INDEX

BISNIS-27 450.657 (0)   |   COMPOSITE 5126.33 (0)   |   DBX 964.304 (0)   |   I-GRADE 139.433 (1.14)   |   IDX30 429.149 (0)   |   IDX80 112.732 (0.9)   |   IDXBUMN20 290.237 (3.92)   |   IDXG30 119.067 (0.52)   |   IDXHIDIV20 380.466 (2.42)   |   IDXQ30 124.992 (0.94)   |   IDXSMC-COM 219.453 (0.5)   |   IDXSMC-LIQ 253.905 (3.07)   |   IDXV30 105.587 (1.13)   |   INFOBANK15 842.264 (0)   |   Investor33 371.883 (3.69)   |   ISSI 150.643 (0)   |   JII 545.954 (0)   |   JII70 185.969 (0.84)   |   KOMPAS100 1025.81 (0)   |   LQ45 783.452 (7)   |   MBX 1419.3 (0)   |   MNC36 280.287 (2.27)   |   PEFINDO25 281.129 (0)   |   SMInfra18 242.071 (0)   |   SRI-KEHATI 317.648 (0)   |  

IDI: Pelacakan Kontak Indonesia Belum Penuhi Standar WHO

Rabu, 23 September 2020 | 23:52 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Pelacakan kontak atau contact tracing adalah proses mengidentifikasi, menilai, dan mengelola orang yang telah terpapar suatu penyakit untuk mencegah penularan selanjutnya. Ketika diterapkan secara sistematis, pelacakan kontak akan memutus rantai penularan Covid-19 dan merupakan alat kesehatan masyarakat yang penting untuk mengendalikan virus.

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi mengatakan, pelacakan kontak untuk Covid-19 membutuhkan identifikasi orang-orang yang mungkin telah terpapar Covid-19 dan menindaklanjutinya setiap hari selama 14 hari dari titik paparan terakhir.

Dengan demikian, pelacakan tidak hanya dilakukan berdasarkan kontak erat seperti keluarga, tetapi juga mereka yang melakukan kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Berdasarkan data terakhir pada Mei lalu, pelacakan yang dilakukan Pemprov DKI hanya menyasar 3 kontak untuk setiap 1 kasus atau pelacakan kontak 1:3.

Sementara untuk standar WHO, setiap satu orang yang terinfeksi Covid-19 harus dilakukan pelacakan paling tidak kepada 30 orang yang memiliki kotak erat dengan pasien.

“Total pelacakan kontak keseluruhan kita masih kurang banget. Contact tracing harus sebanyak mungkin sehingga pengendalian kasus positif dapat cepat ketahuan dan dikarantina,” ungkapnya kepada Suara Pembaruan, Rabu (23/9/2020).

Kecepatan tes saat ini juga belum dapat diatasi secara tuntas. Hasil tes PCR masih banyak yang baru diketahui 3 hingga 6 hari. Jika tidak diatasi, maka hal ini berpotensi menyebabkan penyebaran Covid-19 yang semakin masif.

Menurut Zubairi, ini bisa terjadi karena beban lab sudah terlalu besar. Satu lab dalam sehari bisa menangani lebih dari 1.000 tes.

“Jika masalahnya kekurangan orang, pemerintah provinsi bisa melakukan perekrutan pegawai teknisi lab. Kemudian, bagi masyarakat yang tengah menunggu hasil, sebaiknya bisa mentaati anjuran untuk melakukan isolasi di rumah dengan tertib. Tidak menggunakan wadah makan yang sama dengan keluarga, ataupun melakukan kontak langsung dengan orang lain,” ungkapnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Perokok Punya Risiko 14 Kali Lipat untuk Mati karena Covid-19

Perokok berisiko terkena Covid-19 lebih tinggi karena terjadi gangguan sistem imunitas saluran napas dan paru akibat asap rokok.

KESEHATAN | 23 September 2020

Gambar "Seram" di Bungkus Rokok Kurang Besar, Ahli: Tidak Efektif untuk Kurangi Konsumsi

Gambar seram baru efektif membuat orang berpikir dua kali untuk merokok kalau ukurannya mendominasi atau 90% dari bungkus rokok.

KESEHATAN | 23 September 2020

Kasus Harian Covid-19 Pecah Rekor Lagi, Ini Sebarannya

Kasus harian Covid-19 di Indonesia kembali menorehkan rekor yakni 4.465. Dari jumlah tersebut, DKI Jakarta masih menjadi penyumbang terbanyak yaitu 1.133.

KESEHATAN | 23 September 2020

Penggunaan Tabir Surya di Indonesia Hanya 2 Persen

Tabir surya atau sunscreen berfungsi melindungi kulit dari efek negatif paparan matahari.

KESEHATAN | 23 September 2020

Tambah 4.465, Kasus Baru Covid-19 Kembali Pecah Rekor

Penambahan harian kasus baru Covid-19 di Indonesia pada hari ini, Rabu (23/9/2020) mencatatkan rekor baru yakni mencapai 4.465.

KESEHATAN | 23 September 2020

Aesculap Academy Indonesia Telah Latih 15.000 Praktisi Medis

Aesculap Academy menerima banyak masukan positif dari asosiasi medis terkait pelaksanaan pelatihan dan pendidikan medis di Indonesia.

KESEHATAN | 23 September 2020

Dua Hari Dibuka, Tower 4 Wisma Atlet Kemayoran Sudah Terisi 34%

Dua hari setelah dibuka pada Senin (21/9/2020) lalu untuk pasien rujukan positif Covid-19 tanpa gejala Tower 4 Wisma Atlet Kemayoran sudah terisi 34 persen.

KESEHATAN | 23 September 2020

BNPB Kerahkan Helikopter Tangani Covid-19 di Wilayah Terpencil

Untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menggunakan helikopter.

KESEHATAN | 23 September 2020

Menko Airlangga Jamin Nakes Dapat Pemeriksaan Covid-19 Rutin

Pemerintah akan mengupayakan pemeriksaan kesehatan rutin Covid-19 untuk melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang sedang memberikan layanan kesehatan.

KESEHATAN | 23 September 2020

Pelayanan Rehabilitasi Medik Gunakan Pendekatan One Gate System

Pelayanan rehabilitasi medik merupakan tindakan yang membutuhkan waktu cukup panjang.

KESEHATAN | 22 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS