Ketua Dewan Perawat Nasional: Nakes Hidup dalam Tekanan dan Ketakutan Luar Biasa
INDEX

BISNIS-27 503.6 (0)   |   COMPOSITE 5652.76 (0)   |   DBX 1032.04 (0)   |   I-GRADE 161.222 (3.23)   |   IDX30 490.95 (0)   |   IDX80 126.239 (2.53)   |   IDXBUMN20 347.718 (10.77)   |   IDXG30 131.769 (1.75)   |   IDXHIDIV20 428.361 (9.36)   |   IDXQ30 139.975 (2.43)   |   IDXSMC-COM 236.298 (3.68)   |   IDXSMC-LIQ 285.496 (7.48)   |   IDXV30 117.12 (3.63)   |   INFOBANK15 969.323 (0)   |   Investor33 418.313 (5.87)   |   ISSI 165.497 (0)   |   JII 607.992 (0)   |   JII70 203.182 (4.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (0)   |   LQ45 884.897 (16.77)   |   MBX 1571.94 (0)   |   MNC36 311.774 (4.65)   |   PEFINDO25 300.975 (0)   |   SMInfra18 283.853 (0)   |   SRI-KEHATI 362.321 (0)   |  

Ketua Dewan Perawat Nasional: Nakes Hidup dalam Tekanan dan Ketakutan Luar Biasa

Minggu, 25 Oktober 2020 | 23:21 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 telah menempatkan tingkat stres psikologis yang luar biasa pada tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar. Sebab, dengan pengaturan permintaan tinggi selama berjam-jam, mereka harus hidup dalam ketakutan terus-menerus terhadap paparan penyakit. Selain itu, mereka juga harus terpisah dari keluarga dan menghadapi stigmatisasi sosial.

Ketua Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) Harif Fadhillah, mengatakan, hal ini menjadi sorotan bagaimana bangsa ini telah melindungi atau tidak melindungi profesi perawat kita.

“Kami mengkhawatirkan masih banyak nakes yang terinfeksi dan wafat. Ini seiring dengan peningkatan kasus positif, artinya ini terkait kasus terkonfirmasi positif tanpa gejala. Kami belum tahu persis di mana penularan itu terjadi, masih perlu audit,” kata Harif kepada Suara Pembaruan, Minggu (25/10/2020).

Menurut Harif, kesadaran nakes terhadap pedoman pencegahan Covid-19 di tempat kerja sebetulnya tinggi. Masalah keterbatasan alat pelindung diri (APD) juga sudah mulai teratasi. Namun risiko untuk tertular masih tinggi.

Kemungkinan penularan terjadi pada saat mereka memakai atau mengganti APD. Bisa juga nakes tertular di tempat lain, seperi perjalanan dari rumah ke tempat kerja, transportasi umum, dan lainnya. Kemungkinan lain, nakes bisa juga tertular dari pasien.

Pada beberapa kasus, begitu pasien sudah selesai dilakukan tindakan, baru ketahuan positif. Sementara dokter yang sudah terinfeksi tanpa disadari sudah menginfeksi nakes lain terutama karena di rumah sakit biasa bekerja tim untuk melakukan tindakan terhadap pasien. Namun semua kemungkinan ini perlu diaudit lebih lanjut.

Tim Pedoman dan Protokol Kesehatan dari Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Agustina Puspitasari, mengatakan bahwa pemerintah telah bersiap merilis vaksin Covid-19. Namun demi keamanannya, program vaksinasi ini perlu dipersiapkan dengan baik.

Hingga vaksin yang efektif dan aman ini dapat dilakukan, maka tidak ada pencegahan yang lebih baik daripada protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, dan menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain.

Bagi para tenaga medis dan kesehatan, ketika bertugas di tempat kerja juga melakukan pengendalian transmisi Covid-19 meliputi pengendalian teknik, administrasi, dan APD.

Sebelumnya, dalam peringatan Hari Dokter Indonesia ke-70 pada 24 Oktober 2020, Ketua Tim Mitigasi PB IDI dan Ketua Terpilih PB IDI, Adib Khumaidi mengatakan, profesi dokter di Indonesia saat ini dihadapkan dengan tantangan yang sangat luar biasa bahkan ancaman terhadap eksistensi profesi yang dapat dibagi menjadi tantangan yang berasal dari dalam maupun luar.

Sementara untuk mengatasi pandemi Covid-19 ini, perlu penekanan yang diberikan pada biosecurity dan upaya untuk mencegah penyebaran penyakit menular. Kemudian, perlu juga upaya upaya untuk meningkatkan perhatian pada inisiatif horizontal seperti program jangka panjang untuk memperkuat layanan kesehatan nasional, pelayanan kesehatan primer, pendidikan kesehatan masyarakat atau keterlibatan masyarakat dalam penyusunan inisiatif kesehatan.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dalam 7 Bulan, Covid-19 Renggut Nyawa 253 Nakes di Indonesia

253 petugas medis dan kesehatan yang wafat akibat terinfeksi Covid-19 itu terdiri dari 141 dokter, 9 dokter gigi, dan 103 perawat.

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

Ratusan Santri dan Guru Ngaji di Ponpes Yasina Bogor Dapat Swab Test Gratis

Sebelumnya, NU Care dan Tokopedia Salam juga sudah menggelar rapid test, swab dan PCR untuk ribuan santri dan guru ngaji.

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

Produsen Vaksin Covid-19 Punya Posisi Tawar Tinggi, Pemerintah Diminta Cermat

Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo meminta pemerintah untuk cermat dalam menjalin kerja sama dengan produsen vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

DPR Pantau Pengadaan Vaksin Covid-19

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan DPR akan memantau pengadaan vaksin Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah.

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

15 Provinsi Laporkan Pasien Sembuh Lebih Banyak Dibanding Kasus Baru Covid-19

Sebanyak 15 provinsi melaporkan jumlah pasien sembuh lebih banyak dibanding kasus baru Covid-19 pada Minggu (25/4/2020).

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

Jadi Klaster Baru, 20 Pesantren di Banten Terpapar Covid-19

Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Banten menemukan sebanyak 20 pesantren di wilayahnya menjadi klaster penyebaran Covid-19.

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 3.732, Kasus Positif di Indonesia Jadi 389.712

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 3.732, dalam 24 jam terakhir sampai Minggu (25/10/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 389.712.

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

Hari Dokter Nasional, Menteri Terawan Puji Pengabdian Dokter

Menurut Menkes, pengabdian para dokter selalu mewarnai dinamika yang terjadi dalam upaya memajukan bangsa.

KESEHATAN | 24 Oktober 2020

Pentingnya Kesehatan Mental bagi Para Ibu di Masa Pandemi

LSI Denny JA dan Lotte Choco Pie melakukan survei kesehatan mental kalangan ibu selama masa pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 24 Oktober 2020

Osteoporosis di Masa Covid-19

Jika tidak ditangani osteoporosis akan menurunkan kualitas hidup penderitanya, di antaranya adalah patah tulang.

KESEHATAN | 24 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS