Komnas Perempuan: Jangan Halangi Perempuan Beraktivitas di Media Sosial
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Komnas Perempuan: Jangan Halangi Perempuan Beraktivitas di Media Sosial

Rabu, 5 Agustus 2020 | 08:30 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Kebebasan perempuan termasuk kaum ibu dalam berkreasi, membentuk komunitas untuk berbagi informasi, bahkan mencari penghasilan melalui aktivitas di media sosial harus didukung dan tidak boleh dihalangi selama tidak melanggar hukum.

Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani mengatakan disaat banyak masyarakat yang ekonominya terpuruk akibat dampak pandemi Covid-19, banyak perempuan berpikir secara ekonomis. Kaum perempuan, termasuk para ibu juga dituntut untuk bisa membantu ekonomi keluarga, apalagi jika suami-suami mereka tidak lagi berpenghasilan karena terkena PHK.

Salah satu cara yang bisa dilakukan para ibu ini agar bisa cepat berkembang adalah dengan bergabung dalam suatu komunitas yang bisa berkolaborasi dalam upaya menambah penghasilan. Beberapa komunitas ini didukung oleh perusahaan tertentu seperti Komunitas Parenting Bli Bli, Komunitas Kumparan Moms, Dancow Inpiring Moms (Nestle-Dancow), Komunitas GOSIP (GoPay dan Alfamart), Mombasador (SGM Eksplor-Sarihusada), IM3 Ooredoo Squad (Indosat).

"Mereka memanfaatkan komunitas ini untuk berbagi informasi dan membangun jaringan yang memungkinkan mereka menambah pengetahuan, ketrampilan maupun berkolaborasi antar mereka," ujar Yeni panggilan akrab Andy Yentriyani dalam rilisnya Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Ia mencontohkan seorang ibu tukang kue. Di dalam komunitas, ibu ini bisa saja bertemu dengan orang yang bisa diajak untuk berpartner, yang memungkinkan rekanannya itu memesan kue-kuenya dalam jumlah besar. Misalnya seseorang yang memiliki bisnis di bidang event organizer (EO). Ketika ada klien dari perusahaan EO itu yang ingin memesan kue, dia bisa langsung menghubungi ibu ini. Itu hanyalah satu contoh.

Menurut Yeni, yang penting harus diperhatikan dalam sebuah komunitas itu adalah etika berjualan, utamanya jika itu terkait produk dari sebuah perusahaan. Dalam hal ini, harus ada tanggung jawab dari perusahaan mengenai produk yang dipromosikan dalam komunitas dimana mereka harus membuktikan bahwa produk yang mereka hasilnya adalah produk yang sehat.

“Itu kan terkait juga dengan posisi pemerintah yang memberikan lisensi. Karena kita kan punya Badan POM. Sepanjang itu sudah sesuai aturan, tidak masalah untuk komunitas itu mempromosikan produknya, sekaligus mungkin berbagi pengalaman mengenai manfaat yang dirasakan dari produk itu kepada orang lain,” tukasnya.

Dia mengatakan, apa yang dilakukan para ibu itu untuk berjualan di dalam komunitas media sosial mereka, termasuk facebook dan Instagram, tidak ada bedanya dengan channel youtube yang juga digunakan untuk tempat promosi jualan.

“Kalau boleh disandingkan tidak beda-beda banget. Kenapa karena ini perempuan, terus ibu-ibu, terus dipermasalahkan? Youtuber saja tidak dipermasalahkan. Coba lihat efek dari dia diwawancarai di youtube, dia dapat duit berapa besar, ini kan monetizing (mencari uang) juga,” ucapnya.

Jadi dari aspek dimana ibu-ibu di komunitas itu mencari penghasilan, menurutnya, itu tidak keliru sama sekali. “Misalnya produk susu yang diunggulkan dan diperbolehkan BPOM untuk dijual di pasaran bebas, lalu masalahnya apa? Kalau produk yang sehat apa salahnya. Yang bisa melarang anggota untuk tidak boleh melakukan hal-hal tertentu itu adalah komunitas itu sendiri atas kesepakatan bersama. Jadi boleh-boleh saja untuk mencari penghasilan di komunitas asal ada kesepakatan bersama,” ujarnya.

Selain bisa digunakan untuk menambah pendapatan, komunitas itu juga bisa dimanfaatkan para ibu untuk berbagi informasi dan membangun pengetahuan bersama. “Itu pentingnya komunitas secara umum. Secara umum komunitas itu sharing informasi dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan bersama,” katanya.

“Setidaknya para suami bisa tertolong dengan adanya manfaat ekonomi yang bisa didapatkan istrinya dengan masuk menjadi anggota komunitas itu. Para suami tidak akan mengatakan kepada istri-istri mereka bahwa masuk komunitas itu hanya menghabiskan waktu dan biaya saja,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Financial Planner Rista Zwestika, S.Sos. AWP. CFP. Dia menuturkan, tidak ada salahnya para ibu, khususnya ibu rumah tangga ikut dalam suatu komunitas. Selain bisa mendapat pengetahuan, ibu rumah tangga ini juga akan memiliki lingkungan sosial, yang pada akhirnya dia tidak akan merasa sendirian.

"Waktu anak saya lahir, banyak komunitas parenting saya ikut, karena saya nggak punya pengalaman how to handle anak. Sekarang anak saya ABG, saya harus tahu how to handle ABG zaman sekarang, apa yang harus saya lakukan. Jadi komunitas itu penting banget," ungkap Rista, saat mengisi sebuah acara di Jakarta.

Tapi, dia mengatakan komunitas yang diikuti juga harus komunitas yang bisa memberikan nilai positif untuk kita.

"Di komunitas itu, kita harus dapat info, diskon-diskon, teman kongkow. Teman bukan sekedar kongkow, tetapi bagaimana komunitas itu bisa menghasilkan value positif buat kita, plusnya lagi kita bisa dapati pendapatan tambahan," tutur Rista.

Rista menambahkan, saat memutuskan gabung di sebuah komunitas, harus pastikan dulu niat kita bergabung itu untuk apa. Tapi, akan lebih bagus lagi jika sebuah komunitas bisa membuat kita punya penghasilan tambahan.

"Contoh ada yang jualan online, atau punya bisnis apa, harus saling berinteraksi. Kalau untuk bisnis online bisa jadi reseller, atau dropship yang tanpa modal, sekarang dengan gabung komunitas, bisa buka peluang bisnis tanpa modal," jelasnya.

Sebuah komunitas yang baik, lanjut Rista, sejatinya bisa membantu membuka pikiran kita. Para ibu juga akan merasa memiliki teman di tengah kesibukan menjadi ibu. Selain itu, komunitas yang membuatnya menghasilkan pendapatan, pastinya akan sangat membantu keuangan keluarga.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Youtuber Korea Hadir di Virtual Open House 2020 UPH Medan

Youtuber asal Korea, Han Yoo Ra, akan menyapa siswa-siswi SMA di kota Medan.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Menko PMK: Banyak Orang Tua Gagal Menyiapkan SDM Unggul

Menko PMK Mudhajir Effendy mengatakan banyak orang tua yang gagal menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Perma No 1 Tahun 2020 untuk Perkecil Disparitas Hukuman Koruptor

Perma No 1 Tahun 2020 salah satu tujuannya adalah memperkecil disparitas hukuman koruptor.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Polda Malut Gelar Sidang Penentuan Kelulusan Taruna Akpol dan Tamtama

Polda Malut mengirimkan 3 orang calon taruna Akademi kepolisian (Catar Akpol), 13 orang Tamtama Polri.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Muannas Tidak Masalah Jika Hadi Pranoto Lapor Balik

Ketua Cyber Indonesia Muannas Alaidid menyatakan, tidak masalah apabila Hadi Pranoto membuat laporan balik atas laporan polisi yang telah dibuatnya.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Ditjen Dikti Kerja Sama dengan Indosat Sediakan Kuota Murah Bagi Mahasiswa

Ditjen Dikti bersama PT Indosat menjalin kerja sama terkait kuota internet murah untuk mendukung kegiatan PJJ dalam jaringan di perguruan tinggi.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

NU dan Muhammadiyah Putuskan Tidak Bergabung dalam POP 2020

Setelah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menolak bergabung pada POP 2020. Kini, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) juga sepakat tidak bergabung.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Bantah Sudah Penyidikan, Polri: Djoko Tjandra Masih Saksi

Bareskrim Polri belum menetapkan terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra yang ditangkap di Malaysia pada Kamis (30/7/2020) sebagai tersangka.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Kesulitan Sinyal, Siswa di Sepatan Tangerang Belajar Daring di Tengah Sawah

Alif dan Amira dua orang siswa SD di wilayah Sepatan Kabupaten Tangerang yang harus rela belajar di pematang sawah untuk demi mendapatkan sinyal.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Guru-guru di Minahasa Tenggara Kunjungi Rumah Peserta Didik

Guru-guru di Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara (Sulut), mengunjungi langsung rumah peserta didik.

NASIONAL | 4 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS