Kemkes Targetkan Impor Bahan Baku Obat Turun 15%
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Kemkes Targetkan Impor Bahan Baku Obat Turun 15%

Rabu, 11 September 2019 | 12:00 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com -Ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku untuk produk obat dan alat kesehatan impor masih tinggi. Saat ini, sekitar 95% bahan baku obat mengandalkan impor dari sejumlah negara seperti India dan Tiongkok. Kementerian Kesehatan (Kemkes) menargetkan ketergantungan terhadap impor ini ini turun sampai 15 % dalam dua tahun atau 2021 mendatang.

Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moeloek mengatakan, industri farmasi (obat, vaksin, dan bahan medis habis pakai) dalam negeri terus bertumbuh. Saat ini, 72% industri yang beroperasi di Indonesia adalah industri lokal. Namun, bahan baku yang dipakai 95% masih diimpor dari negeri lain. Demikian pula industri alat kesehatan (alkes) tumbuh 12% setiap tahun, namun 90% alat kesehatan yang beredar masih didatangkan dari luar negeri. Ketergantungan pada impor ini menyebabkan antara lain biaya layanan kesehatan menjadi mahal.

“Kondisi ini harus kita ubah. Karena itu saya harapkan dukungan untuk meningkatkan kemandirian alkes dan obat dalam negeri sehingga tercipta layanan bermutu dan terjangkau,” kata Menkes pada acara pameran teknologi farmasi dan alkes 2019 di Jakarta, Selasa (10/9).

Menkes mengatakan, banyak sekali inovasi yang dihasilkan akademisi dan perguruan tinggi, tetapi belum sampai pada skala produksi. Ini perlu dikawinkan dengan hilirisasi atau industri untuk diproduksi secara massal.

Untuk mengurangi ketergantungan pada impor, menurut Menkes, pihaknya terus mendorong rumah sakit (RS) untuk membeli produk dari industri dalam negeri. Salah satu dorongan Kemkes sudah dilakukan melalui penerapan e-catalogue atau katalog elektronik, yaitu informasi elektronik yang memuat daftar, jenis, spesifikasi teknis dan harga istem informasi elektronik yang memuat daftar, jenis, spesifikasi teknis dan harga obat dari perusahaan farmasi atau pemerintah.

Menkes menambahkan, saat ini industri dalam negeri sudah mampu memenuhi standar peralatan minimal untuk RS kelas D (RS kabupaten) mencapai 69,44%. Sedangkan kelas C sampai 61,7%, kelas B sebesar 54,18%, dan kelas A hingga 50,82%. Kesanggupan memenuhi kebutuhan rata-rata di atas 50% ini tentu berkontribusi pada pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau, dan merata bagi masyarakat. Selain itu, mendorong tumbuhnya kemandirian pelayanan kesehatan dalam negeri dan dunia ekonomi secara nasional.

Menkes mengatakan, investasi industri alkes dalam negeri terus meningkat setiap tahunnya. Di 2017, total investasi baru Rp 18,7 triliun kemudian naik Rp 26,2 triliun tahun 2018, dan menjadi Rp 29,5 triliun pada 2019. Demikian pula invetasi bidang farmasi meningkat dari Rp 53,76 triliun (2017) menjadi Rp 53,95 trriliun (2018), dan Rp 59,42 triliun per Juni 2019.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Nutricia Indonesia Foundation Kirim Dokter Spesialis Anak ke Belanda

NIF secara berkesinambungan terus berperan aktif memberikan berbagai dukungan untuk meningkatkan kualitas dan layanan kesehatan anak-anak di Indonesia.

KESEHATAN | 10 September 2019

Lentera Anak Apresiasi Djarum Kurangi Branding di Lokasi Audisi

Jika Djarum memang tulus ikhlas melakukan pembibitan olahraga, Djarum dapat terus melanjutkan kegiatan dengan menghilangkan semua brand image.

KESEHATAN | 10 September 2019

5 Korban Tewas, Pemerintah AS Rilis Bahaya Vaping

AS tengah menyelidiki lebih dari 450 kasus penyakit yang diduga terkait vaping di 33 negara bagian.

KESEHATAN | 10 September 2019

Cordlife Perluas Edukasi Skrining Awal Kehamilan

Hingga saat ini tercatat ada 11.000 tali pusat yang disimpan di Cordlife.

KESEHATAN | 9 September 2019

Dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Kondisi Habibie Membaik

Kementerian Sekretariat Negara menyebutkan kondisi kesehatan Presiden ke-3 BJ Habibie membaik.

KESEHATAN | 9 September 2019

Pentingnya Menjaga Kesehatan Pencernaan Anak

Dengan memiliki saluran pencernaan yang sehat, maka penyerapan gizi dan kekebalan tubuh anak akan lebih baik, sehingga anak tidak mudah terkena penyakit.

NASIONAL | 9 September 2019

Cordlife Edukasi Bumil di Surabaya

Kehadiran Cordlife di Indonesia bertujuan memberikan arti dan dampak positif bagi masyarakat yang lebih luas.

KESEHATAN | 8 September 2019

Rahasia Sehat Menurunkan Berat Badan

Elumor plum merupakan minuman serbuk instan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian.

KESEHATAN | 7 September 2019

Awas, 3 Orang Meninggal Akibat Penyakit Misterius yang Diduga dari Vape!

Sebagian besar pasien menjadi sakit setelah menghisap vape yang mengandung THC. Namun, belum dapat dipastikan apa penyebab meninggalnya pasien-pasien.

KESEHATAN | 7 September 2019

Nuklir Bisa Jadi Solusi Pengobatan Murah

Di seluruh Indonesia baru ada sedikit fasilitas kesehatan yang menerapkan kedokteran nuklir.

KESEHATAN | 7 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS