Jalur Rempah Buka Peluang Promosi Budaya Nusantara di Mancanegara

Jalur Rempah Buka Peluang Promosi Budaya Nusantara di Mancanegara

Senin, 11 Mei 2020 | 20:36 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Bila di Tiongkok ada Jalur Sutera, maka di Indonesia ada Jalur Rempah. Saat ini Indonesia sedang berjuang agar Jalur Rempah mendapat pengakuan sebagai warisan budaya dunia dari Badan PBB untuk urusan Pendidikan, Sosial, dan Budaya (UNESCO). Ini penting mengingat Jalur Rempah bisa membuka peluang promosi kekayaan nusantara di kancah global.

Pakar kuliner, William Wongso menuturkan, rempah-rempah nusantara saat ini masih menjadi misteri dan tidak banyak diketahui banyak orang. Padahal sebagai negara yang memiliki keragaman alam dan budaya, Indonesia memiliki banyak hal untuk disumbangkan dari khazanah kulinernya.

Dari kacamata kuliner, ia melihat bahwa bahan, bumbu, dan rempah yang digunakan untuk membuat makanan Indonesia memiliki potensi besar untuk menembus pasar internasional. Apalagi, saat ini hegemoni cita rasa Barat tengah memudar.

“Jangan berpikir jauh untuk membuka restoran di luar negeri dan akhirnya bangkrut. Seharusnya masyarakat Indonesia didorong oleh pemerintah membuat inovasi-inovasi yang dapat membawa rempah ini ke kancah global. Salah satunya, membuat bumbu jadi sehingga masyarakat dunia bisa merasakan cita rasa baru di dalam masakan mereka,” jelasnya dalam webinar "Goyang Lidah dengan Rempah", Senin (11/5/2020).

William berkisah, selama dirinya belajar kuliner internasional di Prancis, Jepang, dan lainnya, semua negara melindungi eksistensi kuliner masing-masing. Namun, Indonesia masih santai dan tidak menjaga budaya masakannya. Menurutnya, inilah persoalan dasar yang harus dibenahi jika ingin Jalur Rempah serta kuliner Indonesia bisa berjaya di dunia internasional.

Dalam kesempatan yang sama, sejarawan Fadly Rahman mengatakan, dari masa penjajahan dulu, rempah-rempah tidak hanya dilihat sebagai peristiwa endemik di Indonesia, tetapi juga bagian dari sirkulasi global pertukaran bahan makanan. Untuk itulah, rempah-rempah jadi bagian penting dari sejarah, tradisi, dan identitas bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan biodiversitas, serta pemanfaatanya.

“Kalau kita lihat, apa yang bisa menggoyang lidah para leluhur dari masa abad rempah-rempah, yaitu karena ada pengaruh pangan dan kuliner lintas benua. Contohnya, kita lihat ada pengharuh pangan India di nusantara, seperti lada, jahe, bawang, dan jinten. Ini adalah tanaman endemik yang disebarluaskan di nusantara,” terangnya.

Sebelum menjadikan Jalur Rempah sebagai warisan dunia, ia berpendapat, masyarakat Indonesia harus terlebih dulu memahami betul bahwa rempah merupakan sarana silang pengetahuan dan budaya.

Karena program edukasi terpadu di sektor pendidikan dan publik terkait pembudidayaan rempah-rempah dan pemanfaatan praktisnya yang masih rendah, maka wahana seperti museum, pameran, seminar, dan diskusi harus digalakkan.

“Peningkatan riset rempah secara lintas keilmuan dan pemberdayaan para petani rempah melalui pengembangan pasar harus ditingkatkan. Kebanyakan masyarakat kita yang dibeli di pasar tidak jauh dari lada, sedangkan cengkeh ataupun pala kalau kita cek di pasar tradisional belum tentu tersedia,” jelasnya.

Strategi terakhir, menurutnya, adalah dengan memberdayakan sektor industri yang ditunjuk untuk menjaga keberlangsungan biodiversitas ekosistem rempah dan kuliner nusantara.

Ekspedisi Jalur Rempah
Meski demikian, tidaklah mudah untuk membangun Jalur Rempah. Diperlukan inovasi dan koordinasi dari berbagai belah pihak. Hal inilah yang mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyiapkan program Ekspedisi Jalur Rempah. Ekspedisi ini dimaksudkan untuk menuntaskan misi budaya dari berbagai daerah.

Belum lama ini, Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid mengatakan, rencananya program Ekspedisi Jalur Rempah bakal berlangsung pada Agustus-Oktober 2020. Pihaknya akan berkeliling ke 10 kota di dalam negeri, dan 10 titik di luar negeri dengan menggunakan kapal.

"Segala macam produk, kebiasaan, ekspresi kesenian dan segala macam itu bertukar di dalam jalur itu. Itu yang akan kita angkat sekarang ini," tutur Hilmar.

Harapannya, ketika kapal merapat di satu titik, akan ada kegiatan besar kebudayaan. Kegiatan kebudayaan akan didesain sedemikian rupa untuk menghidupkan kesenian di sepanjang jalur rempah.

Hilmar kemudian memberikan contoh jika titik pertamanya adalah Ternate, Maluku Utara, lalu titik keduanya ada di Selayar, Sulawesi Selatan. Dia menyebut di sanalah akan terjadi pertukaran budaya yang membuat semua pihak menjadi kaya budaya.

"Jalur rempah kan semangat sebetulnya adalah pertukaran pertukaran budaya. Kita jadi Bhinneka Tunggal Ika," jelasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pascapandemi Covid-19, Indonesia Bersiap Hadapi Era Baru Pariwisata

Tidak lama lagi Indonesia akan menyongsong era new normal pariwisata, yakni social safety net.

GAYA HIDUP | 10 Mei 2020

Bali, Dipersiapkan Menjadi Destinasi New Normal Pascapandemi

Indonesia mempersiapkan Bali sebagai destinasi new normal pascapandemi Covid-19.

GAYA HIDUP | 10 Mei 2020

Produk Baru Laris, Eca Maresha Donasi ke Orang yang Membutuhkan

Maresha Beaute baru saja meluncurkan produk terbarunya yakni miracle shine serum pada 4 Mei 2020 yang langsung ludes terjual dalam beberapa jam.

GAYA HIDUP | 9 Mei 2020

Empat Cara Kurangi Ketagihan Junk Food

Makanan tidak dapat menggantikan dan mengubah perasaan tidak bahagia.

GAYA HIDUP | 8 Mei 2020

Penyakit-penyakit Ini Kerap Muncul Saat Berpuasa

Penuhilah 10-20 persen kebutuhan energi dengan makanan bernutrisi.

GAYA HIDUP | 8 Mei 2020

Selamatkan Karyawan dari Pemecatan, Pengusaha Muda Ade Erwan Jual APD

Ade Erwan melakukan inovasi demi menyelamatkan karyawan perusahaan tekstilnya.

GAYA HIDUP | 7 Mei 2020

Usai Pandemi Covid-19, Industri Pariwisata Hadapi New Normal Tourism

Usai pandemi Covid-19, industri pariwisata Indonesia akan menghadapi era new normal tourism.

GAYA HIDUP | 7 Mei 2020

The Shonet Resmi Luncurkan E-Commerce

The Shonet tak hanya datang dengan brand lokal, juga merek-merek yang telah dikenal global.

GAYA HIDUP | 7 Mei 2020

Makanan Pedas Jadi Andalan Bisnis Kuliner Olyvia Jouvan

Cumi dan ceker super pedas jadi menu andalan bisnis kuliner Olyvia Jouvan.

GAYA HIDUP | 6 Mei 2020

Bukan Air Mawar Biasa, Ini Khasiat Ekstrak Baby Rose untuk Kulit

Bukan Air Mawar Biasa, Ini Khasiat Ekstrak Baby Rose untuk Kulit

GAYA HIDUP | 6 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS