Apresiasi Permintaan Maaf Mendikbud, PGRI Tetap Minta Organisasi Penggerak Ditunda
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Apresiasi Permintaan Maaf Mendikbud, PGRI Tetap Minta Organisasi Penggerak Ditunda

Selasa, 28 Juli 2020 | 22:18 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com -Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Prof. Unifah Rosyidi, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim yang berani menyampaikan permintaan maaf terkait Program Organisasi Penggerak (POP).

“Terima kasih Pak Menteri atas keterbukaannya menerima masukan dari kami. Terima kasih berkenan mengevaluasi program ini secara komprehensif sehingga tahun depan dapat dilaksanakan dengan optimal demi sebesar-besarnya kemajuan dunia sebesar-besar kemajuan dunia pendidikan,” ujar Unifah, Selasa (28/7/2020).

Kendati demikian, Unifah menyebutkan, sikap PGRI tetap sama seperti sikap awal. Jika POP tetap dilanjutkan tahun ini, PGRI memutuskan untuk tidak akan terlibat. Unifah menyarankan, sebaiknya anggaran sudah dialokasikan tersebut dialihkan untuk memperkuat pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Kami tetap minta ditunda. Dananya tahun ini sebaiknya buat subsidi paket internet buat siswa dan guru. Silakan dievaluasi yang komprehensif,” ujarnya.

Sebelumnya,Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, menyampaikan permintaan maaf kepada Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) atas polemik POP yang menyebabkan ketiga organisasi besar tersebut mundur. Ia juga mengajak ketiga organisasi tersebut untuk kembali bergabung ke dalam POP.

“Dengan penuh kerendahan hati, saya memohon maaf atas segala keprihatinan yang timbul dan berharap agar tokoh dan pimpinan NU, Muhammadiyah, dan PGRI bersedia untuk terus memberikan bimbingan dalam proses pelaksanaan program yang kami sadari betul masih belum sempurna,” kata Nadiem.

Selanjutnya Nadiem menyatakan apresiasi sebesar-besarnya atas masukan dari pihak NU, Muhammadiyah, dan PGRI mengenai POP. Nadiem menyebutkan, ketiga organisasi ini telah berjasa di dunia pendidikan bahkan jauh sebelum negara ini berdiri. Tanpa pergerakan ketiganya dari Sabang sampai Merauke, identitas budaya dan misi dunia pendidikan di Indonesia tidak akan terbentuk.

Oleh karena itu, menurutnya, Kemdikbud siap dan mendengar dan siap belajar.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Apresiasi Permintaan Maaf Mendikbud, NU: Sebaiknya Jangan Diulangi Lagi

Permintaan maaf dari pejabat tinggi merupakan peristiwa langka. Itu merupakan sikap kesatria yang sangat baik yang patut ditiru.

NASIONAL | 28 Juli 2020

Mendikbud Minta Maaf atas Polemik Program Organisasi Penggerak

Ia juga mengajak Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan PGRI untuk kembali bergabung ke dalam POP.

NASIONAL | 28 Juli 2020

Pandemi Covid-19, Petani Kerinci Justru Berhasil Ekspor Kopi ke Belgia

Ekspor perdana sekitar 15,9 ton kopi petani Kerinci ke Belgia tersebut dilepas Gubernur Jambi, Fachrori Umar di pelabuhan Talang Duku, Muarojambi, Jambi.

NASIONAL | 28 Juli 2020

Pancasila Pilihan Terbaik dan Final bagi Muhammadiyah dan NU

Bagi organisasi Islam Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), Pancasila merupakan pilihan terbaik dan final

NASIONAL | 28 Juli 2020

Soal Surat Evi Novida Ginting, Istana: Sikap Presiden Belum Diputuskan

Juru Bicara Presiden bidang Hukum Dini Purwono mengatakan, surat permintaan pengembalian jabatan Evi Novida Ginting sebagai Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah diterima

NASIONAL | 28 Juli 2020

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Angkatan Utama

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyematkan tanda kehormatan Bintang Angkatan Kelas Utama kepada Kapolri Jenderal Idham Azis, Selasa (28/7/2020)

NASIONAL | 28 Juli 2020

Datangi Setneg, Pengacara Desak Presiden Kembalikan Evi Novida Ginting sebagai Komisioner KPU

Kuasa Hukum mendatangi Setneg untuk memberikan surat berisikan permintaan kepada Presiden untuk mengembalikan posisi Evi Novida Ginting sebagai komisioner KPU

NASIONAL | 28 Juli 2020

Pelanggar Protokol Kesehatan di Bengkulu Belum Dikenakan Sanksi Tegas

Masyarakat yang melanggar protokol kesehatan di Bengkulu belum dikenakan sanksi yang tegas.

NASIONAL | 28 Juli 2020

SMA/SMK Sederajat di Banten Tetap Belajar secara Daring

Kegiatan belajar mengajar tatap muka belum diizinkan meski saat ini, wilayah Provinsi Banten masuk zona kuning.

NASIONAL | 28 Juli 2020

M Nasir Dinilai Permalukan Partai Demokrat

Sikap Nasir secara tidak langsung memperburuk citra PD dalam kontestasi Pilkada Serentak 2020.

NASIONAL | 28 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS