Gambar "Seram" di Bungkus Rokok Kurang Besar, Ahli: Tidak Efektif untuk Kurangi Konsumsi
INDEX

BISNIS-27 506.098 (-2.99)   |   COMPOSITE 5701.03 (-21.78)   |   DBX 1035.29 (4.23)   |   I-GRADE 166.318 (-0.13)   |   IDX30 494.279 (-1.96)   |   IDX80 129.716 (-0.63)   |   IDXBUMN20 362.653 (1.11)   |   IDXG30 134.441 (-1.2)   |   IDXHIDIV20 440.988 (-0.91)   |   IDXQ30 143.821 (-0.06)   |   IDXSMC-COM 242.747 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 296.284 (-2.64)   |   IDXV30 122.829 (0.78)   |   INFOBANK15 978.195 (1.48)   |   Investor33 426.909 (-3.32)   |   ISSI 166.986 (-1.24)   |   JII 611.564 (-6.71)   |   JII70 209.726 (-1.98)   |   KOMPAS100 1161.89 (-6.87)   |   LQ45 907.882 (-4.42)   |   MBX 1586.58 (-7.86)   |   MNC36 318.65 (-2.24)   |   PEFINDO25 310.515 (-0.4)   |   SMInfra18 285.156 (1.39)   |   SRI-KEHATI 364.469 (-1.96)   |  

Gambar "Seram" di Bungkus Rokok Kurang Besar, Ahli: Tidak Efektif untuk Kurangi Konsumsi

Rabu, 23 September 2020 | 17:47 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Peringatan kesehatan bergambar atau pictorial health warning (PHW) pada bungkus rokok berupa gambar seram diharapkan mengurangi niat orang untuk merokok. Di Indonesia, pemerintah melalui PP 109 tahun 2012 telah memberlakukan PHW, tetapi ukurannya hanya 40% dari bungkus rokok sehingga tidak cukup efektif membuat orang takut.

Selain ukurannya kecil, sebagian gambar juga tertutup oleh bungkus/pita rokok. Dari survei yang dilakukan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), PHW baru efektif membuat orang berpikir dua kali untuk merokok kalau ukurannya mendominasi atau 90% dari bungkus rokok.

Ketua Tobacco Control Support Center (TCSC) IAKMI, dr. Sumarjati Arjoso mengatakan, PHW pada bungkus rokok adalah sarana edukasi yang murah dan sangat efektif mengomunikasikan bahaya rokok kepada masyarakat. Penelitian deskriptif yang dilakukan oleh TCSC IAKMI pada akhir 2017 di 16 kota dengan melibatkan 5.349 responden menemukan banyaknya dukungan publik terhadap peningkatan ukuran peringatan kesehatan pada bungkus rokok.

Masyarakat merasa ukuran peringatan kesehatan bergambar yang lebih besar akan menimbulkan efek perasaan takut yang lebih tinggi mengenai bahaya rokok terhadap kesehatan.

Sebagian besar publik atau 79,2% menilai bahwa kemasan rokok dengan peringatan kesehatan bergambar sebesar 90% amat sangat dan sangat efektif dalam menginformasikan bahaya rokok kepada masyarakat. Lebih dari separuh publik atau 59% yang memberikan jawaban serupa pada ukuran peringatan kesehatan bergambar 75%. Sedangkan dengan ukuran PHW hanya 40%, sebagian besar atau 76% responden merasa sama sekali tidak menakutkan.

“Masyarakat merasa semakin besar ukuran PHW akan menimbulkan efek perasaan takut akan bahaya rokok terhadap kesehatan jauh lebih tinggi,” kata Sumarjati pada telekonferensi “Peningkatan Besaran Peringatan Kesehatan Bergambar di Era Pandemi Covid-19” di Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Hasil survei ini menunjukkan, PHW yang selama ini diberlakukan di Indonesia tidak berefek mengurangi konsumsi rokok pada sebagian besar orang. Dalam hal PHW ini Indonesia tertinggal dari negara lain. Sungguh ironis karena industri rokok di Indonesia ketika mengekspor rokok ke sejumlah negara memiliki PHW berukuran 75% sampai 90%. Namun di dalam negeri sendiri, PHW hanya berukuran 40% saja.

Persoalannya lagi, ukuran PHW yang digunakan saat ini sudah sejak 2012 atau delapan tahun silam. Menurut ketentuan, setiap dua tahun sekali PHW harusnya ditinjau kembali untuk menaikkan ukurannya. IAKMI dan organisasi anti rokok telah mendorong pemerintah untuk merevisi PP 109/2012 yang mengatur kenaikan ukuran PHW tersebut, tetapi hingga saat ini tidak ada tindak lanjut.

Oleh karena itu, salah satu rekomendasi dari IAKMI dan para ahli kepada pemerintah adalah menetapkan PHW sebesar 90%. Gambar yang lebih besar diharapkan bisa memberikan efek takut kepada perokok untuk berhenti merokok, dan yang belum merokok untuk tidak coba coba merokok.

Rekomendasi lainnya adalah, mendorong pemerintah mencantumkan peringatan tidak menjual rokok kepada anak 18 tahun ke bawah di bungkus rokok. Ini merupakan salah satu upaya untuk menekan tingginya prevalensi perokok anak dan remaja. Soal ini, sebetulnya PP 109/2012 secara tegas sudah melarangnya. Namun di masyarakat aturan ini tidak dijalankan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Harian Covid-19 Pecah Rekor Lagi, Ini Sebarannya

Kasus harian Covid-19 di Indonesia kembali menorehkan rekor yakni 4.465. Dari jumlah tersebut, DKI Jakarta masih menjadi penyumbang terbanyak yaitu 1.133.

KESEHATAN | 23 September 2020

Penggunaan Tabir Surya di Indonesia Hanya 2 Persen

Tabir surya atau sunscreen berfungsi melindungi kulit dari efek negatif paparan matahari.

KESEHATAN | 23 September 2020

Tambah 4.465, Kasus Baru Covid-19 Kembali Pecah Rekor

Penambahan harian kasus baru Covid-19 di Indonesia pada hari ini, Rabu (23/9/2020) mencatatkan rekor baru yakni mencapai 4.465.

KESEHATAN | 23 September 2020

Aesculap Academy Indonesia Telah Latih 15.000 Praktisi Medis

Aesculap Academy menerima banyak masukan positif dari asosiasi medis terkait pelaksanaan pelatihan dan pendidikan medis di Indonesia.

KESEHATAN | 23 September 2020

Dua Hari Dibuka, Tower 4 Wisma Atlet Kemayoran Sudah Terisi 34%

Dua hari setelah dibuka pada Senin (21/9/2020) lalu untuk pasien rujukan positif Covid-19 tanpa gejala Tower 4 Wisma Atlet Kemayoran sudah terisi 34 persen.

KESEHATAN | 23 September 2020

BNPB Kerahkan Helikopter Tangani Covid-19 di Wilayah Terpencil

Untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menggunakan helikopter.

KESEHATAN | 23 September 2020

Menko Airlangga Jamin Nakes Dapat Pemeriksaan Covid-19 Rutin

Pemerintah akan mengupayakan pemeriksaan kesehatan rutin Covid-19 untuk melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang sedang memberikan layanan kesehatan.

KESEHATAN | 23 September 2020

Pelayanan Rehabilitasi Medik Gunakan Pendekatan One Gate System

Pelayanan rehabilitasi medik merupakan tindakan yang membutuhkan waktu cukup panjang.

KESEHATAN | 22 September 2020

IDI Harap Tes PCR Gratis untuk Tenaga Kesehatan di 10 Provinsi

Daerah tersebut, di antaranya DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

KESEHATAN | 22 September 2020

Kasus Positif Covid-19 Naik Selama Sepekan, Jawa Barat Tertinggi

Kenaikan kasus positif Covid-19 tertinggi terjadi di lima provinsi, dimana Jawa Barat berada ditempat pertama yakni sebanyak 594 orang.

KESEHATAN | 22 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS