Data Kasus Covid-19 Tidak Sinkron, Kemkes: Semua Tergantung Laporan Laboratorium
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Data Kasus Covid-19 Tidak Sinkron, Kemkes: Semua Tergantung Laporan Laboratorium

Rabu, 23 September 2020 | 22:37 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Isu mengenai ketidaksinkronan data jumlah kasus Covid-19 antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) sudah merebak sejak awal-awal pandemi. Seringkali pemda mengeluhkan jumlah kasus di daerahnya lebih sedikit atau lebih banyak dari apa yang dilaporkan di pusat.

Menanggapi hal ini, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr Achmad Yurianto mengatakan, jumlah kasus nasional yang dikelola Kemkes dan dilaporkan oleh Satgas Pusat setiap harinya terhimpun dari semua daerah. Sama atau tidaknya data pusat dengan daerah tergantung pada laporan laboratorium.

Berdasarkan alurnya, lab-lab pemeriksa Covid-19 di lapangan harus menyampaikan hasil pemeriksaan langsung ke rumah sakit yang mengirim sampel dan ke dinas kesehatan setempat. Sedangkan untuk pelaporannya, lab harus mengisi format yang ada dalam aplikasi all record lalu diakses oleh Kemkes.

Laporan terakhir diterima pukul 12.00 WIB setiap hari, kemudian oleh Kemkes data-data tersebut direkapitulasi. Setelah itu barulah data diumumkan ke publik oleh Jubir Satgas pada sore harinya. Jadi, laporan yang masuk ke tingkat nasional sangat tergantung pada pengisian aplikasi all record oleh lab.

“Persoalannya di entry data oleh lab. Kalau kemudian kami di pusat tidak terima laporan dari lab karena lab tidak meng-entry hasil pemeriksaan, maka pasti data di pusat tidak sama dengan daerah,” kata Yurianto kepada Suara Pembaruan, Rabu (23/9/2020).

Menurut Yurianto, kadang data yang dilaporkan lab ke all record tidak sama dengan kenyataan. Beberapa lab lupa memasukkan data pemeriksaan ke aplikasi all record. Ada pula yang hanya melaporkan sebagian, misalnya yang positif 10, tapi yang dilaporkan hanya lima.

Beberapa kali terjadi, lab lupa melaporkan data lewat aplikasi all record, dan kemudian baru dilaporkan keesokan harinya. Alhasil jumlah kasus di daerah tersebut otomatis menjadi tinggi hari ini dibanding kemarin. Demikian pula kasus kematian dan sembuh.

“Apa yang terjadi, ada pemda yang protes kok jumlah kasus di daerah saya mendadak tinggi. Ternyata karena kasus kemarin baru dilaporkan hari ini,” kata Yurianto.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

IDI: Pelacakan Kontak Indonesia Belum Penuhi Standar WHO

Berdasarkan data terakhir pada Mei lalu, pelacakan yang dilakukan Pemprov DKI hanya menyasar 3 kontak untuk setiap 1 kasus atau pelacakan kontak 1:3.

KESEHATAN | 23 September 2020

Perokok Punya Risiko 14 Kali Lipat untuk Mati karena Covid-19

Perokok berisiko terkena Covid-19 lebih tinggi karena terjadi gangguan sistem imunitas saluran napas dan paru akibat asap rokok.

KESEHATAN | 23 September 2020

Gambar "Seram" di Bungkus Rokok Kurang Besar, Ahli: Tidak Efektif untuk Kurangi Konsumsi

Gambar seram baru efektif membuat orang berpikir dua kali untuk merokok kalau ukurannya mendominasi atau 90% dari bungkus rokok.

KESEHATAN | 23 September 2020

Kasus Harian Covid-19 Pecah Rekor Lagi, Ini Sebarannya

Kasus harian Covid-19 di Indonesia kembali menorehkan rekor yakni 4.465. Dari jumlah tersebut, DKI Jakarta masih menjadi penyumbang terbanyak yaitu 1.133.

KESEHATAN | 23 September 2020

Penggunaan Tabir Surya di Indonesia Hanya 2 Persen

Tabir surya atau sunscreen berfungsi melindungi kulit dari efek negatif paparan matahari.

KESEHATAN | 23 September 2020

Tambah 4.465, Kasus Baru Covid-19 Kembali Pecah Rekor

Penambahan harian kasus baru Covid-19 di Indonesia pada hari ini, Rabu (23/9/2020) mencatatkan rekor baru yakni mencapai 4.465.

KESEHATAN | 23 September 2020

Aesculap Academy Indonesia Telah Latih 15.000 Praktisi Medis

Aesculap Academy menerima banyak masukan positif dari asosiasi medis terkait pelaksanaan pelatihan dan pendidikan medis di Indonesia.

KESEHATAN | 23 September 2020

Dua Hari Dibuka, Tower 4 Wisma Atlet Kemayoran Sudah Terisi 34%

Dua hari setelah dibuka pada Senin (21/9/2020) lalu untuk pasien rujukan positif Covid-19 tanpa gejala Tower 4 Wisma Atlet Kemayoran sudah terisi 34 persen.

KESEHATAN | 23 September 2020

BNPB Kerahkan Helikopter Tangani Covid-19 di Wilayah Terpencil

Untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menggunakan helikopter.

KESEHATAN | 23 September 2020

Menko Airlangga Jamin Nakes Dapat Pemeriksaan Covid-19 Rutin

Pemerintah akan mengupayakan pemeriksaan kesehatan rutin Covid-19 untuk melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang sedang memberikan layanan kesehatan.

KESEHATAN | 23 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS