Tinggal Tiga Daerah di Jateng yang Masuk Kategori Zona Merah
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Tinggal Tiga Daerah di Jateng yang Masuk Kategori Zona Merah

Senin, 15 Juni 2020 | 15:08 WIB
Oleh : Stefy Tenu / IDS

Semarang, Beritasatu.com - Penanganan serius pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah terhadap wabah Covid-19 mulai menunjukkan hasil. Hingga saat ini, hanya tinggal tiga daerah di Jateng yang masuk kategori zona merah, yakni Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Magelang.

"Dari laporan dan analisis semuanya, hari ini tinggal Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Magelang yang masih zona merah. Sementara lainnya sudah masuk zona kuning, bahkan Banyumas dan Wonosobo itu sudah cenderung hijau," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo usai rapat percepatan penanganan Covid-19 di kantor Gubernur Jateng, Senin (15/6/2020). Rapat dihadiri sejumlah jajaran dinas terkait, rumah sakit serta tim ahli.

Terhadap tiga daerah yang masih dalam zona merah itu, Ganjar akan segera mengirimkan surat khusus. Surat diberikan agar kepala daerah di tiga wilayah itu semakin memperketat kegiatan masyarakatnya.

"Di tiga daerah itu saya minta berhati-hati betul, tolong kegiatan semuanya diketatkan lagi. Kalau ada kegiatan masyarakat yang berkerumun, tolong dilarang. Nanti saya akan kirim surat agar pembatasannya lebih ketat," tegasnya.

Dijelaskan, surat itu penting karena dirinya melihat masyarakat masih banyak yang tidak memperdulikan protokol kesehatan. Di Kota Semarang misalnya, ia masih melihat banyak orang berkerumun, tidak jaga jarak, dan tidak memakai masker.

"Kemarin saya sepedaan di Kota Lama dan Simpanglima. Wah itu luar biasa banyak masyarakat, seperti ada event saja. Ini kan bahaya, makanya akan saya buat surat khusus agar kegiatan-kegiatan itu dibatasi bahkan diperketat," tegasnya.

Untuk daerah lain yang sudah kuning, dia meminta semuanya tetap berhati-hati. Sebab tidak menutup kemungkinan, penyebaran Covid-19 akan kembali terjadi.

Untuk itu, pihaknya meminta seluruh Bupati/Wali Kota di Jateng melakukan persiapan-persiapan dan melakukan penataan khususnya di tempat publik. Pasar-pasar tradisional harus ditata agar penularan tidak terjadi.

"Saya minta seluruh pasar tradisional di Jateng ditata. Kalau perlu ditutup selama tiga hari untuk kemudian ditata jaraknya. Saya minta juga ada petugas yang berjaga agar pedagang dan pembeli semuanya aman," tegasnya.

Seluruh Bupati/Wali Kota juga diminta untuk meningkatkan penelusuran penyebaran Covid-19. Pencarian potensi penyebaran dengan surveilans harus diperbanyak, agar diketahui seberapa besar yang tertular.

"Saya minta laboratorium juga meningkatkan kapasitasnya. Kalau biasanya hasil lab tiga hari jadi, saya minta sehari selesai. Saya minta semua lab on selama 24 jam untuk keperluan ini," tutupnya.

Sementara itu, Tim Ahli Gugus Tugas Covid-19 Jateng, Anung Sugihanto mengatakan, beberapa daerah di Jateng memang menunjukkan posisi landai. Beberapa sudah masuk zona hijau, sementara lainnya masuk zona kuning.

"Namun semua harus hati-hati, tidak perlu cepat-cepat mengambil kebijakan normal baru. Sebab, tidak menutup kemungkinan potensi wabah Covid-19 kembali terjadi. Seperti Kebumen kemarin itu menurut kami terlalu dini, sebab dari data saat ini, kasus PDP di daerah itu justru meningkat," ungkap Anung.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pastikan Lulusan Terserap, Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi dengan Dunia Industri

Tujuannya membangun SDM muda yang berketerampilan kerja maupun berwirausaha mandiri dan bermartabat.

NASIONAL | 15 Juni 2020

Kebijakan Pembelajaran di Pesantren Akan Segera Diputuskan

Untuk kebijakan pendidikan di pesantren akan disampaikan langsung oleh Menteri Agama.

NASIONAL | 15 Juni 2020

DPR Apresiasi SKB 4 Menteri untuk Panduan Tahun Ajaran Baru

Diharapkan SKB ini bisa berkontribusi bagi kebaikan khususnya dunia pendidikan dalam menghadapi Covid-19.

NASIONAL | 15 Juni 2020

Kasus Aktif Covid-19 di Jatim Sudah Lampaui Jakarta

Ada dua hal lain yang membuat skala wabah Covid-19 di Jatim lebih parah daripada Jakarta.

NASIONAL | 15 Juni 2020

Korupsi PT Dirgantara Indonesia, KPK Dalami Rapat Penentuan Mitra Penjualan

KP memeriksa Rizky Ferianto dan Fajar Hari Sampurno sebagai saksi kasus dugaan korupsi terkait penjualan dan pemasaran pesawat di PT Dirgantara Indonesia.

NASIONAL | 15 Juni 2020

Gedung Avian Flu Akan Dipakai untuk Kembangkan Vaksin Covid-19

Salah satu aset negara berupa Gedung Laboratorium Avian Flu yang berada di Komplek Bio Farma akan dipakai menjadi tempat pengembangan vaksin Covid-19.

NASIONAL | 15 Juni 2020

DMI Ingatkan agar Masjid Tak Jadi Klaster Baru Pandemi Covid-19

DMI dan para pengurus masjid di Indonesia sejak awal telah melakukan pembersihan masjid, antara lain dengan penyemprotan disinfektan, dan menggulung karpet.

NASIONAL | 15 Juni 2020

Polda Sumut Siap Implementasi Kenormalan Baru

Kapolda Sumut meminta seluruh anggota tetap menjalankan tugas secara produktif dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan.

NASIONAL | 15 Juni 2020

Terima Suap dari Bos Dealer, Eks Pejabat Ditjen Pajak Dituntut 9,5 Tahun Penjara

Jaksa KPK meminta Hakim menjatuhkan hukuman 9 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan terhadap Yul Dirga.

NASIONAL | 15 Juni 2020

BIN Perpanjang Tes Covid-19 di Surabaya Hingga 20 Juni

Badan Intelejen Negara memutuskan untuk memerpanjang tes cepat (rapid test) serta tes usap (swab test) di Surabaya, Jawa Timur hingga 20 Juni 2020.

NASIONAL | 15 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS