Jemaah Umrah Bisa Perpanjang Visa Tanpa Biaya Tambahan
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Jemaah Umrah Bisa Perpanjang Visa Tanpa Biaya Tambahan

Senin, 2 Maret 2020 | 18:36 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / Irawati Diah Astuti

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan, untuk masalah visa jemaah umrah, pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi telah berkomunikasi dengan pemerintah Arab Saudi. Menlu meminta Kedutaan Besar Arab Saudi untuk mempertimbangkan agar visa yang sudah dikeluarkan dan tidak dipergunakan, dapat diterbitkan ulang atau diperpanjang tanpa ada biaya tambahan kepada jemaah.

“Menurut informasi dari Bu Menlu, sudah ada jaminan Saudi akan mengizinkan untuk perpanjangan visa tanpa tambahan-tambahan biaya,” kata Menag di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (2/3/2020).

Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh jemaah umrah yang belum berangkat untuk tetap tenang dan mengikuti kebijakan yang diambil oleh pemerintah Arab Saudi dan Indonesia terkait dengan keberangkatan jemaah. Pihaknya memastikan jemaah tidak akan dirugikan.

Ketika ditanya kapan Arab Saudi kembali membuka izin umrah, Menag mengaku belum dapat memastikan dan masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari Arab Saudi.

Secara terpisah, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar, mengimbau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk sementara tidak menerima pendaftaran paket umrah terlebih dahulu sampai ada kepastian dari pemerintah Arab Saudi. Hal ini untuk menghindari potensi kerugian yang dialami jemaah dan PPIU akibat ketidakpastian keberangkatan ke Arab Saudi.

“Kami mengimbau kepada PPIU agar pendaftaran bagi jemaah umrah sementara dihentikan terlebih dahulu sampai adanya kepastian keberangkatan. Ini dilakukan untuk meminimalisir dampak kerugian yang lebih besar. Jangan sampai jemaah menyetorkan dananya untuk berangkat umrah, apalagi untuk paket pemberangkatan dalam waktu dekat, tetapi keberangkatannya tidak pasti,” ujar Nizar dalam siaran pers yang diterima Beritasatu, Senin (2/3/2020).

Hal senada disampaikan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Arfi Hatim. Menurutnya, bila pendaftaran tetap dibuka, jemaah tentu tidak bisa langsung berangkat. Sebab, PPIU akan mendahulukan jemaah yang saat ini sudah terdaftar tetapi tertunda keberangkatannya.

Data Kementerian Agama (Kemag) menyebutkan, jemaah yang gagal berangkat pada 27 Februari 2020 saat pemberlakuan larangan berangkat oleh pemerintah Arab Saudi mencapai 2.393 orang. Mereka berasal dari 75 PPIU yang rencana awalnya akan diterbangkan oleh delapan maskapai. Jumlah ini akan terus bertambah seiring tertundanya keberangkatan jemaah selama masa penangguhan sementara ini.

Arfi juga memastikan bahwa informasi yang beredar tentang kebijakan penghentian sementara akan dicabut oleh pemerintah Arab Saudi pada 14 Maret 2020 adalah tidak benar.

“Kami sampai saat ini belum menerima keterangan resmi dari Arab Saudi sampai kapan pemberlakuan larangan berkunjung untuk umrah dan ziarah oleh Arab Saudi akan dicabut,” jelasnya.

Tidak Ditutup
Kasubdit Pengawasan Ibadah Umrah dan Haji Khusus, M. Noer Alya Fitra, mengatakan, jumlah jemaah umrah yang telah mendaftar dan mendapatkan nomor porsi umrah (NPU) per 28 Februari hingga keberangkatan Juni 2020 yang terdokumentasi dalam Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) Kemag sebanyak 46.620 jemaah. Calon jemaah umrah tersebut terdaftar dalam 598 PPIU yang direncanakan akan berangkat menggunakan 20 maskapai penerbangan.

“Jemaah direncanakan berangkat menggunakan Saudia Airlines sebanyak 16.177 jemaah atau 34,7%, Lion Air sebanyak 10.209 jemaah atau 21,9%, dan Garuda Indonesia sebanyak 6.819 jemaah atau 14,63%. Sisanya menggunakan penerbangan lainnya seperti Oman Air, Ettihad, Emirates, Flynas, Citylink, Turkis Airline, Air Asia, Scoot, dan lainnya," ucap Nafit.

Nafit juga menyebutkan, Kemag tidak menutup aplikasi Siskopatuh dalam rangka memberikan kesempatan kepada PPIU untuk melakukan proses update data dan input reschedule keberangkatan.

“Kami tidak tutup Siskopatuh. Namun kepada PPIU untuk sementara diimbau untuk tidak menerima pendaftaran jemaah terlebih dahulu. Kami menyarankan BPS-BPIU (Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Umrah, red) juga membantu untuk sementara bersama PPIU tidak melakukan penerimaan biaya umrah,” ucapnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Mendes Sebut Pengelolaan Dana Desa Jabar Masih Bermasalah

Mendes Abdul Halim Iskandar sebut penyaluran dan pengelolaan dana desa tahun 2020 untuk Jawa Barat masih mengalami permasalahan.

NASIONAL | 2 Maret 2020

Antisipasi Corona, Bandara Kualanamu Perketat Pengawasan

Petugas bandara Kualanamu memperketat pengawasan penumpang terkait antisipasi virus corona.

NASIONAL | 2 Maret 2020

Kemhub Siapkan SOP Pencegahan Virus Corona di Moda Darat dan Kereta

Kemhub akan menyiapkan SOP pencegahan penyebaran virus corona yang nantinya akan segera diterapkan

NASIONAL | 2 Maret 2020

Wamendes Harap Indomaret dan Alfamart Jual Produk Desa

Untuk mendorong kemajuan desa, Wamendes Budi Arie menyarankan pemerintah daerah membuat kebijakan diwajibkannya penjualan produk desa di Indomaret dan Alfamart.

NASIONAL | 2 Maret 2020

Kemhub Diharapkan Tutup Rute Penerbangan ke Luar Negeri

Kementerian Perhubungan (Kemhub) perlu menutup rute ke luar negeri, khususnya negara yang telah terjangkit virus corona atau covid-19.

NASIONAL | 2 Maret 2020

Wamendes: Keterlibatan Anak Muda Jadi Kunci Pembangunan Desa

Menurut Wamendes, keterlibatan anak muda dalam pembangunan desa penting karena ide kreatif yang mereka miliki.

NASIONAL | 2 Maret 2020

Pembatasan Penerbangan Dinilai Perlu Dilakukan

Wakil Ketua Komisi V DPR Ahmad Riza Patria meminta penerbangan dari negara tertentu ke Indonesia untuk dibatasi

NASIONAL | 2 Maret 2020

Indonesia Dinilai Penting Memiliki GBHN

GBHN diperlukan untuk memandu arah pembangunan bangsa

NASIONAL | 2 Maret 2020

Anggota Komisi IX DPR Minta Unit Layanan Kesehatan Lakukan Deteksi Covid-19

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto sepatutnya menerbitkan surat perintah.

NASIONAL | 2 Maret 2020

Polisi Periksa Tujuh Saksi Terkait Kasus Pegawai Batan Miliki Bahan Radioaktif

SM, pegawai batan sudah dilaporkan secara resmi oleh Bapeten ke polisi atas kepemilikan radioaktif Caesium-137.

NASIONAL | 2 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS