Pastikan Lulusan Terserap, Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi dengan Dunia Industri
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Pastikan Lulusan Terserap, Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi dengan Dunia Industri

Senin, 15 Juni 2020 | 21:12 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi meluncurkan program penguatan untuk mempersiapkan angkatan kerja muda dengan bekal pendidikan dan keterampilan.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Diksi), Wikan Sakarinto mengatakan, Direktorat Kursus dan Pelatihan ini akan menjalankan skema yang sama dengan strategi pada pendidikan formal (vokasi). Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) juga akan dipadukan dengan industri, sehingga link and match kursus dan pelatihan akan menciptakan SDM yang sesuai dengan kebutuhan riil di dunia kerja.

“Tujuannya membangun SDM muda yang berketerampilan kerja maupun berwirausaha mandiri dan bermartabat,” ujar Wikan dalam peluncuran kursus dan pelatihan secara daring, Senin (15/6/2020).

Wikan menyebutkan, pada peluncuran ini, ada dua program yang akan disinergikan dengan dunia industri dan dunia kerja yaitu Program Kecakapan Kerja (PKK) dan Program Kecakapan Wirausaha (PKW). Ada pun sasarannya pada PKK adalah 50.000 orang, sedangkan PKW akan diberikan kepada 16.676 orang.

Dengan adanya sinergi melalui kedua program ini diharapkan dunia usaha mampu menjamin keterserapan lulusan di dunia kerja serta membantu terwujudnya lulusan merintis usaha sendir.

“Apalagi, dengan target yang relatif masif pada 2020, yaitu sekitar 50.000 orang calon peserta PKK, program ini harus dilakukan sinergi dan gotong royong antara LKP dengan berbagai pihak, terutama DUDI dan dunia kerja,” kata Wikan.

Wikan menyebutkan, pada prinsipnya LKP harus juga bersinergi dengan dunia kerja. Link and match ini akan lebih memastikan kesesuaian dan daya serap lulusan di dunia kerja, sehingga lulusan akan segera memiliki kemandirian untuk mencapai kehidupan yang lebih mapan.

Selanjutnya, Wikan menjelaskan, sekitar 16.000 orang calon peserta lainnya akan mengikuti PKW. Mereka akan dilatih dan didekatkan dengan berbagai skema dukungan agar mereka mampu mengembangkan bisnis yang diharapkan akan terus berkembang, mendapatkan modal rintisan usaha dan mampu menyerap tenaga kerja di bidang nonformal.

“Totalnya pada 2020 ini diharapkan akan segera tercipta 66.000 SDM terampil dan berdaya mandiri, dihasilkan dari PKK dan PKW ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Direktur Kursus dan Pelatihan, Wartanto menyebutkan, syarat wajib LKP lainnya seperti SMK dan kampus vokasi adalah wajib memiliki laboratorium dan bengkel terapan. Kemudian, harus dipastikan yang dipilih hanyalah yang sudah bersinergi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dan dunia kerja.

“Skema pernikahan atau link and match dimulai dari penyusunan materi pelatihan, atau kurikulum. Kurikulum harus sesuai dengan kebutuhan kerja karena disusun bersama, akan menghasilkan SDM terampil yang harapannya langsung diserap dunia kerja. Pelatih kursus juga sebagian berasal dari praktisi dan DUDI,” ujarnya.

Wartanto menjelaskan, program PKK diperuntukkan bagi usia 15-30 tahun dengan prioritas 15-25 tahun, anak usia sekolah tidak sekolah, lulus tidak melanjutkan sekolah, peserta didik Paket C serta warga masyarakat yang menganggur.

Sedangkan PKW diperuntukkan bagi usia 15-30 tahun dengan prioritas 15-25 tahun putus sekolah atau lulus tidak melanjutkan dan belum memiliki pekerjaan tetap atau menganggur dan dari keluarga kurang mampu.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Kebijakan Pembelajaran di Pesantren Akan Segera Diputuskan

Untuk kebijakan pendidikan di pesantren akan disampaikan langsung oleh Menteri Agama.

NASIONAL | 15 Juni 2020

DPR Apresiasi SKB 4 Menteri untuk Panduan Tahun Ajaran Baru

Diharapkan SKB ini bisa berkontribusi bagi kebaikan khususnya dunia pendidikan dalam menghadapi Covid-19.

NASIONAL | 15 Juni 2020

Kasus Aktif Covid-19 di Jatim Sudah Lampaui Jakarta

Ada dua hal lain yang membuat skala wabah Covid-19 di Jatim lebih parah daripada Jakarta.

NASIONAL | 15 Juni 2020

Korupsi PT Dirgantara Indonesia, KPK Dalami Rapat Penentuan Mitra Penjualan

KP memeriksa Rizky Ferianto dan Fajar Hari Sampurno sebagai saksi kasus dugaan korupsi terkait penjualan dan pemasaran pesawat di PT Dirgantara Indonesia.

NASIONAL | 15 Juni 2020

Gedung Avian Flu Akan Dipakai untuk Kembangkan Vaksin Covid-19

Salah satu aset negara berupa Gedung Laboratorium Avian Flu yang berada di Komplek Bio Farma akan dipakai menjadi tempat pengembangan vaksin Covid-19.

NASIONAL | 15 Juni 2020

DMI Ingatkan agar Masjid Tak Jadi Klaster Baru Pandemi Covid-19

DMI dan para pengurus masjid di Indonesia sejak awal telah melakukan pembersihan masjid, antara lain dengan penyemprotan disinfektan, dan menggulung karpet.

NASIONAL | 15 Juni 2020

Polda Sumut Siap Implementasi Kenormalan Baru

Kapolda Sumut meminta seluruh anggota tetap menjalankan tugas secara produktif dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan.

NASIONAL | 15 Juni 2020

Terima Suap dari Bos Dealer, Eks Pejabat Ditjen Pajak Dituntut 9,5 Tahun Penjara

Jaksa KPK meminta Hakim menjatuhkan hukuman 9 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan terhadap Yul Dirga.

NASIONAL | 15 Juni 2020

BIN Perpanjang Tes Covid-19 di Surabaya Hingga 20 Juni

Badan Intelejen Negara memutuskan untuk memerpanjang tes cepat (rapid test) serta tes usap (swab test) di Surabaya, Jawa Timur hingga 20 Juni 2020.

NASIONAL | 15 Juni 2020

HUT Polri, Warga yang Lahir 1 Juli Bisa Bikin SIM Gratis

Pembuatan SIM Gratis hanya untuk warga yang lahir pada 1 Juli, sama dengan hari lahir Polri.

NASIONAL | 15 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS