Iuran JKN-KIS Naik, Kapasitas RS Kelas 3 Dikhawatirkan Tidak Cukup
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Iuran JKN-KIS Naik, Kapasitas RS Kelas 3 Dikhawatirkan Tidak Cukup

Kamis, 2 Juli 2020 | 22:34 WIB
Oleh : Dina Manafe / Irawati Diah Astuti

Jakarta, Beritasatu.com - Skema iuran yang baru untuk peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) khususnya pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) atau peserta mandiri resmi diberlakukan pada Rabu (1/7/2020). Diprediksi akan ada penurunan kelas dari kelas 1 maupun kelas 2 ke kelas 3 sebagai dampak kenaikan iuran ini.

Menurut Koordinator advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, hal itu sah-sah saja. Namun yang dikhawatirkan adalah kapasitas perawatan kelas 3 di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya tidak memadai apabila jumlahnya terlalu besar. Apalagi setelah kenaikan iuran ini, jumlah peserta di kelas 3 diperkirakan bisa mencapai 156 juta atau bahkan lebih.

Peserta penerima bantuan iuran (PBI) dari APBN atau pemerintah pusat berjumlah 96,8 juta, dan PBI APBD atau pemerintah daerah 37,3 juta. Kemudian ada 21 juta peserta mandiri kelas 3, sehingga total peserta yang sudah pasti mendapat hak pelayanan kelas 3 sebanyak 153,5 juta orang. Ini belum ditambah peserta kelas 1 dan kelas 2 yang turun ke kelas 3.

“Sementara jumlah tempat tidur kelas 3 hanya sekitar 160.000 menurut data Ditjen Yankes Kemenkes pada 2019. Akibatnya apa? Orang akan makin susah mencari tempat ketika sakit. Artinya pemerintah dan BPJS harus mengantisipasi antrean di kelas 3,” kata Timboel kepada Suara Pembaruan, Kamis (2/7/2020).

Data BPJSK menyebutkan sejak Desember 2019 sampai 31 Mei 2020 peserta yang turun kelas sebanyak 2,3 juta atau 7,54% dari total peserta mandiri 30,6 juta. Terdiri dari peserta kelas 1 turun ke kelas 2 sebanyak 317.611 orang, dan ke kelas 3 adalah 510.726 orang. Sedangkan kelas 2 turun ke kelas 3 sebanyak 1.4 juta. Tetapi melihat trennya, turun kelas ini cenderung berkurang dari Desember 2019 ke Mei 2020. Untuk tren turun kelas sebagai dampak kenaikkan iuran per 1 Juli 2020 mungkin baru akan terlihat beberapa waktu ke depan.

Namun melihat trennya, turun kelas ini cenderung berkurang pada Desember 2019 hingga Mei 2020. Untuk tren turun kelas sebagai dampak kenaikan iuran per 1 Juli 2020 mungkin baru akan terlihat beberapa waktu ke depan.

Di sisi lain, menurut Timboel, dengan skema iuran yang baru ini diharapkan bisa mengurangi potensi defisit. Timboel memperkirakan potensi pendapatan tambahan BPJSK dari skema iuran baru ini sebesar Rp 4,9 triliun lebih untuk enam bulan ke depan (Juli-Desember). Terdiri dari Rp 1,5 triliun kelas 1, Rp 1,4 triliun kelas 2, dan kelas 3 Rp 2,079 triliun.

Namun, pendapatan tambahan ini diperoleh apabila seluruh peserta membayar rutin alias tidak menunggak. Persoalannya sejak awal JKN-KIS ada di 2014 hingga saat ini, kepatuhan peserta membayar iuran belum sesuai harapan. Terutama pada segmen mandiri dan pekerja penerima upah (PPU) swasta.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Iuran Naik, BPJS Kesehatan Diminta Kendurkan Aturan

Misalnya, aturan yang mewajibkan satu keluarga harus dalam satu kelas yang sama dan membayar premi sekaligus di waktu bersamaan.

KESEHATAN | 2 Juli 2020

Angka Sembuh Covid-19 di Indonesia Makin Tinggi

Per 1 Juli 2020, jumlah pasien yang sembuh sebanyak 25.595 orang atau sekitar 44 persen dari total kasus positif 57.770 orang.

KESEHATAN | 2 Juli 2020

Update Covid-19: Kasus Baru Catat Rekor Terbanyak 1.624

Kasus baru positif Covid-19 tersebut memecahkan rekor terbanyak harian sebelumnya yang terjadi pada 27 Juni dan 1 Juli sebanyak 1.385.

KESEHATAN | 2 Juli 2020

PMI dan HSBC Sumbang APD untuk Tiga Provinsi

Pengurus PMI Pusat, dokter Heru Aryadi, mengatakan, saat ini APD masih sangat dibutuhkan mengingat pertambahan kasus terkonfirmasi positif di Indonesia terjadi.

KESEHATAN | 2 Juli 2020

Tips Menjaga Imunitas Tubuh Anak di Masa Pandemi Covid-19

Lebih dari 500 anak terinfeksi Covid-19 dan ribuan anak dengan status ODP dan 14 anak meninggal dunia.

KESEHATAN | 2 Juli 2020

WHO: Beberapa Negara Mungkin Harus Kembali Lockdown

WHO mengatakan beberapa negara kemungkinan harus menerapkan kembali lockdown setelah kurva Covid-19 kembali naik.

KESEHATAN | 2 Juli 2020

Pakar Minta PSBB Transisi DKI Jakarta Diperpanjang

Masa PSBB transisi di DKI Jakarta diperpanjang.

KESEHATAN | 2 Juli 2020

Kelola Kekayaan Herbal untuk Vaksin Covid-19

Penggunaan herbal sebagai langkah pencegahan dianjurkan sambil menunggu rekomendasi vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 1 Juli 2020

Pakar Epidemiologi: Membuat Vaksin Covid-19 itu Tidak Mudah

Upaya menemukan dan membuat vaksin hingga saat ini dilakukan serius oleh para ahli di dunia.

KESEHATAN | 1 Juli 2020

Jaga Imun Tubuh untuk Melawan Covid-19

Budaya hidup sehat dan memperkuat sistem imun tubuh dapat mencegah infeksi virus, termasuk Covid-19.

KESEHATAN | 1 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS