Momentum Pembentukan Satgas Covid-19 Dinilai Kurang Tepat

Momentum Pembentukan Satgas Covid-19 Dinilai Kurang Tepat

Minggu, 2 Agustus 2020 | 22:24 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Terpilih Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Dedi Supratman, menilai momentum pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 masih kurang tepat. Kalangan kesehatan masyarakat mengapresiasi, tetapi kebijakan ini dinilai masih kurang konsisten.

Dedi menunjuk narasi yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemkes) mengubah beberapa nomenklatur. Sekarang, tiba-tiba ada perubahan struktur yang cukup signifikan ketika semua kalangan bekerja. Menggabungkan aspek ekonomi dan kesehatan menurut Dedi dimungkinkan, tetapi harusnya tetap ada prioritas saat jumlah kasus Covid-19 terus meningkat.

Selain itu, Dedi juga menganalisis kebijakan Perpres 82/2020. Ia menyoroti adanya potensi tabrakan tugas antara Satgas dan Kemkes sebagai kementerian teknis, Ia menyebut, kementerian teknis harusnya diperkuat, sehingga fungsi Satgas adalah koordinasi dan penguatan peran, bukan mengambil alih peran kementerian teknis.

“Satgas perlu mengidentifikasi tugas yang belum bisa dikerjakan saja, misalnya dengan testing. Pada wilayah itu silakan Gugus Tugas berperan,” ucap Dedi dalam diskusi dengan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI), Minggu (2/8/2020).

Dedi juga mengkritisi koordinasi data dan informasi penanganan Covid-19. Selama ini, menurut dia, pihak terkait jalan sendiri-sendiri. Misalnya, webmengenai alat pelindung diri (APD) di rumah sakit dan puskesmas tidak terintegrasi. Kemkes atau Gugus Tugas punya data sendiri, DPR, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Perssi), dan lembaga lain pun demikian.

Meski begitu, Dedi juga menyoroti kebijakan yang ditempuh pemerintah memiliki sisi plus dan minus. Ia meminta agar pemerintah melibatkan organisasi profesi dan asosiasi kesehatan dalam koordinasi penanganan Covid-19. Ia mendorong pemerintah untuk fokus pada promosi pencegahan dan pelayanan kesehatan di garda terdepan penanganan Covid-19.
Dedi juga menekankan agar semua pihak bersabar untuk membuka ekonomi sampai situasi aman.

“Sektor ekonomi dibuka saat situasi sudah aman. Poinnya, protokol kesehatan harus dijaga. Kalau tidak, ini pilihan rumit, PSBB harus dijalankan lagi,” kata dia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Indeks Kematian Petugas Medis Indonesia Lebih Tinggi dari AS

Jumlah kematian petugas medis akibat Covid-19 di Indonesia secara persentase termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara dan dunia, yakni mencapai 2,4%.

KESEHATAN | 2 Agustus 2020

IDI: 72 Dokter Meninggal Akibat Covid-19

PB IDI, lanjutnya, sudah membentuk tim audit untuk mendalami dan menelusuri lebih jauh terkait kematian dokter sepanjang pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 2 Agustus 2020

Kasus Positif Covid-19 Tambah 1.519, Ini Sebarannya

Kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah 1.519 hari ini Minggu (2/8/2020). DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus terbanyak yakni 371.

KESEHATAN | 2 Agustus 2020

Hadi Pranoto Klaim Buat Herbal Anti-Covid-19 dari Kunyit

Seorang peneliti Hadi Pranoto yang mengklaim telah memproduksi herbal terbuat dari kunyit yang dapat meningkatkan imun tubuh serta membunuh virus "corona".

KESEHATAN | 2 Agustus 2020

Update Covid-19: Tambah 1.519, Kasus Positif di Indonesia Jadi 111.455

terdapat tambahan 1.519 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir sampai Minggu (2/8/2020) pukul 12.00 WIB. Total kasus di Indonesia kini 111.455.

KESEHATAN | 2 Agustus 2020

Ibu Kunci Penting Keluarga Terapkan Gaya Hidup Sehat

Ibu merupakan pusat keluarga. Tak heran apabila ibu juga menjadi kunci penting keluarga dalam menerapkan gaya hidup sehat.

KESEHATAN | 1 Agustus 2020

Update Covid-19: Tambah 1.560, Kasus Positif di Indonesia Jadi 109.936

Terdapat tambahan 1.560 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir sampai Sabtu (1/8/2020) pukul 12.00 WIB. Total kasus di Indonesia menjadi 109.936.

KESEHATAN | 1 Agustus 2020

Mensos Apresiasi Donasi 75.000 Masker dari Rider Group

Rider Group memberikan sumbangan 75.000 masker anti-bakteri untuk mencegah penyebaran Covid-19.

KESEHATAN | 31 Juli 2020

Kasus Baru Covid-19 Tambah 2.040, Ini Sebarannya

Dari total penambahan 2.040 kasus baru Covid-19 secara nasional, sebanyak 430 kasus diantaranya terjadi di Jakarta.

KESEHATAN | 31 Juli 2020

Update Covid-19: Tambah 2.040, Kasus Covid-19 Jadi 108.376

Penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 2.040 ini didapat dari pemeriksaan spesimen sebanyak 28.562.

KESEHATAN | 31 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS