IGI: 81,94% Guru Akui Nilai Rapor Bisa Dimanipulasi.
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

IGI: 81,94% Guru Akui Nilai Rapor Bisa Dimanipulasi.

Minggu, 29 Maret 2020 | 20:32 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menghapus ujian nasional (UN) dan menjadikan nilai rapor sebagai pertimbangan jalur prestasi masuk ke sekolah unggulan diprediksi akan menimbulkan kecurangan. Kesimpulan itu didapatkan dari survei yang dilakukan Ikatan Guru Indonesia (IGI) kepada 410 responden yang terdiri dari guru-guru di Tanah Air. Hasilnya, sebanyak 81,94% guru mengaku bahwa nilai rapor bisa dimanipulasi.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu, Minggu (29/3/2020). Ia melanjutkan, mereka yang yakin bisa memanipulasi rapor umumnya belum menggunakan e-rapor, atau tahu bahwa masih banyak sekolah yang belum menggunakan e-rapor. Sedangkan guru-guru yang sepakat dengan jalur prestasi melalui nilai rapor mengaku selama ini mereka sudah menggunakan e-rapor sehingga sangat sulit atau tidak mungkin lagi memanipulasi nilai rapor.

“Dari sana, kami kemudian menelusuri dan menemukan data bahwa siswa SD kelas 6 dan siswa SMP kelas 9 yang saat ini akan menghadapi PPDB (penerimaan peserta didik baru) masih sangat banyak yang belum menggunakan e-rapor. Data keseluruhan yang kami peroleh, hanya 30%-40% sekolah di Indonesia yang sudah menggunakan e-rapor. Karena itu penerimaan siswa baru lewat jalur prestasi tidak layak untuk digunakan,” kata Ramli.

Jika kondisi seperti ini terus berlanjut, katanya, ditengarai akan terjadi kecurangan dalam hal pemberian nilai dalam rapor.
Ramli juga menyebutkan, guru melaporkan bahwa wali kelas dan kepala sekolah di SD dan SMP biasanya akan sulit menolak permintaan orang-orang tertentu untuk mengubah nilai rapor. Apalagi dalam beberapa kasus, permintaan itu disertai ancaman atau pendekatan amplop maupun kedekatan personal.

“Ini sangat berbeda dengan SMA yang cenderung sulit untuk diubah. Apalagi orang tua tak perlu pusing lagi meskipun domisilinya jauh dari kampus karena anak-anak mereka sudah relatif dewasa. Selain itu, kontrol kuat serta ancaman perguruan tinggi terhadap manipulasi nilai rapor juga terbilang sangat berat,” ujarnya.

Berkaca dari kenyataan lapangan ini, Ramli mengusulkan kepada Mendikbud Nadiem Makarim untuk menghapuskan jalur prestasi dalam PPDB 2020. Menurutnya, PPDB pada tingkat SMP cukup dilakukan dengan menggunakan jalur domisili atau perpindahan orang tua.

“Jalur prestasi menggunakan nilai rapor boleh digunakan jika e-rapor sudah lebih dari 80% atau paling tidak 65% yang biasanya menjadi standar minimal digunakan menjadi kebijakan,” ujarnya.

Ramli menjelaskan, penggunaan jalur prestasi juga sangat berpotensi membuat orang tua mengalami stres dalam kondisi wabah Covid-19. Orang tua akan jauh lebih stres jika anaknya tidak mendapatkan sekolah pada jenjang berikutnya dibanding berburu sekolah unggulan. Dengan sistem domisili dan perpindahan orang tua 100%, maka semua urusan bisa diatur oleh pemerintah dalam menentukan posisi sekolah bagi siapapun peserta PPDB 2020.

“Orang tua cukup mendapatkan pemberitahuan dari dinas pendidikan setempat bahwa anak mereka dipastikan akan mendapatkan sekolah dan akan belajar di sekolah yang sudah ditentukan oleh dinas pendidikan masing-masing. Hal ini tentu saja jauh lebih mudah dengan menggunakan domisili masing-masing orang tua siswa dan langsung menentukan sekolah yang dituju,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah mengumumkan pembatalan UN 2020 dan menggantinya dengan ujian sekolah (US) atau nilai rapor untuk penentu kelulusan para siswa.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

ODP Coronadi Sumut Berkurang 1.506 Orang

Jika jumlah ODP pada Sabtu (28/3/2020) sore ada 4.064 orang, tetapi pada hari ini Minggu (29/3/2020) sore, menurun menjadi 2.556 orang.

NASIONAL | 29 Maret 2020

2.019 Orang di Banten Berstatus ODP Covid-19

Pasien positif virus corona atau Covid-19 di wilayah Provinsi Banten bertambah dari 50 orang menjadi 68 orang.

NASIONAL | 29 Maret 2020

Cegah Virus Corona, Polda Bengkulu Akan Tegas Bubarkan Kerumunan

Semua kerumunan, termasuk pernikahan akan dibubarkan. Sikap tegas ini sesuai dengan maklumat Kapolri dalam mencegah penyebaran virus corona.

NASIONAL | 29 Maret 2020

Mahfud: Aturan Karantina Wilayah Secepatnya Diumumkan

Mahfud menjelaskan pemerintah tidak bisa semena-mena menetapkan karantina wilayah atau lockdown.

NASIONAL | 29 Maret 2020

Cegah Penularan Corona, Pemda DIY Sweeping Pemudik

Munculnya gelombang pemudik dari kota-kota zona merah "corona", membuat Tim Gugus Tugas Covid-19 DIY memberlakukan "sweeping".

NASIONAL | 29 Maret 2020

Taati Physical Distancing, PSI Gelar Wawancara Online dengan Tiga Balon Wali Kota Surabaya

Hasil wawancara akan diunggah di akun media sosial PSI sehingga warga Surabaya bisa mengetahui dan mempelajari bakal kandidatnya.

NASIONAL | 29 Maret 2020

Jubir Covid-19 Aceh Ralat Pernyataannya terkait 'Kuburan Massal'

Bukan kuburan massal, Juru Bicara Pemprov Aceh untuk Covid-19 menyatakan pemerintah setempat tengah mempersiapkan tanah pemakaman jenazah RS Zainoel Abidin.

NASIONAL | 29 Maret 2020

Pandemi Corona, IDI Minta Bali Dikarantina

Sutedja menyampaikan, karantina wilayah perlu dilaksanakan dengan batasan-batasan.

NASIONAL | 29 Maret 2020

Melawan Covid-19, Pemkot Depok Bentuk Kampung Siaga

Pemerintah Kota Depok menginisiasi pembentukan kampung siaga Covid-19 bekerja sama dengan komunitas sekolah Relawan.

NASIONAL | 29 Maret 2020

Pandemi Corona, MA Izinkan Persidangan Perkara Pidana Melalui Telekonferensi

MA mengizinkan seluruh pengadilan menggelar sidang perkara pidana melalui jarak jauh atau telekonferensi, mengingat terjadinya pandemi virus "corona".

NASIONAL | 29 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS