Satgas: Akhir Covid-19 Tidak Bisa Diprediksi
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Satgas: Akhir Covid-19 Tidak Bisa Diprediksi

Selasa, 4 Agustus 2020 | 20:06 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Lamanya pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS Cov-2 menimbulkan pertanyaan sebagian orang tentang kapan wabah ini akan berakhir. Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan, akhir dari pandemi ini tidak bisa diprediksi.

Belajar dari sejarah pandemi dunia, sejak dahulu tercatat bahwa lamanya waktu berlangsung bervariasi bergantung pada jenis sumber wabah tersebut.

“Demikian pula Covid-19 tidak bisa diprediksi akan berlangsung sampai kapan. Namun seluruh elemen yang terlibat dalam penanggulangannya tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia berusaha keras agar kita semua terlepas dari wabah ini,” kata Wiku pada konferensi pers tentang perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Selasa (4/8/2020).

Wiku mengatakan, dunia mengenal pandemi sejak lama. Dimulai pada 1334 sampai 1350, dunia mengalami pandemi yang disebut Black Death atau maut hitam. Wabah yang disebabkan bakteri yersinia pestis yang berasal dari hewan ini berlangsung selama 16 tahun dan menewaskan 30-50 juta orang.

Berikutnya, wabah yang disebut The Modern Plague yang disebabkan oleh bubonic plague atau penyakit pes. Ini berlangsung selama 43 tahun dari 1860 sampai 1903 dengan kurang lebih 10 juta kematian.

Kemudian Russian Flu menyebabkan kurang lebih 1 juta kematian selama satu tahun sepanjang 1889-1890. Dunia juga pernah mengalami pandemi yang disebut Spanish Flu atau H1N1 influenza A pada tahun 1918-1919. Meskipun hanya berlangsung satu tahun, pandemi ini telah menewaskan 50-100 juta orang.

Adapula Asian Flu, yang menyebabkan kurang lebih 2 juta kematian selama 2 tahun dari 1956 hingga 1958. Terakhir ada Hong Kong Flu menyebabkan sekitar 1 juta kematian selama satu tahun berlangsung dari 1968-1969.

Kini, ada Covid-19 yang disebabkan virus SARS Cov-2 dengan jumlah kasus konfirmasi positif di seluruh dunia hingga 3 Agustus mencapai 18,2 juta kasus, dan 693.713 kematian hanya dalam tempo beberapa bulan.

Sejarah pandemi tersebut menunjukkan durasi waktu yang berbeda-beda, termasuk Covid-19. Oleh karena itu, menurut Wiku, daripada terus bertanya kapan wabah ini berakhir, lebih baik semua orang bertanya pada diri sendiri apakah kita sudah melakukan protokol kesehatan dengan benar, mulai dari pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan sesering mungkin.

Diperlukan kerja sama semua pihak untuk tetap disiplin melakukan protokol kesehatan. Sebab, dengan melakukan protokol kesehatan secara disiplin, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang lain. Perubahan perilaku adalah kunci utama pengendalian Covid-19 dengan biaya paling murah.

“Kami mengingatkan bahwa virus ini sangat berbahaya dan ganas, jadi kalau ada yang tanya kapan pandemi ini berakhir lebih baik kita bertanya kapan diri kita bisa disiplin pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan,” kata Wiku.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Daerah dengan Rt di Bawah Satu Belum Tentu Aman Covid-19

Menurut Wiku Adisasmito, sebuah daerah di Indonesia jika Rt menunjukkan angka di bawah 1, bukan berarti daerah itu sudah aman dari Covid-19.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Satgas Covid-19: Tidak Bisa Asal Klaim Obat Virus Corona

Dalam memilih obat dan suplemen, masyarakat diminta perhatikan KLIK (Kemasan, Izin, Label, Kedaluarsa).

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Erick Thohir Pastikan Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Erick Thohir memastikan Bio Farma mampu memproduksi vaksin Covid-19 sebanyak 250 juta dosis per tahun di akhir tahun 2020.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Kasus Covid-19 Tambah 1.922, Ini Sebarannya

Kali ini Jawa Timur (Jatim) tercatat menjadi penyumbang terbanyak kasus positif harian yakni mencapai 430 dengan jumlah pasien sembuh 343.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Update Covid-19: Tambah 1.922, Kasus Positif di Indonesia Jadi 115.056

Terdapat tambahan 1.922 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir sampai Selasa (4/8/2020) pukul 12.00 WIB. Total kasus positif di Indonesia menjadi 115.056.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Literasi Gizi Dorong Upaya Pencegahan Stunting

Salah satu cara pencegahan stunting dapat dilakukan melalui peningkatan literasi gizi keluarga.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Jokowi Buka Masker Saat Pimpin Rapat, Ini Klarifikasi Istana

Di hadapan presiden maupun para menteri telah dipasang pembatas dari akrilik.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Epidemiolog: Tekan Angka Kematian dengan Perbanyak Tes Covid-19

Saat ini, angka kematian di Indonesia berada di angka 4,7%, lebih tinggi 0,8% dari angka kematian global.

KESEHATAN | 3 Agustus 2020

IDI Minta Pemerintah Bentuk Komite Keselamatan Nakes

Ini penting dalam upaya melakukan perlindungan sistem informasi dalam mitigasi tenaga kesehatan.

KESEHATAN | 3 Agustus 2020

Inilah Empat Tahap Cara Uji Ilmiah Obat dan Vaksin Covid-19

Ada empat tahap yang dilakukan untuk menguji obat atau vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 3 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS