Data Perawat yang Gugur Akibat Covid-19 Berbeda, PPNI: Butuh Tim Investigasi
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Data Perawat yang Gugur Akibat Covid-19 Berbeda, PPNI: Butuh Tim Investigasi

Rabu, 16 September 2020 | 00:08 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Jumlah tenaga medis khususnya perawat yang wafat dalam penanganan Covid-19 terus bertambah. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mencatat jumlah tenaga perawat yang wafat hingga Selasa (15/9/2020) berjumlah 78 orang. Namun, data Kementerian Kesehatan (Kemkes) menyebutkan perawat yang gugur akibat Covid-19 berjumlah 48 orang.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat PPNI, Harif Fadhillah mengatakan, karena sulitnya mendapatkan data-data tenaga kesehatan termasuk perawat yang wafat, PPNI dan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengusulkan kepada pemerintah untuk segera membentuk tim investigasi.

Ia melanjutkan, jumlah yang disebutkan Kemkes adalah tenaga perawat yang sudah diverifikasi untuk mendapatkan santunan kematian. Sedangkan 78 orang menurut PPNI adalah data yang diambil dari lapangan oleh PPNI melalui cabang PPNI di berbagai provinsi.

"Pemberian santunan itu melalui proses verifikasi, misalnya hasil pemeriksaan laboratorium harus positif, dan wafatnya memberikan pelayanan, sehingga hitungan kami tidak sama. Proses verifikasi juga tidak bisa cepat. Tapi pada suatu saat pasti akan sama semua," kata Harif ketika dihubungi Suara Pembaruan, Selasa (15/9/2020).

Menurut Harif, dari 78 perawat yang wafat, 71 positif Covid-19, lima orang masih investigasi, dan 3 lainnya negatif tetapi mendapat perawatan dan proses pemakaman secara protokol Covid-19. PPNI turut membantu proses kelengkapan ahli waris untuk mendapatkan santunan baik dari pemerintah maupun swasta, serta tanda jasa untuk 78 perawat yang wafat.

Namun, ia melanjutkan, selain yang wafat, perawat yang terpapar Covid-19 jauh lebih besar jumlahnya. Secara kumulatif hingga 14 Agustus 2020, PPNI mendapatkan laporan bahwa di Jawa Timur sebanyak 753 dan Bali 156 perawat terinfeksi Covid-19. Di DKI Jakarta diperkirakan jumlahnya jauh lebih banyak. Sebab, satu rumah sakit di DKI Jakarta saja pada pekan lalu melaporkan 65 tenaga perawatnya terinfeksi.

"Ini kondisi keprihatinan kita semua untuk menjaga keselamatan tenaga kesehatan. Bisa lewat kebijakan pemerintah atau prosedur penanganan dari rumah sakit maupun dari tenaga kesehatan itu sendiri," kata Harif.

Menurutnya, tenaga kesehatan adalah bagian vital dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19. Banyaknya tenaga kesehatan yang wafat maupun terinfeksi akan berdampak pada pelayanan kesehatan.

Negara akan rugi jika tenaga kesehatan yang kompeten tidak dapat melayani. Satu orang perawat bisa melayani puluhan pasien. Jika satu perawat wafat maka negara rugi tidak melayani puluhan warga. Apalagi jika yang wafat dan sakit jumlahnya mencapai ribuan.

Oleh karena itu, PPNI mengajak semua komponen bangsa untuk mendoakan tenaga media yang wafat maupun yang masih berjuang di lini depan pelayanan agar tetap kuat dalam mengatasi Covid-19.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menkes Sampaikan Terima Kasih dan Duka Cita kepada Perawat yang Gugur Akibat Covid-19

Sampai hari ini ada 2.310 perawat dari 16.286 tenaga medis yang ditempatkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemkes) untuk membantu menanggulangi Covid-19.

KESEHATAN | 15 September 2020

Pengguna Transportasi Umum Wajib Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

BPTJ Kemhub mengatakan, masyarakat yang menggunakan transportasi umum, harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

KESEHATAN | 15 September 2020

Kasus Kematian Akibat Covid-19 Naik 2,2 %

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan dalam sepekan ini kasus kematian secara nasional akibat virus corona atau Covid-19 meningkat 2,2 persen.

KESEHATAN | 15 September 2020

IAKMI: Pakai Masker untuk Menyelamatkan Indonesia

Masker memiliki peran penting untuk menahan laju percikan pernapasan atau droplet.

KESEHATAN | 15 September 2020

Satgas Covid-19 Imbau Tak Gunakan Masker Scuba dan Buff

Satgas Covid-19 mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan masker berjenis scuba dan buff karena tipis dan satu lapis.

KESEHATAN | 15 September 2020

Adiksi Internet Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Penggunaan internet berlebih justru dapat memperberat rasa cemas, depresi, dan mendorong perilaku kompulsi yang akhirnya semakin memperparah adiksi.

KESEHATAN | 15 September 2020

Aroma Minyak Esensial Bantu Relaksasi Diri

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan masyarakat dalam memilih produk minyak esensial atau essential oil.

KESEHATAN | 15 September 2020

Ini 3 Target Kerja Luhut Pandjaitan

Luhut bekerja sama dengan Kepala BNPB Doni Monardo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

KESEHATAN | 15 September 2020

Jokowi Minta Pembatasan Sosial Berskala Mikro di 8 Provinsi

PSBM berlaku apabila ada klaster atau sekumpulan kasus positif yang teridentifikasi pada wilayah-wilayah yang lebih kecil dari kabupaten atau kota.

KESEHATAN | 15 September 2020

Kebiasaan Merokok Malah Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Dari jumlah batang, 50,2% responden mengaku konsumsi mereka tetap dan sebanyak 15,2% dari mereka konsumsinya meningkat selama pandemi.

KESEHATAN | 15 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS