Pengamat: Mencurigakan, Kuota Belajar Kemdikbud Rekomendasikan Aplikasi Berbayar dan Tidak Populer
INDEX

BISNIS-27 511.575 (0.44)   |   COMPOSITE 5759.92 (18.41)   |   DBX 1054.23 (6.22)   |   I-GRADE 169.662 (0.1)   |   IDX30 501.412 (0.38)   |   IDX80 131.739 (0.32)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.04)   |   IDXG30 135.832 (0.64)   |   IDXHIDIV20 450.213 (1.45)   |   IDXQ30 146.619 (0.01)   |   IDXSMC-COM 244.641 (2.13)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (3.58)   |   IDXV30 126.958 (0.57)   |   INFOBANK15 989.895 (1.39)   |   Investor33 430.473 (-0.07)   |   ISSI 168.725 (0.32)   |   JII 619.114 (-0.33)   |   JII70 212.184 (0.29)   |   KOMPAS100 1175.82 (2.46)   |   LQ45 920.779 (1.79)   |   MBX 1601.16 (4.49)   |   MNC36 321.923 (0.11)   |   PEFINDO25 313.689 (1.8)   |   SMInfra18 292.004 (0.98)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-0.12)   |  

Pengamat: Mencurigakan, Kuota Belajar Kemdikbud Rekomendasikan Aplikasi Berbayar dan Tidak Populer

Selasa, 29 September 2020 | 01:46 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menegaskan, adanya pembagian kuota umum dan belajar disebabkan karena pemerintah ingin memastikan kuota tersebut benar-benar digunakan untuk pembelajaran, bukan untuk fungsi-fungsi lainnya. Namun, keputusan ini menuai kontroversi sebab, aplikasi belajar yang direkomendasikan Kemdikbud dalam http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/ banyak yang berbayar dan tidak populer.

Pengamat pendidikan, Indra Charismiadji menuturkan, setelah ditelusuri, beberapa aplikasi yang dirujuk Kemdikbud ternyata berbayar. Misalnya Quipper, Ruang Guru, dan Sekolah.Mu.

“Setelah saya melihat aplikasi untuk kuota belajar ternyata ada aplikasi-aplikasi yang harus berbayar. Itu sama saja bohong. Artinya, kuota dikasih tapi seperti siswa didorong untuk membeli program-program tersebut,” kata Indra kepada Suara Pembaruan, Senin (28/9/2020).

Indra pun meminta Kemdikbud untuk tidak menjadi makelar aplikasi. Indra menyebutkan, adanya aplikasi berbayar ini menimbulkan kesan bahwa pemerintah memberikan gimmick agar masyarakat berlangganan aplikasi tersebut. Masyarakat digiring untuk belanja daring yang nanti bisa mengarah ke APBN atau APBD untuk belanja yang sama.

Untuk menghindari pemberian bantuan tidak efektif, Kemdikbud sebaiknya memberi keleluasaan penggunaan kuota. Sebab, Indra meyakini, ketika mengajar, seorang pendidik memiliki metode pembelajaran yang telah dipersiapkan dan tidak membutuhkan aplikasi pendamping.

Kalau pun menggunakan sumber lain, lanjut Indra, para pendidik selama ini lebih menyarankan siswa untuk menggunakan aplikasi tidak berbayar seperti Youtube yang juga menawarkan berbagai bahan ajar gratis.

Sementara itu, Wasekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Fahriza Marta Tanjung mengatakan, rata-rata aplikasi yang ada pada kuota belajar tidak populer, kecuali Whatsapp. Ia pun menilai, ada upaya Kemdikbud mengarahkan penggunaan aplikasi tertentu yang akan memberikan keuntungan finansial bagi perusahaan pengembang aplikasi.

“Berdasarkan penelusuran FSGI melalui Google Play Store, dari 19 aplikasi yang tersedia pada kuota belajar, setidaknya ada lima aplikasi yang diragukan eksistensi dan kapasitasnya sebagai aplikasi yang akan digunakan di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Salah satu aplikasi yang diragukan adalah Birru, aplikasi video konferensi berbahasa Inggris yang dikembangkan oleh Nativ Global Int. Aplikasi itu baru diunduh sekitar 100 kali.

“Sedikitnya jumlah unduhan bisa menggambarkan bahwa aplikasi ini baru dikembangkan. Hal ini juga bisa tergambar dari belum adanya review yang diberikan terhadap aplikasi ini. Patut dipertanyakan, mengapa aplikasi yang tidak populer dan belum jelas kualitas serta rekam jejaknya bisa masuk sebagai aplikasi pada kuota belajar,” ucap Fahriza.

Selain Birru, ada juga Eduka, aplikasi ujian daring yang dikembangkan oleh Media Eduka yang juga baru diunduh sekitar 1.000 kali. Aplikasi ini terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2019.

Kemudian ada pula Ganeca Digital, aplikasi perpustakaan dan toko e-book yang dikembangkan oleh Ganeca Digital dan baru diunduh 1.000 kali.

“Jika kebutuhan pembelajaran daring tidak ter-cover maka bantuan kuota internet berpotensi tersisa dan tidak terpakai. Karena kuota sisa akan hangus bersamaan dengan habisnya masa aktif kuota. Kami memprediksi ada sekitar 15 GB pada kuota belajar yang tidak akan terpakai,” ucap Fahriza.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bobby Nasution Diulosi Pedagang di Pasar Pringgan Medan

Pedagang Pasar Pringgan Medan menyambut hangat Bobby Nasution. Mereka langsung mengupa-upa dengan menyematkan ulos ke bahu Bobby Nasution.

NASIONAL | 29 September 2020

Pulihkan Ekonomi, Kemristek Ciptakan 1.000 Teknopreneur

Kerja sama antara Kemristek dan Yayasan Inotek ini akan memperkuat program startup inovasi Indonesia yang sudah dimulai oleh Kemristek sejak 2015.

NASIONAL | 28 September 2020

Program Para-Para Papua Rangkul 500 Mahasiswa Papua

Program Para-Para Papua telah menjangkau enam kota di tiga pulau yang berbeda.

NASIONAL | 28 September 2020

Kejagung Soroti Pilkada Serentak 2020

Kejaksaan Agung (Kejagung) turut menyoroti perhelatan Pilkada 2020 agar bisa berjalan dengan baik dan meminimalisir penyimpangan yang terjadi

NASIONAL | 28 September 2020

Yorrys Konsultasi Bareskrim dan BPK Terkait Tindakan Sekjen DPD

Konsultasi untuk mengetahui implikasi hukum yang dilakukan Dony, sapaan Reydonnyzar Moenek

NASIONAL | 28 September 2020

Potensi Tsunami Megathrust, Kelola dan Perkuat Mitigasi Serta Tata Ruang

Potensi tsunami megathrust itu menjadi ketakutan bukan kesadaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan diri serta memperkuat mitigasi bencan

NASIONAL | 28 September 2020

1 Tahanan KPK Positif Covid-19

Tahanan yang terpapar Covid-19 tersebut sebelumnya ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur.

NASIONAL | 28 September 2020

BIN Miliki Kewenangan Atasi Covid-19

Dalam Pasal 30 huruf D UU 17/2011 tentang Intelijen Negara menyebutkan BIN bisa membentuk Satuan Tugas (Satgas) dalam pelaksanaan aktivitas intelijen.

NASIONAL | 28 September 2020

Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa Lima Saksi dan Satu Tersangka

Kejaksaan Agung kembali melakukan pemeriksaan lima orang saksi dan satu tersangka Korporasi yang terkait dengan kasus Asuransi Jiwasraya.

NASIONAL | 28 September 2020

Berkas Perkara Surat Perjalanan Palsu Brigjen Prasetijo Diserahkan ke Kejari Jakarta Timur

Penyerahan para tersangka tersebut dilakukan setelah Kejaksaan Agung menyatakan perkara tersebut lengkap

NASIONAL | 28 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS