Sandi Tak Mendukung Menantu Presiden di Pilwalkot Medan 2020
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Sandi Tak Mendukung Menantu Presiden di Pilwalkot Medan 2020

Sabtu, 18 Januari 2020 | 08:30 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / CAH

Medan, Beritasatu.com - Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Sandiaga Uno sudah menjatuhkan pilihan untuk calon Wali Kota Medan, untuk pilkada 2020 di Medan. Mantan Calon Wakil Presiden pasangan Prabowo Subianto ini tidak menyebut nama menantu Presiden Joko Widodo.

Sandiaga Uno menentukan pilihan untuk mendukung Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga (kader Gerindra), maju sebagai calon Wali Kota Medan. Selain sudah mendaftar di Gerindra, Ihwan Ritonga juga sudah mendaftar ke partai lainnya. Bobby Nasution juga sudah mendaftar ke Gerindra, PDIP dan partai lain.

"Saya minta kepada Pak Ihwan supaya lebih sering turun ke masyarakat. Masyarakat mengharapkan beliau bisa mendengar asprasi masyarakat. Turun ke bawah dan dengar keluhan-keluhan masyarakat, tentang lapangan pekerjaan, ekonomi maupun kenaikan harga," ujar Sandi di Medan, Jumat (17/1/2020).

Pengamat: Gibran Kuat di Solo, Bobby Lemah di Medan

Secara terpisah, pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Warjio menyampaikan, menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Afif Nasution, dengan Doly Sinomba Siregar sebagai besan Jokowi, maupun calon kepala daerah, harus memiliki kriteria dengan gagasan visioner, tegas dan harus terbebas dari persoalan etika hukum bila diusung dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada), September 2020 mendatang.

"Suami Kahiyang Ayu maupun pamannya yang notabene besan Presiden Jokowi tersebut, bisa dipilih masyarakat saat pilkada. Potensi melaksanakan pembangunan untuk memajukan daerah yang dipimpin, bisa terwujud bila mereka miliki kriteria itu," ujar Warjio.

Untuk memajukan suatu daerah, kata Warjio, Bobby Nasution maupun pamannya, Doly Sinomba Siregar, akan memiliki sebuah tantangan yang tidak ringan. Mereka juga harus bisa meminggirkan tuntutan dari elite partai politik (parpol) maupun kelompok pendukung dirinya saat pilkada. Keberanian ini dibutuhkan jika menangi pilkada dan mewujudkan pembangunan.

"Untuk mendapatkan dukungan dari elit partai ini, Bobby maupun besan Jokowi berikut calon lainnya, harus mampu mengkomunikasikan pesan - pesan politik pembangunan yang dia sampaikan dengan meminggirkan segla tuntutan elit partai maupun kelompok pendukung. Mereka tidak boleh terjebak dalam kepentingan bila ingin memajukan daerah," katanya.

Menantu Jokowi Bertemu Prabowo, Gerindra: Itu Komunikasi Politik yang Wajar

Selain memiliki visioner, sambung Warjio, setiap calon harus memiliki ketegasan dalam memimpin. Sehingga, calon yang dipilih dapat menggunakan kekuasaan itu untuk kepentingan masyarakat luas, dan bukan untuk kelompok maupun partai politik. Masyarakat tidak menginginkan calon pemimpin yang tersandera kepentingan elit partai maupun lainnya.

"Setiap calon pun harus terbebas dari persoalan apapun terkait dengan etika dan hukum. Jika ini masih melekat di dalam diri calon, maka upaya - upaya pendongkelan ketika orang bersangkutan terpilih, ini akan terus dilakukan sehingga akan menghambat proses pembangunan yang akan dijalankan itu. Masyarakat membutuhkan idealisme pemimpin partai sebagai pengambil keputusan," jelasnya.

Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Demokrat menggagas terbentuknya poros baru dalam kontestasi Pilkada Medan. Ketiga partai ini mendorong adanya tokoh baru dalam memimpin Kota Medan. Namun, ketiga partai ini belum memutuskan nama calon yang akan diusung saat pilkada.

"Silaturahmi ini untuk mewujudkan kebersamaan agar Pilkada Medan berjalan dengan sukses. Kesuksesan ini dengan menentukan calon yang akan didukung. Kita akan menjaring calon terbaik yang pantas memimpin Kota Medan," ujar Ketua DPC Demokrat Medan Burhanuddin Sitepu.

Gibran dan Bobby Maju Pilkada, Jokowi: Bisa Menang Bisa Kalah

Menurutnya, silaturahmi ketiga parpol ini akan berjalan berkesinambungan. Putra terbaik yang memiliki ketokohan dan mumpuni di masyarakat, akan menjadi prioritas untuk didukung. Sebab, PDI Perjuangan dan Gerindra sudah memenuhi persyaratan untuk bisa mengusung calon yang akan diusung dalam kontentasi pesta demokrasi.

"Suasana silaturahmi antartiga partai ini berjalan dengan baik dan memenuhi semangat kebersamaan. Kita belum ada membicarakan tentang spesifik kandidat yang akan dipilih. Namun, kita menginginkan yang terbaik untuk memimpin Kota Medan. Pilihan kita harus putra terbaik," sebutnya.

Cabup Tapsel

Di lokasi terpisah, besan Jokowi, Doly Sinomba Siregar, sudah mendaftarkan diri ke Partai Golkar sebagai bakal calon Bupati di Tapanuli Selatan (Tapsel). Doly maju dalam kontestasi pilkada untuk bisa melaksanakan pembangunan dengan memajukan daerah yang sudah menjadi perhatian pemerintah pusat tersebut.

"Memang benar, saya sudah mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Tapsel. Semoga masyarakat dapat menerima kehadiran saya yang ingin memajukan daerah ini. Saya akan berjuang keras untuk mewujudkan keinginan masyarakat, melaksanakan pembangunan dan meningkatkan sumber saya manusia (SDM) di sana," katanya.

Menurutnya, keluarga besar sudah memberikan restu atas pencalonan dirinya, termasuk dari kahanggi (saudara semarga), Joko Widodo, untuk maju dalam meningkatkan pembangunan di Tapsel. Dukungan terhadap Doly jika berhasil menangi pilkada akan mempermudah menyinkronkan program pemerintah pusat di daerah.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Konsisten Menjaga Persatuan Bangsa, Lima Tokoh Diberi Penghargaan oleh Wartawan Katolik

Billy Mambrasar mengatakan, perbedaan bukan sesuatu yang membatasi dan satu-satunya yang membatasi perbedaan itu adalah cinta kasih.

POLITIK | 18 Januari 2020

Asman Abnur Maju Jadi Calon Ketum PAN

Asman juga menyatakan, dirinya memiliki hubungan baik dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

POLITIK | 17 Januari 2020

Peluang Sandiaga Jadi Kandidat Capres 2024 Tergantung Sikap Parpol

Direktur Presidential Studies-Decode UGM Nyarwi Ahmad berpendapat, peluang Sandiaga S Uno menjadi kandidat calon presiden 2024 tergantung sikap parpol

POLITIK | 15 Januari 2020

Langkah Sandiaga Uno Jadi Capres 2024 Bakal Tak Mudah

Jokowi mau menitip pesan, bahwa perjuangan dan langkah Sandiaga Uno tidak mudah, karena Sandiaga punya pesaing berat di 2024.

POLITIK | 15 Januari 2020

Pebisnis Miliki Peluang Jadi Presiden

Director Institute for Democracy, Security, and Strategic Studies Universitas Indonesia Reni Suwarso berpendapat, pebisnis memiliki peluang untuk menjadi presiden.

POLITIK | 15 Januari 2020

KPU Jadikan Putusan DKPP soal Wahyu Sebagai Bahan Introspeksi Diri

Pertemuan dengan pihak-pihak sedang bermasalah terkait persoalan pemilu atau pilkada akan dilakukan di kantor KPU.

POLITIK | 17 Januari 2020

Konsultasi dengan Dewan Pers, Tim Hukum PDIP Cari Keadilan

Wayan merasakan adanya berita-berita yang sangat mendiskreditkan PDIP, seperti penyegelan kantor DPP PDIP.

POLITIK | 17 Januari 2020

Luhut: Tak Ada Dana Asing untuk Kantor Presiden di Ibu Kota Baru

Sebelumnya ada tawaran pendanaan dari pendiri SoftBank dan Chief Executive Officer dari SoftBank Mobile Masayoshi Son untuk pembangunan kantor presiden.

POLITIK | 17 Januari 2020

Setelah ke KPU dan Dewas KPK, Tim Hukum PDIP Konsultasi ke Dewan Pers

PDIP ingin berkonsultasi kepada Dewan Pers soal bagaimana mendudukkan media massa secara baik sehingga demokrasi berjalan dengan baik serta sesuai fakta.

POLITIK | 17 Januari 2020

Kirim Tim Hukum ke Dewan Pers, PDIP Bukan Ingin Mengancam Kebebasan Pers

PDIP ingin agar kualitas jurnalistik di Indonesia tetap terjaga. PDIP mendukung kebebasan pers. Kebebasan pers yang menghormati prinsip-prinsip jurnalistik.

POLITIK | 17 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS