UN 2020 Dibatalkan, FSGI: Anggarannya Lebih Baik untuk Corona
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

UN 2020 Dibatalkan, FSGI: Anggarannya Lebih Baik untuk Corona

Selasa, 24 Maret 2020 | 14:25 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Wasekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Satriwan Salim, mengapresiasi dan mendukung keputusan pemerintah meniadakan pelaksanaan ujian nasional (UN) untuk semua tingkatan. Untuk itu, Satriwan menyarankan agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengalihkan anggaran pelaksanaan UN untuk membantu penanganan penyebaran corona.

“Ini lebih bermanfaat ketimbang dana dipakai untuk pelaksanaan UN yang juga tak ada manfaatnya lagi bagi anak-anak kita,” kata Satriwan dalam siaran pers yang diterima Beritasatu, Selasa (24/3/2020).

Satriwan menyebutkan, sudah saatnya UN ditiadakan karena kedudukan, tujuan, dan fungsi UN sudah tak relevan. Misalnya pada jenjang SMA/SMK, hasil UN tak bermanfaat secara praktis untuk masuk ke perguruan tinggi. Sebab, masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tidak lagi mempertimbangkan hasil UN, melainkan melalui jalur undangan dengan melihat nilai rapor untuk SNMPTN dan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) untuk SBMPTN.

Selain itu, kebijakan zonasi dalam penerimaa peserta didik baru (PPDB) untuk masuk jenjang SMP dan SMA juga tidak mencantumkan jalur prestasi dari hasil UN, melainkan dari berbagai prestasi. Ini termasuk prestasi non-akademik seperti bidang vokal, seni, debat, olahraga, musik dan lainnya. Artinya, nilai UN bukan lagi satu-satunya parameter prestasi siswa.

Oleh karena itu, Satriwan mengatakan, kebijakan meniadakan UN ini bermanfaat besar bagi peserta didik dan guru. Sebab, energi siswa, guru, dan orang tua akan lebih fokus kepada persiapan tes UTBK atau Seleksi Mandiri PTN.

“Para siswa akan fokus belajar menyiapkan itu semua,” ujarnya.

Untuk itu, Satriwan berharap semua elemen pendidikan mematuhi kebijakan Presiden Jokowi, dengan tidak membuat penilaian ujian sekolah daring.

“Semoga ini tidak terjadi karena sama saja akan mempersulit siswa, guru, dan orang tua dari aspek persiapan teknis, kesiapan SDM guru, dan tenaga teknis lain. Belum lagi kesiapan infrastruktur, mengingat Indonesia sangat luas dengan geografis yang unik. Apalagi di tengah kondisi bencana nasional seperti sekarang,” ucap Satriwan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

69 WNI di Luar Negeri Positif Covid-19

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sampai Selasa (24/3) siang, melaporkan 69 warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri terkonfirmasi positif Covid-19

NASIONAL | 24 Maret 2020

Pemkot Medan Ancam Jemput Paksa ODP dan PDP yang Membandel

pemerintah kota (Pemkot) Medan mengancam akan melakukan upaya penjemputan secara paksa.

NASIONAL | 24 Maret 2020

IGI Dukung Pemerintah Tiadakan UN 2020

Pemerintah harus mengakui bahwa guru-guru Indonesia amat sangat belum siap menjalankan pembelajaran jarak jauh dan persiapan menuju UN pun masih minim.

NASIONAL | 24 Maret 2020

MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJSK, Jokowi Siapkan Tiga Strategi

Jokowi mengatakan putusan MA yang membatalkan kenaikan iuran BPJSK telah berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, terutama pasien Covid-19.

NASIONAL | 24 Maret 2020

Korban Meninggal Corona Dapat Santunan Rp 15 Juta

Kemsos berusaha meringankan beban keluarga yang ditinggalkan dengan memberikan satunan kematian bagi ahli warisnya masing-masing Rp 15 juta.

NASIONAL | 24 Maret 2020

Setelah Lockdown, Wuhan pun Pulih

Jaringan transportasi publik di Wuhan mulai beroperasi secara bertahap.

NASIONAL | 24 Maret 2020

Lockdown yang Dicibir, Pengawasan Super Ketat

Tindakan superketat tersebut belakangan menuai pujian.

NASIONAL | 24 Maret 2020

Pemprov DKI Terima Sumbangan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerima sumbangan 100.000 alat rapid test dan 50.000 masker dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

NASIONAL | 24 Maret 2020

Warga Antre Tes Cepat Covid-19 di RSUD Pasar Minggu

Membuka tenda khusus untuk tempat pemeriksaan tes cepat.

NASIONAL | 24 Maret 2020

Imbas Corona, UN 2020 Ditiadakan

Ujian Nasional ditiadakan untuk tingkat SMA, SMP, dan SD.

NASIONAL | 24 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS