Keberlanjutan Perempuan di Dunia Kerja Perlu Didorong
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Keberlanjutan Perempuan di Dunia Kerja Perlu Didorong

Jumat, 28 Agustus 2020 | 21:19 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Perempuan perlu didorong agar memiliki akses setara serta keberlanjutan di dunia kerja. Sebab masih banyak perempuan yang tak bisa melanjutkan bekerja akibat dibebankan oleh pekerjaan domestik hingga ekosistem kerja yang tidak mendukung.

Badan Pusat Statistik (BPS) membeberkan partisipasi angkatan kerja pada kelompok kerja perempuan per Februari 2020 mengalami penurunan dari 55,6 persen menjadi 54,6 persen. Sedangkan, pada kelompok laki-laki masih jauh lebih tinggi dengan kenaikan dari sekitar 82 persen menjadi di level 83 persen.

Executive Director, Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), Maya Juwita mengungkapkan ketimpangan posisi perempuan di dunia kerja ini perlu menjadi perhatian serius. Terlebih dengan adanya pandemi Covid-19 yang memberi pengaruh signifikan kepada perempuan.

Ia menyebut, perempuan yang notabene banyak bekerja paruh waktu atau sektor jasa yang banyak terdampak Covid-19 tak sedikit yang kemudian lebih mudah kehilangan pekerjaan.

"Aspek Covid-19 lebih memperparah. Sektor yang didominisi perempuan seperti pada retail, pariwisata," ujar Maya dalam webinar daring Katadata bertajuk Economic Sustainability Pathway: Indonesian Women in the Workforce, Jumat (28/8/2020).

Dampak pandemi bagi perempuan, menurutnya juga diperparah dengan ketidakadilan beban domestik yang mesti ditanggung perempuan di ranah keluarga. Belum lagi, potensi masalah kekerasan yang mayoritas banyak dialami perempuan.

Meski demikian, survei yang dilakukan oleh IBCWE berkolaborasi dengan Investing in Women menunjukkan, adanya potensi untuk mendorong cara bekerja perempuan yang lebih fleksibel serta ekosistem mendukung agar perempuan bisa bertahan di dunia kerja. Misalnya saja, terkait work from home (WFH) hingga cuti orang tua.

"Bekerja dari rumah bisa jadi produktif. Sangat menarik tentang flexible work arrangment," tegasnya.

Executive Vice President Gajah Tunggal Group Catharina Widjaja mengamini hal itu. Ia menekan perempuan perlu didorong keberlanjutannya bukan hanya dalam konsep keterwakilan tetapi dan hak setara untuk berkembang dan ekosistem yang memadai.

"Kami melihat waktu kami menerima karyawan tidak membedakan harus perempuan atau laki-laki," kata dia.

Dalam hal penyediakan ekosistem yang suportif bagi pekerja perempuan, HR Director Danone Indonesia Dedie Renaldi Manahera pun menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan banyak langkah konkret. Seperti inisiatif cuti melahirkan bagi perempuan 6 bulan dan laki-laki 10 hari untuk mendampingi istri.

"Post-natal program kita lagi genjot di saat sudah melahirkan, wanita mengambil 6 bulannya supaya bisa merawat anak. Kita komunikasi ke manajer utk terus berkomunikasi. The job harus digaransi," imbuhnya.

Indonesia Country Program Manager, Global Reporting Initiative (GRI), Lany Harijanti secara lebih jauh menegaskan bahwa pentingnya investasi dukungan ke perempuan tidak hanya membantu perempuan berdaya namun juga akan bermanfaat bagi keberlanjutan perusahaan.

"Itu juga akan membantu menyiapkan SGD (keberlanjutan) report. Lebih memudahkan bagi perusaaan atas apa yang sudah dana apa yang dilakukan," pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

YLBHI : Januari-Mei 2020 Terjadi 38 Kasus Penodaan Agama

YLBHI mencatat, sejak Januari hingga awal Mei 2020 setidaknya terdapat 38 kasus penodaan agama yang tersebar di 16 provinsi

NASIONAL | 28 Agustus 2020

Dua Balita di Bengkulu Terpapar Covid-19

Kedua balita yang terpapar Covid-19 itu masing-masing berasal dari Bengkulu Utara dan Rejang Lebong.

NASIONAL | 28 Agustus 2020

Penggunaan Sirekap Disebut Cukup sebagai Pendukung

Aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik (Sirekap) dapat digunakan untuk penghitungan hasil suara Pilkada Serentak 2020, tetapi sebagai pendukung.

NASIONAL | 28 Agustus 2020

Gibran Terima Rekomendasi Dukungan dari PKB dan PPP

Gibran Rakabuming Raka, menerima langsung surat rekomendasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

NASIONAL | 28 Agustus 2020

Kebakaran Kejagung, Polri Tunggu Hasil Labfor

Mabes Polri belum menyimpulkan penyebab kebakaran yang terjadi di kantor Kejaksaan Agung (Kejagung) yang terjadi Sabtu (22/8/2020) malam

NASIONAL | 28 Agustus 2020

Hadi Pranoto Diminta Kooperatif Hadiri Pemeriksaan

Penyidik tidak akan melayangkan surat pangilan kembali karena sudah dua kali memanggil yang bersangkutan untuk diperiksa.

NASIONAL | 28 Agustus 2020

Gubernur Olly Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Benny Tengker

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya tokoh Kawanua Benny Tengker.

NASIONAL | 28 Agustus 2020

Penanganan Covid-19, BPOM Raih 2 Penghargaan Top 21 Inovasi Pelayanan Publik

Kriteria penilaian yaitu memiliki kebaruan, bermanfaat, efektif, dan dapat ditransfer/direplikasi oleh pihak lain.

NASIONAL | 28 Agustus 2020

Menaker: Pembahasan RUU Cipta Kerja Transparan dan Demokratis

Menurut Menaker, pemerintah sangat terbuka atas berbagai masukan kontruktif terkait RUU Cipta Kerja.

NASIONAL | 28 Agustus 2020

Forkominda Jabar Jalani Penyuntikan Pertama Vaksin Covid-19

“Setelah disuntik, testimoni saya agak pegal, nyutnyutan selama lima menit,” begitu pengakuan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil kepada jurnalis.

NASIONAL | 28 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS