Kartu Prakerja Berlanjut
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Kartu Prakerja Berlanjut

Tajuk: Investor Daily
Daily news and information on financial markets and investments.

Selasa, 14 Juli 2020 | 07:48 WIB

Pemerintah akhirnya memutuskan melanjutkan pelaksanaan program Kartu Prakerja. Kelanjutan program ini akan ditandai dengan pembukaan pendaftaran untuk gelombang IV mulai minggu ketiga atau keempat Juli 2020. Pelaksanaan program ini telah melalui serangkaian evaluasi dan kini mengacu aturan yang baru, yakni Paraturan Presiden (Perpres) Nomor 76 Tahun 2020 tentang Perubahan Perpres Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Prakerja.

Dalam Perpres 76/2020, pemerintah menambah daftar peserta yang bisa mengikuti program ini. Selain diberikan kepada pencari kerja, Kartu Prakerja ini juga diberikan kepada pekerja atau buruh yang terkena PHK, pekerja atau buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi kerja. Peningkatan kompetensi kerja ini termasuk bagi buruh atau pekerja yang dirumahkan dan pekerja bukan penerima upah, termasuk pelaku usaha mikro kecil, sedangkan Kartu Prakerja tidak dapat diberikan kepada pejabat negara, pimpinan dan anggota DPRD, aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri. Selain itu, kepala desa dan perangkat desa serta direksi, komisaris, dan dewan pengawas di BUMN dan BUMD.

Tidak hanya itu, Perpres 76/2020 juga mengatur ketentuan pengembalian biaya bantuan yang diterima bagi peserta yang ditemukan tidak memenuhi persyaratan. Tindakan hukum bagi yang melakukan pemalsuan identitas atau data diri. Dengan adanya aturan ini, diharapkan calon peserta yang mendaftar betul-betul pekerja yang terdampak Covid-19, sehingga lebih tepat sasaran.

Peserta program Kartu Prakerja gelombang empat dan berikutnya akan mencapai kuota 500.000 orang. Prioritas peserta adalah pekerja terdampak yang sudah disaring Kementerian Ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan atau white list sebanyak 1,7 juta orang yang akan masuk bertahap mulai gelombang keempat dan seterusnya. Pada gelombang 4-5, diisi oleh 80% peserta prioritas dan 20% adalah peserta umum. Selanjutnya, jumlah peserta prioritas semakin sedikit dan peserta umum makin banyak dengan perbandingan 20:80.

Tingginya animo pekerja mengikuti program ini menjadi gambaran bahwa Kartu Prakerja sangat dibutuhkan masyarakat. Sejak dibuka 11 April 2020, Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja mencatat sudah ada 11 juta pendaftar dari 513 kabupaten/kota di Tanah Air. Selama gelombang pertama hingga ketiga, program Kartu Prakerja menerima 680.000 peserta yang dilakukan secara daring atau online untuk mencegah penyebaran Covid-19. Untuk program pelatihan secara luring (tatap muka), pemerintah menargetkan kegiatan itu dapat dimulai pertengahan atau akhir Agustus 2020 dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan.

Berlanjutnya program Kartu Prakerja banyak ditunggu para pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan maupun yang ingin meningkatkan kompetensinya. Berlanjutnya program ini juga telah mendapatkan hasil verifikasi pelaksanaan gelombang 1-3 terkait pembayaran kepada lembaga pelatihan. Verifikasi itu dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang sedang berjalan. Saat ini ada delapan platform digital yang menjadi mitra dalam pelaksanaan program Kartu Prakerja, yakni Sisnaker dari Kementerian Ketenagakerjaan, Pijar Mahir, Tokopedia, Mau Belajar Apa, Sekolahmu, Bukalapak, Pintaria, dan Skill Academy by Ruang Guru.

Pelaksanaan Kartu Prakerja sebelumnya memicu pro dan kontra di masyarakat. Bahkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan permasalahan terkait empat aspek dalam tata laksana program yang perlu diperbaiki sebelum melanjutkan program, yaitu meliputi proses pendaftaran, kemitraan dengan platform digital, materi pelatihan, dan pelaksanaan program.

Permasalahan tersebut salah satunya karena desain program Kartu Prakerja disusun untuk kondisi normal sesuai Perpres 36/2020. Namun, dalam situasi pandemi Covid-19, program ini kemudian diubah menjadi semi-bantuan sosial sehingga dari sisi regulasi perlu disesuaikan.

Setelah dilakukan perbaikan dan penyempurnaan, KPK menilai Perpres 76/2020 yang diterbitkan pada 8 Juli 2020 itu sudah memuat sejumlah rekomendasi dari lembaga antirasuah itu. Perpres ini juga memuat sejumlah perubahan aturan terkait pelaksanaan program senilai Rp 20 triliun yang ditujukan untuk 5,6 juta peserta penerima manfaat tersebut. Setiap peserta mendapatkan paket manfaat total senilai Rp 3,55 juta, yang terdiri atas bantuan biaya pelatihan sebesar Rp 1 juta dan insentif pascapelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan untuk empat bulan (total Rp 2,4 juta), serta insentif survei evaluasi sebesar Rp 50.000 per survei untuk tiga kali survei atau total Rp 150.000 per peserta.

Sementara itu, hasil survei yang dilakukan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pada Juni 2020 mengungkapkan sebanyak 96% peserta menilai program Kartu Prakerja tidak mubazir. Selain itu, hasil survei juga mengungkapkan bahwa 92% peserta menyatakan program ini efektif, 94% menyatakan pelatihan yang diberikan beragam, serta infrastruktur dan fasilitas pendukung memuaskan.

Survei itu dilakukan TNP2K atas permintaan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja untuk mengetahui respons peserta sebelum hasil survei berbayar menggunakan uang insentif. Survei itu dilakukan secara daring kepada para penerima manfaat melalui 6.000 surat elektronik milik peserta yang dinilai mewakili seluruh peserta gelombang satu hingga tiga. Dari 680.000 peserta, sebanyak 58% pekerja yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK), 35% pencari kerja, 6% pekerja yang masih bekerja untuk meningkatkan kompetensi dan 1% pelaku UKM terdampak. Dari jumlah itu, sebanyak 143.000 adalah usulan dari Kementerian Ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Hasil survei tersebut menggambarkan bahwa Program Kartu Prakerja telah memberikan manfaat kepada mayoritas peserta. Kehadiran program ini makin dibutuhkan di saat kondisi perekonomian Indonesia bakal terkontraksi cukup dalam pada semester kedua dan banyaknya angkatan kerja yang di-PHK dan dirumahkan. Karena itu, pembukaan gelombang keempat Program Kartu Prakerja pada akhir bulan ini akan memberikan bantalan bagi pekerja yang terkena PHK atau dirumahkan.

Program Kartu Prakerja dibutuhkan untuk meningkatkan keterampilan sumber daya manusia (SDM) Indonesia menuju Visi Indonesia Maju 2045. Indonesia menghadapi problem struktural puluhan tahun yakni adanya ketidakseimbangan atau gap antara kebutuhan dunia kerja dan keterampilan tenaga kerja yang tersedia. Pekerja yang memiliki keterampilan akan lebih siap memasuki pasar kerja di saat perekonomian berangsur pulih.

Tidak hanya bermanfaat menambah kompetensi, program Kartu Prakerja juga bertujuan mengembangkan kewirausahaan peserta. Pemanfaatan program ini untuk menumbuhkan kewirausahaan perlu didorong agar melahirkan banyak pengusaha baru yang terampil di bidang masing-masing. Kita harapkan peserta program ini bisa membuat usaha, baik sendiri atau bergabung dengan temannya.

Selain itu, pelaksanaan program Kartu Prakerja melalui digitalisasi juga bisa meminimalisasi praktik korupsi dalam implementasi kebijakan pemerintah (policy reform). Pasalnya, tidak ada aliran uang cash yang keluar. Terobosan digital dalam implementasi Kartu Prakerja ini perlu terus didorong karena para pencari kerja saat ini adalah generasi muda yang siap terjun di era digital. Terobosan ini jangan sampai layu sebelum berkembang.




BAGIKAN


BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS