Berbagai Masalah Hantui Kontingen Indonesia
INDEX

BISNIS-27 446.563 (-0.62)   |   COMPOSITE 5038.4 (9.53)   |   DBX 922.546 (7.69)   |   I-GRADE 135.148 (0.12)   |   IDX30 424.72 (0.57)   |   IDX80 110.692 (0.34)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.37)   |   IDXG30 117.102 (0.39)   |   IDXHIDIV20 380.385 (0.88)   |   IDXQ30 124.37 (0.19)   |   IDXSMC-COM 213.267 (1.9)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (2.92)   |   IDXV30 104.022 (1.13)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.68)   |   Investor33 370.782 (-0.37)   |   ISSI 146.581 (1)   |   JII 534.734 (1.6)   |   JII70 181.171 (0.79)   |   KOMPAS100 994.168 (-0.27)   |   LQ45 775.543 (1.8)   |   MBX 1400.42 (1.36)   |   MNC36 279.01 (-0.57)   |   PEFINDO25 262.474 (0.02)   |   SMInfra18 238.826 (2.26)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.67)   |  

Berbagai Masalah Hantui Kontingen Indonesia

Selasa, 26 November 2019 | 07:30 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Ferry Kono mengakui pihaknya banyak menemui kendala yang ada di Filipina jelang SEA Games 2019. Bahkan tim advance KOI yang sudah berangkat lebih awal pun belum bisa bekerja maksimal guna menyambut atlet Merah Putih dan Kontingen Indonesia di beberapa lokasi di Filipina.

Ferry mengaku pihaknya sejak awal sudah mengetahui akan banyak menemui banyak kendala dikarenakan Panitia Penyelenggara SEA Games 2019 Filipina (Phisgoc) bulan lalu melakukan pergantian sistem dari A ke B dan itu membuat perubahan sistem database menjadi berantakan.

“Maka dari itu kami kirim perwakilan KOI dari tanggal 21-23 November terkait mengatasi data-data para peserta yang bisa hilang akibat migrasi sistem. Ternyata memang terjadi banyak data yang tercecer, baik ID peserta seperti untuk Kontingen Indonesia dan termasuk wartawan,” katanya kepada SP, Senin (25/11/2019) malam.

Ia menilai Phisgoc keteteran dan sudah mengakui persiapan berjalan lambat dan akan terlambat. Hal ini membuat tuan rumah belum menunjukkan kesiapannya untuk pesta olahraga se-Asia Tenggara itu. Bahkan hampir semua negara peserta mengalami hal yang sama dan banyak mengeluh setelah tiba di Filipina, di antaranya ketersediaan transportasi, akreditasi yang belum beres, hingga venue yang yang belum dirapikan.

“Memang ada arahan dari Ketua Umum KOI (Raja Sapta Oktohari), bahwa tim advance harus bisa menjadi solusi bagi Kontingen Indonesia di tengah ketidaksiapan panitia. Namun kendala di lapangan yang sesungguhnya seperti mencari alternatif kendaraan tidaklah mudah, meski seperti di Manila mendapat bantuan dari KBRI. Namun untuk di wilayah Clark dan lainnya yang jauh dari pusat keramaian, cukup sulit karena keterbatasan sumber daya dan tidak semua personil kami kenal lapangan tersebut,” ungkap dia.

KOI pun sudah berkirim surat ke Phisgoc sebagai nota keberatan agar panitia lebih cermat. Namun diakui memang ada beberapa hal yang di luar wilayah KOI seperti adanya perubahan jadwal pertandingan dan juga penginapan hotel yang secara tiba-tiba tidak bisa digunakan.

Saat ini tim advance baik dari KOI maupun pihak CdM Kontingen Indonesia baru sedikit yang hadir di Filipina yakni 20 orang dari total 119 orang. Sebagian yang sudah hadir di lokasi adalah Liason Officer (LO) cabor yang didampingi LO dari KOI. Letak 4 klaster venue yang berjauhan satu sama lain yakni Metro Manila, Subic, Clark, dan BLT (Batangas, La Union, dan Tagaytay) membuat tim advance kesulitan.

“Masalah seperti transport sebenarnya tugas panitia. Namun ketika panitia telat memberikan, kita harus cepat cari penggantinya. Kita koordinasi dengan KBRI untuk itu dan hanya bisa andalkan bantuan KBRI. Kalau yang di Manila bisa terbantu karena jarak yang tidak jauh. Sementara untuk di Clark dan lain tak bisa cepat dan akhirnya tetap telat,” jelas Ferry.

Sementara Komandan CdM Kontingen Indonesia, Harry Warganegara menegaskan bahwa pelbagai kendala yang dialami kontingen Indonesia tidak akan berpengaruh pada konsentrasi para atlet.

"Kalau menurut saya, tidak ada yang berpengaruh cukup pada konsentrasi kita. Kendala di awal itu biasa. Kita juga tahu rasanya sebagai tuan rumah," ujar Harry.

Sejumlah kendala dialami sebagian atlet yang bertanding sebelum pembukaan di SEA Games 2019 Filipina. Pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara itu baru resmi dibuka pada Sabtu (30/11).

Kendala yang dialami mulai dari tidak adanya pasokan air minum, kartu identitas yang masih belum dimiliki para atlet polo air dan wartawan Indonesia yang meliput di Filipina. Menurut Harry, pihaknya tidak bisa berbuat lebih karena panitia lokal juga sudah berusaha sekuat mungkin untuk mengurangi kendala yang ada.

Soal kartu identitas, Harry juga melihat permasalahan belum turunnya kartu identitas dikarenakan Phisgoc melakukan pengadaan melalui vendor.

"Kalau buat saya ini wajar, mereka di awal, opening saja belum. Jadi mereka juga ibaratnya belum start (mulai). Empar cabor dan kontingen Indonesia yang sudah di sini tidak ada masalah. Kartu identitas memang belum ada di polo air, tapi mereka tetap bisa masuk kamar, dan makan meski sudah tiga hari di sini," tambahnya.

Harry menambahkan, kontingen Indonesia yang ada di Filipina tidak usah takut mengenai kendala yang bisa menganggu konsentrasi saat bertanding. Pasalnya, Harry sudah menyiapkan tim Head Quarter (HQ) atau tim advance yang telah siap mengawal para kontingen.

"Kami ada tim advance di setiap bidang, semuanya ada mulai medis, sport secovery, konsumsi, hingga media semua ada di sana. Mudah-mudahan tidak ada masalah yg besar," ujarnya.

Tim advance sendiri terbagi empat, disesuaikan dengan jumlah venue yang tersebar di Filipina. “Semua orang-orang saya sudah melekat dengan cabor. Mereka bahkan sudah di Filipina sebelum cabor berangkat," ucap Harry.

Ada lima cabang dari 52 cabang olahraga yang ikut dan sudah tiba di sana. Yakni, sepakbola, floor ball, polo air, menembak, dan polo berkuda. Mereka tiba lebih dulu selain untuk latihan, juga jadwal pertandingan dimulai lebih awal.

Harry mengatakan persiapan sejauh ini masih sesuai rencana. Ada sekitar 60 sampai 70 atet yang sudah ada di Manila dari 841 total atlet Merah Putih yang akan dikirim. SEA Games 2019 Filipina secara resmi bergulir 30 November seiring dengan dilaksanakan opening ceremony dan berakhir 11 Desember 2019.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Turnamen Basket Media Sinar Mas Land 2019 Resmi Bergulir

Perhelatan ini berlangsung pada 25 November sampai dengan 1 Desember 2019 di Lapangan Basket The Breeze BSD City, Tangerang Selatan.

OLAHRAGA | 26 November 2019

MPGA Yakin Sirkuit Mandalika Rampung Akhir 2020

Mandalika Grand Prix Association (MGPA) meyakini Sirkuit Mandalika akan diselesaikan pada akhir 2020. Dengan demikian, balapan MotoGP dapat digelar pada 2021.

OLAHRAGA | 25 November 2019

Anjasara Wahyu Juara Nasional Auto Gymkhana 2019

Anjasara Wahyu berhasil mengukir sejarah dengan menjadi juara nasional kelas F Kejurnas MLDSPOT Auto Gymkhana 2019.

OLAHRAGA | 25 November 2019

Boyong 68 Piala, CIT Siapkan Kejutan Musim 2020

CARfix Indonesia Team (CIT) sukses memboyong total 68 piala sepanjang tahun 2019 ini.

OLAHRAGA | 25 November 2019

Raih 99 Medali, Jabar Cetak Sejarah Hat-Trick Juara Umum POPNAS

Kontingen Tim Jawa Barat berhasil buktikan visi "Jabar Juara Lahir dan Batin" dengan mencetak sejarah hat-trick juara umum di POPNAS XV 2019.

OLAHRAGA | 25 November 2019

Muhammad Akbar Sabet 4 Medali di Equinara Pulomas Open

Muhammad Akbar Kurniawan meraih 1 medali emas, 1 Perak dan 2 perunggu di ajang Equinara Pulomas Open.

OLAHRAGA | 25 November 2019

Kalahkan Kanada, Spanyol Juara Piala Davis 2019

Kemenangan atas Kanada dikemas Roberto Bautista Agut yang mengalahkan Felix Auger-Alissime dan Nadal yang mengalahkan Denis Shapovalov.

OLAHRAGA | 25 November 2019

Popnas 2019 Ditutup, Peran LPDUK Dinilai Penting

Sesmenpora mengucapkan terima kasih kepada para atlet, ofisial, panitia dan semua yang terlibat menyukseskan perhelatan Popnas 2019.

OLAHRAGA | 25 November 2019

Panitia Siap Didenda Bila Hadiah Piala Presiden Basket 2019 Belum Ditransfer Hari Rabu

Ketua SC Piala Presiden Basket 2019 Maruarar Sirait menegaskan jika hadiah para juara belum ditransfer pada Rabu, panitia siap didenda Rp 50 juta.

OLAHRAGA | 24 November 2019

Tiket MotoGP Mandalika Sudah Bisa Dipesan Lewat Pre-Booking

MGPA akan melepas sebanyak 20.000 tiket dan mulai dilakukan pada 20 Januari hingga Agustus 2020.

OLAHRAGA | 24 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS