut, dilanjutkan, dan baru berhenti pada tahun 2015.

Seluruh dana yang terkumpul dari pembayaran terhadap pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut selanjutnya digunakan oleh pejabat dan staf pada Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) untuk membiayai pengeluaran di luar anggaran resmi PT. Waskita Karya (Persero).

Pengeluaran di luar anggaran resmi tersebut di antaranya untuk pembelian peralatan yang tidak tercatat sebagai aset perusahaan, pembelian valuta asing, pembayaran biaya operasional bagian pemasaran, pemberian fee kepada pemilik pekerjaan (bowheer) dan subkontraktor yang dipakai, pembayaran denda pajak perusahaan subkontraktor, serta penggunaan lain oleh pejabat dan staf Divisi III/Sipil/II.

Selama periode 2009-2015, setidaknya ada 41 kontrak pekerjaan subkontraktor fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk. Sedangkan perusahaan subkontraktor yang digunakan untuk melakukan pekerjaan fiktif tersebut adalah PT Safa Sejahtera Abadi, CV. Dwiyasa Tri Mandiri, PT. MER Engineering dan PT. Aryana Sejahtera.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) total kerugian keuangan negara yang timbul dari kegiatan pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut sekitar Rp 202 miliar.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Perkuat Sinergi, BPK Teken MoU dengan Polri dan Kejaksaan

Adapun MoU ini merupakan pembaharuan dari yang sudah ditandatangani sebelumnya.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

76 Calon Hakim Ad Hoc Tipikor MA Lolos Seleksi Administrasi

Sebanyak 76 orang calon hakim ad hoc tindak pidana korupsi (Tipikor) Mahkamah Agung (MA) dinyatakan lolos seleksi administrasi.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Kasus Covid-19 di Sumut Bertambah 207 Orang

Penambahan kasus positif Covid-19 di Sumut bersal dari Kota Medan sebagai penyumbang terbesar dalam kurun waktu 24 jam.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Kasus Intoleransi di Surakarta, Polisi Tetapkan Empat Tersangka

Empat orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus intoleransi di mana mereka terlibat penyerangan kediaman almarhum Segaf Al Jufri di Surakarta.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Polda Sumbar Tetapkan Bupati dan Sekda Agam Sebagai Tersangka

Polisi menetapkan dua petinggi Kabupaten Agam sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian terhadap Mulyadi selaku anggota DPR.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Waketum Gerindra: Tak Perlu Khawatir Akan Ancaman Resesi

Arief yakin perekonomian Indonesia akan tumbuh lebih baik setelah keadaan di dunia juga normal.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Masa Pandemi, Pemerintah Diminta Tidak Biarkan Tindakan Intoleransi

Negara melalui aparat penegak hukum tetap harus hadir dan menegakkan hukum terhadap kelompok-kelompok intoleran.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Polisi Buru Kelompok Ali Kalora yang Mengadang Pegawai Dinkes Poso

Pelaku diperkirakan berjumlah 5 orang membawa senjata api dan mengancam pegawai Dinkes Poso jika mencoba melawan.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Sultan HB X Belum Izinkan Sekolah Tatap Muka

Gubernur DI Yogyakarta, Sultan HB X, belum mengizinkan seluruh sekolah di DIY memberlakukan pembelajaran tatap muka pasien positif Covid-19 masih fluktuatif.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Mahfud: Korupsi Era Sekarang Dibangun Melalui Demokrasi

Menurut Mahfud MD, praktik korupsi di era sekarang dibangun melalui proses demokrasi.

NASIONAL | 11 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS