INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.63)   |   COMPOSITE 5126.33 (-26.49)   |   DBX 964.304 (-0.19)   |   I-GRADE 140.573 (-0.75)   |   IDX30 429.149 (-2.2)   |   IDX80 113.629 (-0.31)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.49)   |   IDXG30 119.586 (-0.66)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.09)   |   IDXQ30 125.935 (-1.22)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.25)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.1)   |   IDXV30 106.718 (-0.07)   |   INFOBANK15 842.264 (-5.44)   |   Investor33 375.573 (-1.87)   |   ISSI 150.643 (-0.08)   |   JII 545.954 (1.33)   |   JII70 186.804 (0.25)   |   KOMPAS100 1025.81 (-5.25)   |   LQ45 790.454 (-4.02)   |   MBX 1419.3 (-8.37)   |   MNC36 282.56 (-2.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-1)   |   SMInfra18 242.071 (-0.08)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.45)   |  

Rekind Minta Keekonomian Proyek Cisem Disesuaikan

Minggu, 27 September 2020 | 20:01 WIB
Oleh : Jaja Suteja / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - PT Rekayasa Industri (Rekind) angkat bicara mengenai keterkaitannya dalam investasi Proyek Pipa Transmisi Gas Ruas Cirebon – Semarang (Cisem). Satu-satunya perusahaan Engineering, Procurement, Construction and Comissioning (EPCC) milik negara tersebut menepis tudingan tidak profesional dan konsisten dalam penyelenggaraan proyek ini.

Rekind menegaskan selalu menjunjung tinggi komitmen, profesionalisme, inovasi dan, prinsip kehati-hatian. Sikap Rekind yang belum maksimal dalam pembangunan Proyek Cisem semata-mata berpegang pada kelayakan bisnis yang harus diperhitungkan ke depan.

Rekind menilai toll fee yang ditetapkan tahun 2006 sudah tidak dapat digunakan sebagai dasar keekonomian saat ini dalam menunjang eksistensinya ke depan. Di samping masih mewabahnya pandemi Covid-19, belum adanya permintaan dari sektor industri terkait keberadaan Cisem juga menjadi pertimbangan besar bagi Rekind.

Situasi ini pun mempersulit langkahnya jika harus bekerja sama dengan investor atau mitra strategis untuk menjalankan Proyek Cisem.

“Alokasi dana yang harus disiapkan perusahaan dan toll fee antara tahun 2006 hingga 2020 (14 tahun) untuk Proyek Cisem sudah tidak sesuai dengan nilai keekonomian saat ini. Tanpa ada kepastian flow gas minimum yang committed dan penyesuaian tarif toll fee, proyek ini menjadi tidak feasible dan bankable,” ujar SVP Corporate Secretary & Legal Rekind Edy Sutrisman melalui siaran pers ang diterima Minggu (27/9/2020).

“Bagi Rekind sulit untuk bisa mendanai proyek ini. Bahkan jika harus menggandeng investor lain pun, tetap saja dibutuhkan kepastian market dan pasokan gas,” Edy Sutrisman menambahkan.

Dalam investasi pengerjaan proyek, Rekind berpegang spesifikasi lelang tanggal 21 Maret 2006. Isinya menegaskan nilai investasi yang harus dikeluarkan Rekind di tahun 2006 sebesar 169,41 juta USD dan toll fee 0,36 USD/MMBTU.

Padahal menurut Edy, berdasarkan kajian ulang Rekind melalui eskalasi biaya modal yang berpijak pada inflasi periode 2006-2020 dan hitung-hitungan toll fee yang diperlukan untuk menjaga tingkat pengembalian investasi, ternyata dibutuhkan penambahan biaya modal yang nilainya cukup fantastis.

Selain itu, untuk mempertahankan tingkat pengembalian investasi, toll fee yang diberlakukan pada tahun 2006 sudah tidak dapat digunakan. Perhitungan tersebut mengacu pada asumsi awal bahwa volume gas yang dialirkan melalui pipa Proyek Cisem bersifat tetap, sejak tahun pertama operasi hingga akhir masa konsesi.

Toll fee yang lebih tinggi juga diperlukan apabila volume gas yang dialirkan lebih rendah atau bersifat cascading (penurunan). “Dari hasil kajian ini diketahui bahwa Net Present Value (NPV) Proyek Cisem akan bernilai negatif bila tidak ada penyesuaian toll fee,” ungkapnya.

Menurut Edy Sutrisman, sejak sebelum pelaksanaan groundbreaking pada 7 Februari 2020 hingga saat ini Rekind telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung agar salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini bisa berjalan optimal sesuai harapan bersama.

Di antaranya, melakukan kerja sama dengan perusahaan shipper melalui penandatanganan perjanjian prakontrak berupa Head of Agreement (HoA) dan Memorandum of Understanding (MoU), tetapi belum terealisasi menjadi Gas Transport Agreement (GTA) karena beberapa alasan.

"Sebagai bentuk komitmen dan iktikad baik Rekind sudah melakukan kegiatan praproyek sebenarnya dengan menggunakan anggaran kas perusahaan yang antara lain difokuskan untuk kegiatan Front End Engineering Design (FEED), survei jalur pipa, perizinan Amdal dan lain sebagainya,” kata Edy lagi.

“Namun sejalan dengan itu Rekind tetap menilai toll fee pada tahun 2006 sudah tidak dapat digunakan sebagai dasar keekonomian dan memerlukan market gas yang pasti agar mencapai keekonomian proyek serta menghindari proyek berhenti di tengah jalan akibat kemampuan arus kas perusahaan dan sulitnya mendapatkan pendanaan,” tutup Edy Sutrisman.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

HUT ke-18 PermataBank, Konsisten Memperkuat Transformasi Digitalisasi Perbankan

PermataBank telah secara konsisten mengembangkan diri, dan bertransformasi agar dapat selalu ikut mendorong pertumbuhan ekonomi.

EKONOMI | 27 September 2020

Maybank Lanjutkan Program RISE 2.0 secara Daring

PT Bank Maybank Indonesia Tbk bersama Maybank Foundation, melanjutkan program pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas dan kelompok marjinal, yakni RISE

EKONOMI | 27 September 2020

Satgas Waspada Investasi Tutup 126 Fintech Lending Ilegal

Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam operasinya kembali menemukan 126 fintech peer to peer lending ilegal.

EKONOMI | 27 September 2020

Pemerintah Jamin PLTU Kini Ramah Lingkungan

Pemerintah menjamin pengadaan dan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Indonesia ramah lingkungan.

EKONOMI | 27 September 2020

Perusahaan Korea Relokasi Investasi dari Tiongkok ke Indonesia

Satu perusahaan Korea Selatan memutuskan untuk relokasi pabrik dari Tiongkok ke Indonesia. Perusahaan tersebut adalah PT Sejin Fashion Indonesia.

EKONOMI | 27 September 2020

M Cash dan Telkomsel Kolaborasi Luncurkan DigiSaham

DigiSaham yang dapat diakses secara luas lewat WhatsApp ini diharapkan menjadi alat edukasi untuk memperkenalkan kelompok milenial dan Gen Z ke pasar modal.

EKONOMI | 27 September 2020

Kemtan Targetkan Ekspor Pertanian Tiga Kali Lipat

Januari sampai Agustus 2020, ekspor sektor pertanian Indonesia meningkat 8,82 persen, yakni mencapai Rp 258 triliun.

EKONOMI | 27 September 2020

Mandiri Syariah Dukung Pembiayaan KPR Dua Proyek Diamondland

Kerja sama dengan Mandiri Syariah merupakan bentuk komitmen layanan Diamondland Development kepada konsumen.

EKONOMI | 27 September 2020

Dorong Ekonomi, Pemerintah Genjot Pengembangan KEK Galang Batang

KEK Galang Batang diproyeksikan menjadi kawasan dengan kegiatan utama industri pengolahan bauksit dan turunannya, dengan investasi Rp 36,25 triliun.

EKONOMI | 27 September 2020

Citi Nine Gandeng BP AKR Bangun SPBU di Kawasan Hunian di Gresik

Kemitraan Citi Nine dengan BP AKR bukan hanya di Gresik, tapi di beberapa lokasi hunian yang dikembangkan di Jatim.

EKONOMI | 27 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS